Tutup Iklan
Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Senin (22/10/2018). (Antara - Aloysius Jarot Nugroho)

Solopos.com, SEMARANG — Pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (6/9/2019).

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pun mengaku sudah tak sabar menantikan produk-produk mobil unggulan karya anak bangsa yang diproduksi pabrik tersebut. “Akhirnya mimpi panjang itu hari ini bisa diwujudkan. Apa pun bentuknya, dari manapun mulainya, akhirnya mobil Esemka bisa terwujud,” ujar Ganjar saat dihubungi melalu telepon.

Ganjar yang sedang dinas di Kalimantan terpaksa tidak dapat mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang menjadi pabrik mobi Esemka. Namun dirinya mengaku memantau proses peresmian pabrik itu dari media sosial (medsos).

"Saya melihat, ada mobil niaga yang sudah jadi. Tentu ini langkah positif yang akan terus kita dorong. Saya tidak sabar menunggu produk terbaru yang non-niaga, seperti SUV [sport utility vehicle] dan produk lain. Saya pengin cepat beli, dan merasakan mobil hasil karya anak bangsa," terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin, yang mendampingi Presiden Jokowi meresmikan pabrik Esemka berharap industri ini menimbulkan multiplayer efek di wilayahnya. Terlebih total investasi pada pabrik yang dirancang sekitar 10 tahun itu mencapai Rp 600 miliar.

“Tentu ini akan membuat dampak yang besar di Jateng, khususnya daerah sekitar. Tadi Presiden mengatakan dengan berdirinya pabrik ini akan menimbulkan multiplayer efek yang sangat besar karena menggunakan komponen dalam negeri," kata Taj Yasin.

Taj Yasin juga berharap dengan berdirinya pabrik ini akan semakin memicu pertumbuhan industri otomotif di Jawa Tengah. Sehingga memberi dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian yang ditargetkan mencapai 7%.

PT SMK yang memproduksi mobil Esemka terletak di Desa Demangan Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dalam produksinya, sekitar 80% komponennya berasal dari dalam negeri.

Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluar 115 hektare dengan luas bangunan mencapai 12,5 hektare. Pabrik itu dilengkapi dengan ruang pamer, pengecatan, perakitan kendaraan, perakitan mesin, pengetesan mesin, pengetesan kendaraan, dan inspeksi.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten