PA 212 Mau Ijtima Ulama III, Sandiaga: Kita Mulai Lihat Kecurangan
Sandiaga Uno saat mendampingi Prabowo menyampaikan pidato kemenangan, Kamis (18-4/2019). (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA -- Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, menanggapi rencana Ijtima Ulama III yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Sandiaga menilai maksud ulama menggelar Ijtima Ulama III itu untuk memastikan pemilu 2019 berjalan bermartabat.

Hal itu disampaikan Sandiaga seusai menghadiri acara Dialog Penciptaan Lapangan Kerja OK OCE di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019). Sandiaga mengatakan tidak hanya ulama, tapi semua masyarakat juga mengingatkan Pemilu 2019 ini berjalan jujur dan adil.

"Tentunya para ulama menginginkan pemilu bermartabat ini yang perlu kita berikan perhatian," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengungkapkan dirinya juga berencana mengunjungi Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) di Gelanggang Olahraga, Jakarta Pusat. Hal itu, guna memastikan proses penghitungan suara berjalan jujur. Sebab, kata Sandiaga, dirinya telah menerima banyak laporan terkait adanya banyak dugaan kecurangan dalam proses penghitungan suara.

"Kita lihat kecurangan mulai dilakukan. Presiden sudah memberikan pernyataan juga. Kita sikapi bahwa semua kecurangan ditindaklanjuti dan diberi sanksi dan ada follow up. Sekarang yang makin hari makin banyak laporan ke kita," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Ijtima Ulama III akan digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Ijtima Ulama III tersebut digelar untuk membicarakan langkah-langkah GNPF Ulama melihat situasi pasca-Pemilu 2019 serta akan menentukan sikap yang ditempuh ulama dan umat Islam dalam menyikapi kecurangan dalam Pemilu 2019.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan Ijtima Ulama III dirumuskan oleh ulama PA 212. Acara itu akan digelar sebelum memasuki Ramadan.

"Langkah apa yang harus kita ambil karena kita selalu berpijak kepada fatwa dan Ijtima Ulama," kata Slamet di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019) lalu.

"Kita selalu minta masukan para ulama, termasuk kan ketika capresnya hasil rekomendasi Ijtima Ulama, ya saya pikir wajar saja kalau nanti dikembalikan ke Ijtima Ulama dengan hasil yang ada," sambungnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho