Pabrik di Wonogiri Boleh Beroperasi Selama PPKM, Asal...

PPKM tidak membatasi operasional pabrik di Wonogiri sepanjang mematuhi protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Tim Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Tengah bersama tim Disnakertrans Wonogiri meninjau ke salah satu perusahaan di Wonogiri untuk mengetahui penerapan protokol kesehatan, Kamis (14/1/2020). (Istimewa)

Solopos.com,WONOGIRI -- Pabrik di Wonogiri tidak mengurangi jam operasional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Wonogiri, Ristanti, mengatakan jika tidak menerapkan protokol kesehatan, perusahaan bisa disegel sementara. Hal itu bentuk ketegasan Pemkab dalam rangka mengantisipasi persebaran Covid-19.

Ia mengatakan, sejak awal pandemi pihaknya telah membentuk tim di internal perusahaan. Tim itu bertugas melakukan screening terhadap seluruh karyawan pabrik. "Sejak PPKM ini kami sudah mengirimkan tim untuk mengecek prokes di perusahaan," kata dia kepada Solopos.com, belum lama ini.

PPKM, Bupati Wonogiri Izinkan PKL Layani Pembeli hingga Pukul 22.00 WIB

Setiap hari, kata dia, pihaknya selaku berkomunikasi dengan pihak perusahaan. "Laporan dari perusahaan kami terima setiap hari. Karena ada tim yang memantau dan juga mengendalikan. Dan Alhamdulillah hingga saat ini prokesnya berjalan dengan baik," ujar dia.

Pada Kamis (14/1/2020), tim Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perindustrian Jateng bersama tim Disnakertrans Wonogiri meninjau ke beberapa perusahaan di Wonogiri. Mereka ingin tahu sejauh mana penerapan protokol kesehatan.

"Saat meninjau dan masuk ke perusahaan, screening yang dilakukan petugas sangat ketat. Bahkan, screening dilakukan secara berlapis. Selama ini belum ada perusahaan yang ditegur karena melanggar protokol kesehatan," ungkap dia.

Ngegas! Kasus Covid-19 di Wonogiri Tambah 207 Orang Dalam Sehari

Ristanti mengakui di awal masa pandemi, karyawan sulit untuk diperintahkan mencuci tangan dengan sabun. Kemudian, ia mendapat laporan ada inovasi yang dilakukan oleh perusahaan agar karyawan mau mencuci tangannya.

"Inovasi yang dilakukan ada petugas yang menyemprot desinfektan isinya sabun kepada karyawan yang berkerumun dan sudah disuruh mencuci tangan. Jadi mau tidak mau karyawan mencuci tangannya, karena terkena sabun," kata Ristanti.

Berita Terbaru

Pedagang Pasar Bahulak Sragen Pasang Lapak Berplastik Demi Tangkal Corona

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah wastafel berjajar di depan gapura masuk Pasar Bahulak di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh,...

Anggota Polres Sragen Ikuti Vaksinasi Demi Buktikan Vaksin Covid-19 Aman

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 578 anggota Polres Sragen sudah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19. Mereka membuktikan bila vaksin aman dipakai...

17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Sebuah wastafel yang berfungsi jika penggunanya menginjak pedal yang berada di bagian bawah terpasang di depan...

Bantu Nakes Lacak Kontak Erat, 177 Bhabinkamtibmas Ikuti Pelatihan 3T

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sebanyak 177 orang bhabinkamtibmas Polres Karanganyar mendapatkan pelatihan sebagai pelacak Covid-19. Dalam waktu dekat, mereka akan...

PMI Solo Jadikan Rumah Sakit Institusi Pertama Jaring Donor Plasma

Solopos.com, SOLO — Masih ada antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dari PMI Kota Solo. Semua pihak berkepentingan berkomitmen...

Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi petugas pelayanan publik mulai Rabu (24/2/2021). Sementara...

Inspiratif, 20 Perempuan Donor Plasma Konvalesen

Solopos.com, SOLO--Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan  komponen darah pada alat di...

Kuatkan Daya Tubuh Anak di Masa Pandemi, Polres Wonogiri Beri Ratusan Paket Susu

Solopos.com,WONOGIRI -- Polres Wonogiri membagikan ratusan paket susu di Kampung Siaga Candi Covid-29, Selasa (23/2/2021). Susu itu selanjutkan didistribusikan...

Pangdam & Kapolda ke Boyolali demi Dukung PPKM Mikro

Solopos.com, BOYOLALI — Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi,...

Di Klaten, Pasien Tanpa Gejala Pilih Isolasi di Rumah

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah desa dan kecamatan di Klaten jauh hari sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Nyatanya, warga yang...