OTG Sragen yang Depresi Saat Dikarantina Ternyata Kuli Panggul Pasar Kobong Semarang
Ilustrasi karantina. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN – Seorang OTG Covid-19 Sragen yang depresi saat dikarantina sampai dilarikan ke RSJ Solo ternyata bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Kobong Semarang. OTG berinisial S, 58, itu tercatat sebagai warga Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen.

Dia yang terjangkit Covid-19 harus menjalani perawatan di Ruang Isolasi Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin Solo. S mengalami depresi saat menjalani karantina di Gedung Technopark Ganesha Sukowati.

Pesta Pernikahan Bikin 80 Tamu Positif Covid-19, Pengantin Meninggal

Kasi Pelayanan, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanon, Dawam, mengatakan S yang berstatus OTG sudah menjalani masa karantina di kompleks Gedung Technopark Ganesha Sukowati selama lebih dari sepekan. Tetapi bukannya sembuh, OTG Sragen itu malah mengalami depresi.

Hal itu membuat Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen membawa S ke RSJD dr. Arif Zainudin Solo pekan lalu.

“Sebetulnya Pak S ini tidak punya riwayat penyakit kejiwaan. Namun, dia mengalami depresi saat menjalani karantina. Mungkin paparan virus corona itu terlalu membebani pikirannya sehingga ia depresi,” ujar Dawam kepada Solopos.com, Selasa (30/6/2020).

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot 

Dawam menjelaskan total ada enam warga Desa Tanon yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona. Mereka semua adalah kuli panggul di Pasar Kobong Semarang yang berstatus OTG.

OTG dari Desa Tanon

Satu di antara mereka bernama Samin, sudah dinyatakan sembuh pada Minggu (28/6/2020) lalu. Saat ini, masih ada empat warga Desa Tanon yang menjalani karantina di kompleks Gedung Technopark Ganesha Sukowati. Satu OTG asal Tanon, Sragen, lainnya dirawat di RSJD dr Arif Zainudin Solo akibat depresi.

“Supaya tidak depresi, saya mengantar keluarga dari warga kami yang positif corona itu untuk memberikan dorongan moral dan motivasi. Kehadiran keluarga mereka mudah-mudahan bisa menguatkan mental dia untuk sembuh,” papar Dawam.

Jadi Pengemis, Pria Ngrampal Sragen Kantongi Rp250.000/Hari, Punya Sapi dan Motor Juga Loh

Kepala DKK Sragen, dr Hargiyanto, membenarkan satu warga positif corona dirawat di RSJD dr. Arif Zainudin Solo. Dia memaklumi warga Sragen berstatus OTG yang menjalani karantina rentan depresi.

Oleh sebab itu, dia meminta saudara, teman, atau keluarganya untuk memberikan dorongan motivasi maupun dukungan moral supaya mereka cepat sembuh.

“Yang sudah sembuh dan dibolehkan pulang, kami minta dia tetap menjalin komunikasi dengan teman yang belum sembuh. Motivasi mereka supaya cepat sembuh. Beri dukungan kepada mereka. Yakinkan mereka bisa sembuh,” terang Hargiyanto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho