Pada 1887, Sapi Impor Belanda Bawa Wabah PMK ke Indonesia 

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Indonesia, setelah dinyatakan bebas sejak 1990, dimana kali pertama wabah itu masuk di Indonesia pada 1887, saat Hindia Belanda kedatangan sapi impor dari Belanda.

 Seorang dokter hewan berjalan menuju kandang untuk memeriksa sapi terduga terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Cisurupan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/6/2022). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mencatat hingga 6 Juni 2022 terdapat 137 hewan ternak sapi yang dinyatakan positif PMK serta 147 sapi terduga terjangkit PMK di tiga kecamatan di Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

SOLOPOS.COM - Seorang dokter hewan berjalan menuju kandang untuk memeriksa sapi terduga terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Cisurupan, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/6/2022). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung mencatat hingga 6 Juni 2022 terdapat 137 hewan ternak sapi yang dinyatakan positif PMK serta 147 sapi terduga terjangkit PMK di tiga kecamatan di Kota Bandung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Solopos.com, MALANG — Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali melanda Indonesia, setelah dinyatakan bebas sejak 1990. Kali pertama wabah itu masuk ke Indonesia pada 1887, saat Hindia Belanda kedatangan sapi impor dari Belanda. Penyakit itu perdana diketahui di Malang, Jawa Timur. 

Berdasarkan data siagapmk.id per Selasa (21/6/2022), penyebarannya mencapai 19 Provinsi dengan 208 kabupaten/kota. Lima provinsi dengan kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Pemerintah merespon cepat PMK dengan memvaksinasi hewan ternak. Juga menjaga kesejahteran masyarakat dengan mengupayakan distribusi hewan ternak terkendali dengan baik. Hal ini seiring penanganan COVID-19 yang dinamis dan secara lintas sektor.

Espos Plus

Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

+ PLUS Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

Indonesia membutuhkan cetak biru pedagogi digital. Kebutuhan ini urgen berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Pandemi kini telah masuk tahun ketiga.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Tradisi Unik Slametan Gongso Ageng di Kampung Gamelan Wirun Sukoharjo

Para perajin gamelan di kampung gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo menggelar tradisi unik Slametan Gongso Ageng sebelum memulai membuat gamelan.

+ PLUS Momentum Mempercepat Reformasi Polri

Kasus pembunuhan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diduga kuat melibatkan Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo harus dijadikan momentum mempercepat reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

+ PLUS Naga Baruklinting, Seni Rupa, dan Pelestarian Lingkungan

Seni dan budaya—lebih khusus lagi pameran seni rupa—bisa diberdayakan untuk menggugah kembali kesadaran menjaga lingkungan demi kesinambungan kehidupan.

+ PLUS 13 Proyek Strategis Nasional Baru dan Ancaman Kerusakan Lingkungan

Pemerintah merilis 13 proyek strategis nasional (PSN) baru. Praktik realisasi PSN sering mengabaikan aspek lingkungan hidup dan kepentingan warga terdampak atas ruang hidup yang nyaman.

+ PLUS Pada Zaman Pendudukan Jepang Mayat Bisa Ditukarkan Uang

Masa pendudukan Jepang adalah masa gelap dalam kehidupan bangsa Indonesia. Masa penuh gejolak selama kurang lebih 3,5 tahun itu sekaligus mematangkan kondisi yang mendorong revolusi kemerdekaan.

+ PLUS Aturan Baru Tarif Ojek Daring Kemenangan Tidak Ideal Pengemudi Gig

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menerbitkan regulasi terbaru untuk mengatur tarif ojek daring (online).

+ PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

+ PLUS Akan Muncul Maksimal Empat Calon Presiden

Setidaknya akan muncul maksimal empat calon presiden berdasar kecenderungan relasi dan komunikasi antarpartai politik termutakhir.

+ PLUS Dari Jualan Biskuit, Jogi Hendra Jadi Orang Terkaya ke-9 Berkat Mayora

Berawal dari bisnis jualan biskuit yang dibuat keluarga, Jogi Hendra Atmadja sukses meniti karier sebagai pengusaha. Majalah Forbes menempatkan pendiri PT Mayora Indah itu sebagai orang paling kaye ke-9 di Indonesia.

+ PLUS Terancamnya Elang Jawa, Jelmaan Garuda Sang Lambang Negara

Februari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepasliarkan dua ekor elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dengan harapan populasinya yang terancam di alam liar kembali lestari, sebagai satwa jelmaan Garuda Indonesia, sang lambang negara.

+ PLUS Konser Dream Theater, Kuliah Musik Sekaligus Praktik

Menonton konser Dream Theater laksana kuliah musik sekaligus praktik. Dream Theater adalah perpaduan keahlian bermusik tingkat tinggi.

+ PLUS Abaikan Gugatan WTO, Indonesia Siap Setop Ekspor Timah dan Bauksit

Indonesia digugat oleh World Trade Organization (WTO) imbas penghentian ekspor nikel. Belum selesai gugatan itu, Indonesia juga bersiap menghentikan ekspor timah dan bauksit.

+ PLUS Situs Pekuburan Megalitikum dan Kampung Kuno Pringgoloyo Klaten

Selain di puncak dan lereng Gunung Lawu, peninggalan peradaban megalitikum di Soloraya juga ditemukan situs yang diduga sebagai perkuburan dan penanda kampung kuno di Dukuh Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten, berupa susunan batu besar, serta temuan batu pipisan dan gandik.

+ PLUS Ketimpangan Gender dan Pemberdayaan Semu dalam Film Horor

Di film-film horor Indonesia bila diamati sekilas ada semacam empowerment atau pemberdayaan perempuan, namun ketika direproduksi terus-menerus justru mengerdilkan posisi perempuan di kehidupan nyata.

+ PLUS Sejarah Ciu Bekonang, Aset Monopoli Pemerintah Hindia Belanda

Masyarakat Soloraya dan sekitarnya mengenal ciu sebagai minuman alkohol (minol) tradisional sejak era penjajahan Belanda dan menjadi aset monopoli perdagangan oleh pemerintah kolonial saat itu.

+ PLUS Deretan Search Engine Gagal Saingi Google, Bagaimana dengan Gatotkaca?

Bicara mesin pencari atau search angine, hingga kini Google masih menjadi andalan. Sejumlah mesin pencari lain tumbuh dan berkembang, namun mereka gagal menandingi keperkasaan Google. Lalu, bagaimana dengan Gatotkaca, search angine yang digagas Kemkominfo?

+ PLUS Para Perempuan di Jalur Setan

Sejak Lisa (1971) ditayangkan di layar sinema Indonesia sebagai film horor pertama era Indonesia modern, hantu perempuan dominan muncul dalam film horor Indonesia pada setiap periode.

+ PLUS Mengenal Perempuan Pencetus Kali Pertama Teori Pemanasan Global

Banyak perempuan di dunia sains yang wafat tanpa menyaksikan masyarakat modern hidup dengan memanfaatkan dan mengakui kontribusi mereka. Eunice Newton Foote (1819-1888) adalah pencetus kali pertama teori pemanasan global.

+ PLUS Yang Baru dan yang Hilang di Malioboro

Kawasan Jl, Maliboro, Kota Jogja, kini menyajikan hal-hal baru sekaligus mengingatkan pada hal-hal yang hilang. Penataan kawasan Malioboro terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY.

+ PLUS Makanan Tanpa Batas di Asia: Teknologi untuk Mitigasi Krisis Pangan

Singapura menjadi negara pelopor di Asia yang memberi ruang bagi penjualan dan konsumsi makanan hasil rekayasa berbasis teknologi di laboratorium, salah satunya daging.