Outlook Energy Indonesia 2021, Devisa dan Pertumbuhan Ekonomi
Talkshow Virtual Solopos bertema Outlook Energy Indonesia 2021. (Solopos TV)

Solopos.com, SOLO – Memasuki tahun 2021 diharapkan menjadi titik kebangkitan ekonomi kendati pandemi Covid-19 masih ada. Termasuk terkait energi di Tanah Air yang diproyeksikan bakal mampu menghemat devisa dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021.

Tiga nara sumber talkshow virtual bertemakan, Outlook Energy Indonesia 2021 yang digelar Solopos dan didukung PLN mengisyarakatkan adanya pertumbuhan ekonomi. Di mana mereka menyampaikan pandangan energi Indonesia di 2021 melalui bidang masing-masing.

Talkshow virtual yang life di Youtube, Instagram, Facebook dari Solopos digelar Rabu (6/1/2021) mulai pukul 19.00 WIB. Ada tiga nara sumber, yakni Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto. Lalu Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dan Deputy CEO PT Adaro Power, Dharma Djojonegoro. Dengan host talkshow virtual, Direktur Bisnis Solopos Grup Suwarmin.

Simak 4 Tips Perencanaan Bisnis di 2021 Ini…

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto pun memberikan gambaran bagaimana BBM Indonesia masih impor. Sehingga ada dana yang dikeluarkan untuk kebutuhan itu. Tentu ini juga berpengaruh pada pos anggaran dan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021.

“Padahal di Indonesia tersedia beberapa sumber energi lain yang bisa menggantikan BBM sehingga ini dapat mengurangi impor bahan bakar minyak [BBM]. Apabila ini bisa dilakukan maka akan terjadi penghematan biaya untuk impor BBM tersebut,” terang Djoko.

Sumber energi tersebut yang bisa mengurangi ketergantungan BBM dari luar negeri, dia menyebutkan ada gas, tenaga surya, air, dan batu bara. Namun untuk mendukung penggunaan sumber energi tersebut masih membutuhkan infrastruktur.

“Butuh pembangunan jaringan transmisi listrik, jaringan gas antarpulau, pengoptimalan sumber minyak dalam negeri dengan peningkatan produksi 1 juta barel per hari. Diharapkan 2026 terselesaikan sehingga terjadi penghematan devisa 11,2 Miliar USDolar per tahun,” kata Djoko.

BI Dorong Percepatan Ekonomi Nasional, Ini Caranya

Kebijakan Pemerintah

Sedangkan menurut Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, adanya pandemi Covid-19 hingga Nopember 2020, memang ada tekanan dalam konsumsi listrik untuk bisnis dan industri. Namun ini berbeda dengan rumah tangga yang justru meningkat karena adanya kebijakan WFH. Termasuk tumbuhnya industri rumahan.

Kendati demikian, menurutnya ada sejumlah kebijakan pemerintah yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021. Sebagai contoh dengan adanya kerja sama dengan sejumlah investor dari luar negeri dalam pengembangan industri baterai.

“Termasuk juga di mana PLN berpartisipasi dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” jelasnya.

Ini Alasan Pemerintah Tetapkan PSBB Jawa Bali Mulai 11 Januari 2021

Sementara Deputy CEO PT Adaro Power, Dharma Djojonegoro mengatakan siap mendukung kebijakan pemerintah dalam hal ini apa yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara atau PLN. Termasuk juga pengembangan gasifikasi batubara untuk Dimethyl Ether (DME) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021.

“DME sebagai alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan energi di rumah tangga. Langkah strategis ini diyakini bisa untuk menekan impor LPG sehingga mengghemat pengeluaran anggaran untuk impor,” kata Dharma.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom