Pabrik Vaksin Palsu Terbongkar, dari Campak hingga Polio!
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Pabrik vaksin palsu di Tangerang Selatan dibongkar Bareskrim Polri.

Solopos.com, JAKARTA -- Bareskrim Polri membongkar pabrik vaksin palsu di Pondok Aren Tangerang Selatan. Lima pelaku dibekuk, mereka produsen dan juga distributor. Vaksin palsu ini terungkap setelah sebuah rumah sakit di Bogor mencurigai kemasan vaksin.

"Lima orang sudah ditangkap yang terdiri dari pemilik apotek, pembuat, pengemas barang dan distributor," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Ia mengatakan pengungkapan ini berawal dari penggerebekan sebuah apotek di Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (21/6/2016). "Kami tangkap pemilik apotek berinisial MF dan seorang kurir berinisial TH alias ER," katanya.

Selanjutnya, penyidik mengembangkan kasus dan menemukan rumah yang menjadi tempat pembuatan vaksin palsu yang berada di Kompleks Puri Bintaro Hijau, Pondok Aren, Tangerang. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial AP dan istrinya L serta seorang kurir berinisial S yang menjadi pengantar vaksin ke sejumlah apotek.

Sedangkan AP berperan sebagai produsen vaksin. Dari keterangan AP, terungkap bahwa dalam proses pembuatan vaksin palsu, botol bekas vaksin diisi dengan larutan yang dibuat oleh AP. Kemudian botol tersebut diberi label.

Dari dua lokasi penggerebekan tersebut, penyidik menyita barang bukti di antaranya ratusan kemasan vaksin palsu berbagai jenis yakni 307 vial vaksin campak kering, 11 vial vaksin BCG, 62 vial pentabio, 7 vial pelarut BCG, 8 ampul vaksin BCG kering, 3 sachet vaksin hepatitis B, 10 vial vaksin polio, 2 vial vaksin tripacel, dan 38 vial vaksin tetanus.

Selain itu, turut disita larutan kimia, botol infus, dan peralatan medis lainnya. "Semua vaksin ini diperuntukan bagi bayi," ucapnya. Jenderal bintang satu itu mengatakan kasus ini masih dikembangkan lagi untuk mengusut kemungkinan adanya pelaku-pelaku lainnya.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pun menyebut pemalsuan vaksin ini sebuah kesalahan fatal. "Tetapi saya kira mesti diselidiki. Ya kalo betul tidak memenuhi syarat itu kesalahannya fatal ya," kata Menkes Nila F Moeloek di Purworejo, Jateng, Rabu (22/6/2016).

Nila menyampaikan, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan bahan-bahan vaksin palsu itu. Namun untuk melakukan audit, apakah rumah sakit memakai vaksin asli atau tidak masih belum perlu.

"Vaksinnya dulu, step by step. Kalau vaksinnya bener tentu kita lebih aman. Tapi kalau nggak bener, harus kita telusuri dulu sampai kemananya," jelas dia. "Pelakunya pasti dihukum berat, karena bikin palsu saja kena apalagi kalau sampai isinya tidak bener," tegas dia lagi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom