CEO Volkswagen Martin Winterkorn. (Bloomberg.com)

Solopos.com, JAKARTA - Kebangkitan jenama Volkswagen di Indonesia tidak hanya ditandai dengan dimulainya pengiriman model Tiguan Allspace ke konsumen. Kabar penting muncul dengan resmi beroperasinya pabrik perakitan PT National Assemblers, anak perusahaan Grup Indomobil, di Cikampek, Jawa Barat.

Konfirmasi terkait dimulainya kegiatan produksi secara Middle Knock Down (MKD) di pabrik tersebut datang dari President Director PT Garuda Mataram Motor, Andrew Nasuri. PT Garuda Mataram Motor sendiri merupakan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Grup Volkswagen sejak 2006, dan sempat melakukan proses perakitan unit Volkswagen secara Semi Knock Down (SKD) sejak 2008.

Andrew menyebut pengoperasian pabrik ini menjadi rencana jangka panjang Volkswagen untuk dapat kembali bersaing secara kompetitif di pasar otomotif Indonesia. "Pembangunan fasilitas produksi Volkswagen menjadi bukti komitmen untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia," katanya saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, dilansir Okezone, Jumat (4/10/2019).

Fasilitas pabrik di Cikampek tersebut memiliki luas sekitar 60.000 meter persegi, dengan kapasitas produksi kendaraan Volkswagen ditargetkan mencapai 6.000 unit per tahunnya. "Banyak rekan-rekan media menanyakan kepada saya mengenai fasilitas produksi di Indonesia. Sekarang saya bisa menjawabnya, pabrik Volkswagen sudah hadir di sini," ujar Andrew.

Pabrik tersebut sudah beroperasi selama tiga bulan terakhir dengan fokus lini produksi menghasilkan produk Volkswagen Tiguan Allspace. Lima unit pertama keluaran pabrik Cikampek tersebut diserahkan kepada konsumen dalam seremoni yang berlangsung Rabu (2/10/2019) kemarin. "Saat ini berjalan dengan target 2.000 unit per tahun untuk Tiguan Allspace," kata Chief Operating Officer PT GMM, Jonas Cendhana.

Keberadaan kegiatan perakitan MKD di Indonesia diharapkan dapat menekan harga jual mobil keluaran Volkswagen. Salah satunya sudah terlihat pada model SUV Volkswagen Tiguan Allspace yang terjual di angka Rp598 juta. Sebelum perakitan dimulai perkiraan harganya berkisar Rp695 juta mengaceu pada kurs mata uang Euro yang berlaku.

Jonas menjamin kualitas perakitan serta mobil dari pabrik di Cikampek ini sesuai dengan standar pembuatan Volkswagen AG di Jerman. "Tenaga ahli dari pabrikan prinsipal banyak membantu memberikan pelatihan dan pengawasan produksi. Sedangkan karyawannya 100 persen merupakan tenaga lokal," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten