Ilustrasi Investasi (Solopos/Whisnupaksa)

Semarangpos.com, SEMARANG— Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah (Jateng) meminta pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya untuk memetakan potensi wilayah masing-masing. Dengan pemetaan itu, DPTMPTSP berharap akan menjadi daya tarik investor untuk melakukan investasi di wilayah Jateng.

Kepala DPMPTSP Jateng, Ratna Kawuri, mengatakan saat ini iklim investasi di Jawa Tengah terbilang baik. Pada kuartal I/2019, realisasi investasi mencapai Rp21,42 triliun, dengan perincian penanaman modal asing (PMA) Rp11,65 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp9,76 triliun.

Untuk memaksimalkan potensi setiap kabupaten/kota, Ratna meminta pemerintah setempat membuat peta keunggulan masing-masing daerah, seperti ketersediaan bahan baku, tempat, dan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi setiap pemerintah daerah memiliki peta potensi wilayahnya. Nanti ada gambaran potensi investasinya apa saja yang bisa masuk, sesuai peta potensi tersebut, “ ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (5/7/2019).

Selain itu, Ratna juga menginginkan agar pola pikir pemerintah mendukung kemudahan investasi. Sebagai contoh, masyarakat dan pemerintah di Bali menyadari potensi wisata yang dimiliki, sehingga mengundang dan memfasilitasi setiap wisatawan yang datang.

“Mindset ini juga sangat penting, agar investasi tidak terhambat, misalnya saat mengurus perizinan tertentu. Ini harus dibenahi,” imbuh mantan pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng itu.

DPMPTSP pun berkomitmen melakukan pelayanan maksimal untuk mendorong bisnis. Bahkan, investor akan dibantu dan didampingi dalam proses perizinan dari hulu ke hilir. “Karena biasanya ada perizinan dari beberapa dinas yang perlu syarat teknis. Kalau belum paham, akan kami dampingi,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten