P3BB LPPM UNS Suluh Petani Anggrek, Apa Pula Manfaatnya?

Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas LPPM UNS Solo melakukan penyuluhan ke petani anggrek di Karanganyar.

 Seorang petani tanaman anggrek memperlihatkan ribuan tanaman anggrek yang dibudidayakan di Meitya Orchid di Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Kamis (13/11/2013). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Seorang petani tanaman anggrek memperlihatkan ribuan tanaman anggrek yang dibudidayakan di Meitya Orchid di Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Kamis (13/11/2013). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SOLO — Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melakukan penyuluhan kepada petani anggrek Desa  Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Penyuluhan dilaksanakan beberapa waktu lalu, di tengah pandemi Covid-19 tengah melanda. Kegiatan yang digelar dengan tema “Pendampingan Agribisnis Anggrek Hibrida” itu dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Program Kemitraan Masyarakat.

6 Tanaman Depan Rumah Ini Kata Fengsui Bikin Hoki

Penyuluhan untuk petani anggrek itu disampaikan oleh Ketua Tim PKM UNS, Sri Hartati, yang juga Ketua P3BB  LPPM UNS. Ia menyampaikan antara lain tentang potesi bisnis anggrek. Ia meyakinkan bahwa peluang bisnis budi daya anggrek sangat menguntungkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Teknik Pesat Berkembang

Selain itu, sambungnya, perkembangan teknik budi daya anggrek hibrida di Indonesia sangat pesat. “Menurut pengamatan kami selama ini, petani anggrek di Plosorejo hanya berbisnis dengan cara membeli bibit yang sudah besar [remaja] dan dibesarkan selama empat sampai enam bulan lalu dijual.  Ini kurang menguntungkan karena harga bibit melangit dan sulit didapat,” ujarnya Senin (5/11/2020).

5 Simbol Ini Kata Fengsui Bikin Rumah Penuh Rezeki

Karena itulah, ketua P3BB  LPPM UNS itu mengajak petani anggrek Plosorejo untuk berbisnis dengan cara memelihara anggrek dari botol hasil kultur jaringan. Memang dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan yang paling sulit adalah teknik aklimatisasi, yakni mengeluarkan bibit anggrek dari dalam botol dan memindahkan ke pot.

Oleh karena itu tim PKM UNS memberikan pelatihan, praktik, dan pemberian bantuan bibit sebagai modal. Diharapkan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan dan ekonomi mereka.(*)

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Kades Gatak Klaten, Beri Pelayanan Terbaik Meski Kondisi Drop

Di tengah kondisi batin yang dilanda kesedihan, Walino harus tetap memberikan pelayanan optimal kepada warga.

Makam Misterius di Solo Baru Ternyata Ada Hubungan dengan Keraton Solo

Makam misterius di tengah trotoar jalan utama Solo Baru, Sukoharjo, ternyata memiliki hubungan sejarah dengan Keraton Solo, begini ceritanya.

RS PKU Muhammadiyah Sragen Bangun Gedung Bertingkat Agar Naik Tipe

Direksi RS PKU Muhammadiyah Sragen berkomitmen menaikkan kelas RS dari tipe D menjadi tipe C. Salah satunya dengan membangun gedung bertingkat untuk meningkatkan pelayanan.

Tumbuh Bunga Bangkai, Rumah Ketua RT di Ceper Klaten Didatangi Warga

Warga setempat sering mengerubungi rumah milik Sakirman, 60, lantaran penasaran dengan bunga bangkai yang sering memunculkan bau tak sedap.

Kasus Turun, RS di Sragen Tetap Wajib Sediakan 10% Bed untuk Covid-19

Semua RS di Sragen masih harus menyediakan bed untuk pasien Covid-19 untuk mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di akhir tahun.

10 Jabatan Tinggi Pemkot Solo Dilelang, Pejabat Luar Daerah Boleh Ikut

Sepuluh jabatan eselon II Pemkot Solo dilelang dan bisa diikuti pejabat eselon III seluruh daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Hii, Ada Makam Misterius di Trotoar Jalan Solo Baru Sukoharjo

Makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru dekat bundaran Patung Bung Karno, Tanjung Anom, Sukoharjo, terlihat masih terawat.

Pemkab Sragen Anggarkan Operasional Pintu Palang KA Bedowo di 2022

Dishub Sragen memastikan akan memasang pintu palang semi-elektronik di perlintasan KA Bedowo pada 2022.

KSPI Karanganyar Tolak Bahas UMK 2022, Ini Alasannya

KSPI Karanganyar menilai PP No. 36/2021 tidak berpihak kepada pekerja.

SGS 2021 Tinggal 4 Hari Lagi, Buruan Tukar Poin Sebelum Ditutup!

Para pembeli pada ajang Solo Great Sale atau SGS diimbau segera menukar struk mereka dengan poin agar bisa mengikuti undian berhadiah rumah, mobil, dan lainnya.

Menko PMK Sebut Karanganyar Cocok untuk Pengembangan Pendidikan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai Karanganyar menjadi lokasi ideal di wilayah aglomerasi Soloraya untuk pengembangan pendidikan.

CFD Belum Dibuka, Alun-Alun Sukoharjo Ramai Pedagang pada Akhir Pekan

Kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo ramai pedagang saat akhir pekan padahal Pemkab belum mengizinkan CFD tiap Minggu pagi berlangsung.

BRI Panen Hadiah, 64.152 Nasabah Simpedes Berpeluang Raih Rp639 Juta

Sebagai wujud apresiasi, BRI Sragen menyediakan hadiah dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah bagi para nasabah Simpedes di Bumi Sukowati.

Jalur Pungkruk-Mungkung Sragen Ditinggikan 1 Meter

Pemkab Sragen menggandeng Polres Sragen melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan persimpangan Pungkruk karena jalan itu akan ditinggikan.

Peresmian Kantor Baru PAC PDIP Banjarsari Solo akan Dihadiri Megawati

Peresmian kantor baru PAC PDIP Banjarsari, Solo, pada Kamis (28/10/2021), rencananya dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.