Petani Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kasmin Somadiwirya, memanen dini tanaman padi yang roboh, Kamis (28/3/2019). (Antara-Sumarwoto)

Semarangpos.com, CILACAP — Hujan lebat dan angin kencang yang terjadi dalam satu pekan terakhir membuat petani di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terpaksa memanen dini karena tanaman padi mereka roboh. Namun, pemerintah setempat memastikan tanaman padi itu tidak puso.

Kasmin Somadiwirya, salah seorang petani di Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Cilacap,  Jawa Tengah mengatakan tanaman padinya seharusnya baru bisa dipanen sekitar satu pekan lagi. "Akan tetapi hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi dalam satu pekan terakhir mengakibatkan tanaman padi seluas 0,25 bahu [1 bahu sekitar 7.000 m2] ini roboh," paparnya, Kamis (28/3/2019).

Ia mengaku terpaksa memanen sendiri tanaman padi yang roboh itu karena tidak ada orang yang mau memanennya. Biasanya, jika ada tanaman padi yang akan dipanen, banyak orang yang datang untuk membabat tanaman padi serta merontokkan gabahnya dengan imbalan gabah hasil panen. Tetapi, karena tanaman padinya roboh, orang-orang itu tidak bersedia membantu proses panen padi lantaran tanamannya sulit dibabat.

"Dengan kondisi seperti ini, hasil panen paling banyak hanya sekitar 80 kuintal. Biasanya bisa mencapai 1 ton gabah," kata Kasmin. Kendati demikian, dia mengaku mengambil hikmah dari kejadian tersebut karena dengan memanen sendiri tanaman padinya yang roboh, tidak perlu membayar tenaga pembabat tanaman padi serta perontok gabah.

Petani lainnya, Kalim, mengatakan kalaupun ada orang yang mau ikut membabat tanaman padi yang roboh, mereka tidak sekadar meminta imbalan berupa gabah tetapi juga minta disediakan makanan dan minuman oleh pemilik sawah. "Kalau tanaman padi yang akan dipanen tidak roboh, mereka cukup minta imbalan berupa gabah karena sudah bawa makanan dan minuman sendiri. Jadi, kalau kamiharus menyediakan makanan, minuman, dan rokok untuk mereka, kami ya merasa berat karena hasil panen juga sedikit, belum dikurangi untuk upah mereka," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Ermawati Syahyuni mengakui banyak tanaman padi siap panen yang roboh akibat hujan disertai angin kencang. Akan tetapi, pihaknya tidak memiliki data luas tanaman padi siap panen yang roboh karena tidak sampai mengakibatkan puso sehingga masih bisa dipanen.

"Alhamdulillah tidak ada yang sampai puso meskipun produktivitasnya sedikit mengalami penurunan. Bahkan pada panen raya kali ini, tidak ada tanaman padi di Kabupaten Cilacap yang dilaporkan puso," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini, luas panen di Kabupaten Cilacap sudah mencapai kisaran 22.000 ha dari total luas panen hingga akhir Maret sebesar 25.000 ha. "Secara keseluruhan, produktivitas rata-rata mencapai 7 ton/ha, baik yang tanaman padinya normal maupun roboh," katanya.

Erma mengimbau petani yang tanaman padinya siap panen untuk mengantisipasi kemungkinan masih terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan tanaman padi roboh. Menurut dia, salah satu cara yang dapat digunakan untuk meminimalisasi robohnya tanaman padi, yakni dengan mengikat beberapa rumpun padi menjadi satu kesatuan meskipun sedikit merepotkan petani.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten