Tutup Iklan

Pabrik Sepatu Jaten Karanganyar Tutup 10 Hari Karena Covid-19, Pemkab Minta Upah Karyawan Tetap Dibayar

Pemkab Karanganyar minta manajemen pabrik sepatu di Jaten yang tutup karena Covid-19 tetap membayar upah karyawan yang diliburkan.

 Anggota BPBD Karanganyar menyemprotkan disinfektan di salah satu pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, beberapa hari lalu. (Istimewa/BPBD Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Anggota BPBD Karanganyar menyemprotkan disinfektan di salah satu pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, beberapa hari lalu. (Istimewa/BPBD Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar meminta manajemen pabrik sepatu di Jaten yang tutup 10 hari karena kasus Covid-19 tetap membayar upah karyawan sesuai aturan.

Terkait itu, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengaku sudah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan tersebut.

Hendro mengatakan koordinasi itu berkaitan dengan nasib seluruh karyawan selama perusahaan ditutup sementara waktu. “Kami koordinasi dengan manajemen perusahaan terutama tentang pengupahan selama mereka diliburkan karena perusahaan terdampak Covid-19,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: 94 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Harus Tutup 10 Hari

Hendro mengungkapkan sampai Senin pabrik sepatu di Jaten, Karanganyar, itu sudah tutup selama lima hari lalu. Lalu hari itu Hendro mendapat konfirmasi libur ditambah lima hari lagi sehingga total 10 hari.

Hendro mendasarkan pernyataannya pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 2/2021 tentang Pelaksanaan Pengupahan Pada Industri Padat Karya Tertentu Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Sesuai Permenaker No 2/2021 itu perusahaan harus membayarkan honor karyawan. Nah, kami koordinasi dengan [Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi] Disnakertrans Jateng. Mungkin bisa dibuatkan kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. Jadi bukan diliburkan lalu tidak dibayar,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Perintahkan Kades di Tawangmangu Awasi Penerapan Prokes Warga

Penyemprotan Disinfektan

Hendro menuturkan karyawan pabrik sepatu di Jaten yang tutup karena ada kasus Covid-19 itu menerima pembayaran upah setiap pekan. Pada sisi lain, mantan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar itu menuturkan perusahaan sudah berkoordinasi dengan BPBD Karanganyar untuk menyemprotkan disinfektan.

“Harapan kami ketika karyawan diliburkan, hak termasuk upah dibayarkan. Tetapi diawali dengan membuatkan kesepakatan. Ini kan kondisi di luar dugaan. Dari perusahaan mau berembuk dulu dengan pekerja," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, pabrik garmen atau tekstil yang memproduksi sepatu di Desa/Kecamatan Jaten, Karanganyar, terpaksa tutup selama 10 hari karena 94 karyawannya terpapar Covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Colomadu Tertinggi di Karanganyar

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, kasus pertama di pabrik tersebut terdeteksi pada Selasa (15/6/2021). Kepala Desa Jaten, Hargo Satoto, menuturkan kasus berawal dari keluarga salah satu karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Betul, 94 orang positif Covid-19. Bermula dari keluarga karyawan sakit. Keluarganya itu dites swab ternyata positif Covid-19. Akhirnya perusahaan [berinisiatif] yang di bagian itu [produksi] di tes swab [antigen Covid-19]. Ternyata banyak yang positif,” kata Hargo saat dihubungi Solopos.com, Senin (21/6/2021).


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.

Rendengan, Atraksi Wisata Inisiatif Pokdarwis Pilangsari Sragen

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Siwur Emas Desa Pilangsari, Gesi, Sragen, membuat event wisata dengan nama Rendengan di hutan jati seluas hampir 1 hektare.

1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Ketua Panitia Ujian Munaqosah Klaten Menghafal, Dhohir Subagyo, menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk membumikan Al-Qur’an.

Minyak Goreng Curah Disetop pada 2022, Pemkab Sukoharjo Tunggu Regulasi

emerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah mendapatkan informasi penyetopan peredaran minyak goreng curah pada 2022 dari pemerintah pusat.

Wuihhh, Warga Sragen Barter Mobil dengan 1 Pot Monstera Marmorata

Seorang pencinta tanaman hias asal Wonotolo, Gondang, Sragen, Eko Duta Flora, berani melakukan barter mobil Daihatsu Grand Max.

Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebaran Titiknya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.