Tutup Iklan

PABRIK SEMEN KENDENG : Kunjungi Kendeng, Sejumlah Akademisi Tuding Ganjar Pembohong

PABRIK SEMEN KENDENG : Kunjungi Kendeng, Sejumlah Akademisi Tuding Ganjar Pembohong

SOLOPOS.COM - Sejumlah akademisi saat menggelar Kuliah Bersama Rakyat di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Rabu (4/10/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Istimewa-Aliansi Akademisi Kendeng Lestari)

Pabrik Semen di kawasan Pegunungan Kendeng, aktivitasnya dianggap merusak lingkungan.

Solopos.com, REMBANG – Sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendesak Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan menghentikan aktivitas penambangan yang dilakukan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Sikap itu disampaikan para akademisi setelah mengunjungi kawasan Pegunungan Kendeng di Rembang dan Pati selama dua hari, Selasa-Rabu (3-4/10/2017).

Dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu petang, dalam kunjungan itu, sejumlah akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Jember, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan lain-lain itu bukan hanya meninjau kondisi alam di Pegunungan Kendeng yang menjadi lokasi eksplorasi gamping untuk pabrik PT Semen Indonesia maupun PT Sahabat Mulia Sakti, selaku anak perusahaan PT Indocement.

Para akademisi juga bertatap muka dan menggelar dialog dengan warga sekitar, baik yang berada di Kecamatan Sukolilo, Pati, maupun di Rembang dalam acara Kuliah Bersama Rakyat dan Konferensi Penyelamatan Pegunungan Kendeng.

“Kami saat ini telah secara langsung menyaksikan apa yang terjadi. Ternyata banyak kebohongan yang kasat mata, namun bertolak belakang dengan pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Jateng [Ganjar Pranowo] yang bilang,’kenapa Indocement di Pati tidak ditolak?’ Nyata-nyata ini warga konsisten menolak Indocement di Pati. Jika tidak kenapa ada gugatan? Kenapa warga terus melancarkan aksi? Saya kira Gubernur Jateng telah keliru dan menampakkan kebohongan,” ujar pakar hukum tata negara dan hak asasi manusia Universitas Airlangga Surabaya, Herlambang P. Wiratama, yang turut dalam kegiatan itu, dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Rabu.

Bukan hanya penolakan warga, para akademisi juga menemukan manipulatif data luas Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) di Sukolilo, Pati, yang pada tahun 2005 seluas 118,02 km3 menjadi 71,80 km3 pada tahun 2014. Ketidaksinkronan data itu diduga disebabkan karena tidak dicantumkan keberadaan gua, mata air, serta sungai bawah tanah di Pegungungan Kendeng, seperti halnya Gua Pari dan Gua Ronggoboyo.

Para akademisi juga menolak pembangunan pabrik semen karena berisiko merusak kehidupan petani dan lingkungan alam. Atas dasar itulah, para akademisi akan mendesak Presiden Joko Widodo untuk menghentikan seluruh penambangan oleh pabrik semen dan aktivitas penambangan lain di Pegunungan Kendeng. Mereka juga meminta pemerintah belajar dari kasus di Pegunungan Kendeng agar tidak terjadi di tempat lain yang berisiko merusak sumber daya alam di Indonesia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Awas! Sering Minum Minuman Bersoda Turunkan Imunitas

Minuman bersoda memang terasa lezat tapi ada bahaya mengintai.

Naik 2 Kali Lipat, Warga Positif Covid-19 Sukoharjo Tambah 56 Orang Sehari

Pemkab Sukoharjo mewanti-wanti warga jangan lengah karena jumlah warga yang positif Covid-19 tiap harinya terus naik setelah Lebaran.

Pencurian di Toko Elektronik Boyolali, Uang Rp66 Juta dan 32 TV LED Raib

Pencurian terjadi di sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali. Uang puluhan juta beserta puluhan barang elektronik digondol maling.

Tembok Dilubangi, Toko Elektronik di Boyolali Disatroni Maling, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Kejadian itu menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp100 juta.

Meski Sudah Divaksin, Wali Kota Salatiga Terpapar Covid-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac pada Februari lalu.

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.