OTT KPK, MA: Kami Kooperatif, Sudrajad Dimyati Siap Memenuhi Panggilan

MA menyampaikan akan kooperatif dan menyerahkan proses hukum yang melibatkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan sejumlah pegawai MA kepada KPK.

 Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro. (Dok.Mahkamah Agung)

SOLOPOS.COM - Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro. (Dok.Mahkamah Agung)

Solopos.com, JAKARTA — Mahkamah Agung menyampaikan akan kooperatif dan menyerahkan proses hukum yang melibatkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan sejumlah pegawai MA kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka kasus suap perkara di MA. Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro, mengatakan terkait penetapan tersangka tersebut. MA, katanya, akan bersikap kooperatif dan menyerahkan proses hukum di KPK.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Jadi dari MA, kooperatif dan menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku. Penjelasan kami Pak Sudrajad akan memenuhi panggilan dari KPK,” kata Andi, Jumat (23/9/2022).

Andi menuturkan bahwa Sudrajad tadi malam berada di rumahnya. Pagi harinya bertemu dengan jajaran MA untuk meminta restu guna menghadapi kasusnya di KPK. “Dia siap untuk menghadiri penggilan itu,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Salah satunya Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Baca Juga : OTT Mahkamah Agung: KPK Minta Hakim Agung Sudrajad Dimyati Menyerahkan Diri

Hakim Agung Sudrajad diduga ikut menerima suap terkait perkara pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. “Berdasarkan saksi dan bukti yang cukup, penyidik menetapkan 10 orang tersangka,” ujar Firli, Jumat.

Selain Sudrajad, Firli menyebutkan sembilan tersangka lainnya, seorang panitera di MA bernama Elly Tri Pengestu, empat PNS MA yakni Desy Yustria, Muhadjir Habibie, Redi dan Albasri.

Kemudian, dua pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Selanjutnya, dua orang swasta yakni Heryanto Tanaka yang merupakan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana dan Ivan Dwi Kusuma Suyanto.

Firli mengungkapkan tim KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menemukan uang 205.000 dolar Singapura dari tangan Desy Yustria. Selain itu ada penyerahan uang dari Albasri Rp50 juta.

KPK menduga Desy dan kawan-kawan juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di Mahkamah Agung. Dia menuturkan tim penyidik KPK akan mendalami hal itu lebih lanjut.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Hakim Agung Sudrajad Minta Restu ke MA, Siap Penuhi Panggilan KPK

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pemuda Katolik Jateng: Usut Tuntas Mutilasi Saksi Kasus Korupsi Semarang

      Pemuda Katolik meminta kepada aparat kepolisian, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar segera menangkap aktor intelektual dalam kasus kematian ini.

      Ferdy Sambo segera Disidang, Ibunda Brigadir J: Semoga Kebenaran Terungkap

      Ibunda Brigadir J, Rosti Hutabarat berharap sidang kasus pembunuhan anaknya nanti dapat mengungkapkan kebenaran sesungguhnya.

      Jalankan Skenario Ferdy Sambo, Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Disidang Etik

      Mereka dianggap ikut dalam skenario rekayasa kematian Brigadir J yang dibuat Ferdy Sambo. 

      Meratus, Kerak Samudera Tertua Indonesia Menuju Geopark Kelas Dunia

      Kawasan pegunungan tua di tenggara Pulau Kalimantan serta membelah Provinsi Kalimantan Selatan, Meratus, tengah diajukan dalam deretan taman bumi atau geopark kelas dunia.

      Miliki Kokain di Bali, Warga Selandia Baru Terancam Hukuman Mati

      Warga Selandia Baru berinisial MP, 42, itu dibekuk aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali pada 30 Agustus 2022 lalu.

      Segera Daftar! Pendaftaran Beasiswa BPI Kemdikbudristek Ditutup Besok

      Melalui pembukaan BPI gelombang kedua itu, Kahar berharap pemerintah dapat membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

      Investasi Batu Bara Yusuf Mansur Diusut: Dugaan Penipuan hingga Pencucian Uang

      Bisnis batu bara itu diikuti ratusan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Bogor, Jawa Barat dengan nilai investasi lebih dari Rp50 miliar.

      Bareskrim Polri Usut Investasi Batu Bara Yusuf Mansur, 4 Investor Diperiksa

      Bareskrim Mabes Polri memanggil 10 orang investor batu bara Yusuf Mansur untuk dimintai keterangan pada Rabu (28/8/2022).

      Bak Film Selamatkan Bumi, Pesawat NASA Tabrak Diri ke Asteroid

      Layaknya film Armageddon, pesawat luar angkasa NASA menabrakkan diri ke asteroid raksasa untuk menyelamatkan Bumi.

      Ini Sosok Jenderal yang Diculik PKI, Salah Satunya Lahir di Sragen

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan jenderal yang diculik dan dibunuh PKI pada peristiwa G30S/PKI.

      KPK akan Panggil Lagi Gubernur Papua Lukas Enembe

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil kembali Gubernur Papua, Lukas Enembe, untuk diperiksa sebagai tersangka.

      MK Tolak Gugatan PKS, Presidential Threshold Tetap 20 Persen

      MK menolak gugatan pengujian Undang-Undang No.7/2017 tentang Pemilihan Umum berkaitan dengan presidential threshold 20 persen yang diajukan PKS.

      Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs P21, Pengacara Bharada E: Fokus Persiapan Mental

      Pengacara Bharada E, Ronny Talapesy, mengatakan pihaknya fokus mempersiapkan mental Bharada E setelah Kejagung menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir J lengkap.

      Bela Lukas Enembe, AHY: Dia Sering Dikriminalisasi dan Dipolitisasi

      Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe sering mengalami kriminalisasi dan politisasi.

      Partai Demokrat akan Beri Bantuan Hukum bagi Gubernur Papua Lukas Enembe

      Partai Demokrat akan mengirim bantuan hukum untuk Gubernur Papua, Lukas Enembe.