Ortu Siswa yang Namanya Hilang di PPDB SMAN 1 Gondang Lapor Polisi

Yakin ada indikasi tindak kriminal, dua orang tuan calon siswa yang namanya hilang dari daftar PPDB 2022 di SMAN 1 Gondang, Sragen, melapor ke polisi.

 Orang tua calon siswa membawa bukti-bukti terkait hilangnya delapan nama calon siswa di PPDB SMAN 1 Gondang, Sragen, saat melapor ke Mapolres Sragen, Senin (4/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Orang tua calon siswa membawa bukti-bukti terkait hilangnya delapan nama calon siswa di PPDB SMAN 1 Gondang, Sragen, saat melapor ke Mapolres Sragen, Senin (4/7/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Dua orang tua calon siswa SMAN 1 Gondang, Sragen, melapor ke polisi setelah nama anak mereka mendadak hilang dari daftar PPDB 2022. Mereka menduga ada orang yang membajak akun PPDB anak mereka agar tak diterima di SMAN 1 Gondang

Mereka datang ka Mapolres Sragen (4/7/2022) didampingi anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Salah satu orang tua calon siswa, Dewi Fitria, 39, menerangkan anaknya yang bernama Kayla Achanea Kohedi awalnya mendaftar di SMAN 1 Gondang lewat jalur zonasi.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Karena jarak rumahnya ke sekolah itu hanya 250 meter maka anaknya menempati urutan ketiga. Nama anak Dewi tiba-tiba hilang dari daftar jalur zonasi dan masuk ke jalur prestasi.

“Padahal anak saya itu tidak mendaftar ke jalur prestasi. Nama itu sempat muncul di jalur prestasi kemudian hilang lagi. Aneh, kalau geser-geser itu mestinya masih di jalur zonasi tetapi kenapa pindah ke jalur prestasi. Sekarang nama anak saya hilang dari daftar,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres.

Baca Juga: Nama 8 Siswa di Sragen Tiba-Tiba Menghilang, Sekolah Lapor ke Provinsi

Ia kemudian mendatangi ke sekolah dan mendapat informasi bahwa akun anaknya dibajak. “Saya minta tindaklanjutnya karena anak saya tidak mendaftar ke sekolah lain. Kami minta ada kebijakan supaya anak saya tetap sekolah di SMAN 1 Gondang,” ujar Dewi.

Dewi sempat mengadu ke Kapolsek Gondang dan diarahkan ke kepala sekolah. Saat ke sekolah itulah Dewi bertemu dengan Bambang Widjo Purwanto dan kemudian diajak melapor ke Polres.

Orang tua calon siswa lainnya, Burhanudin, 53, warga Tambakboyo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, mengatakan anaknya atas nama Abel Abadi Putra merupakan salah satu dari delapan nama yang hilang mendadak.

Dibajak Orang dari Jawa Timur

Dia mengaku anaknya berada di urutan ke-81 pada Jumat (1/7/2022). Setelah pukul 16.00 WIB, saat pendaftaran ditutup tiba-tiba nama Abel hilang dan pindah ke sekolah lain.

Baca Juga: Nama 8 Siswa Sragen Hilang, Panitia PPDB: Kode Pembajak dari Jatim

“Padahal anak saya itu tidak mengubah atau mengotak-atik pendaftaran. Saya tanya ke panitia, katanya server hang dan diminta menunggu sampai Senin ini. Hari ini katanya akunnya dibajak dari wilayah Jawa Timur. Jarak rumah saya ke sekolah itu hanya 1,692 km. Padahal nama terjauh yang diterima itu jaraknya 3,9 km,” jelasnya.

Dia mendesak supaya anaknya dan tujun anak yang namanya hilang itu tetap diterima di SMAN 1 Gondang. Burhanudin juga meminta polisi mengusut kasus ini. “Anak saya itu tidak pernah mengubah password. Akun dan password itu dari sekolah,” katanya.

Anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto, mengatakan kedatangan ke Polres Sragen ini untuk melaporkan kronologi hilangnya delapan nama calon siswa yang hilang tiba-tiba. Dia mengatakan pihak sekolah tidak bisa memberi solusi.

Baca Juga: Gubernur Didesak Ambil Kebijakan Untuk Nasib 8 Siswa di Sragen

“Saya melihat ini ada indikasi perbuatan tindak kriminal maka kami melapor ke polisi. Entah bagaimana hasilnya yang jelas agar tidak terulang di kemudian hari,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Walah, Proyek Rel Layang Joglo Solo Munculkan Lokasi Kemacetan Baru

      Pengerjaan tahap II proyek rel layang memunculkan lokasi kemacetan baru di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo.

      Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

      Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

      Ada Fashion Show Batik Ciprat Karya Disabilitas di Karnaval Wonogiri

      Batik ciprat buatan penyandang disabilitas asal Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, turut ditampilkan saat karnaval kebangsaan di Kecamatan Kismantoro, Kamis (18/8/2022).

      Soto Budhe Djiman Boyolali, 31 Tahun Gratis untuk Anak Yatim Piatu

      Pasangan suami istri pemilik Warung Soto Budhe Djiman, Jiman, dan Sri Arbaini, selalu menggratiskan makan dan minum bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sejak tahun 1991.

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

      Tersangka Ungkap Alasannya Nekat Jual Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Dua tersangka, S dan G, mengungkapkan alasannya nekat jual lahan Bong Mojo yang merupakan aset Pemkot Solo.

      Produktivitas Kedelai Lebihi Target, Cawas Dilirik Jadi Soybean Village

      Kecamatan Cawas digadang-gadang menjadi soybean village, perkampungan yang mengembangkan kedelai dari hulu hingga hilir.

      Asal Usul Kenapa Kaki Gunung Lawu di Karanganyar Dinamakan Tawangmangu

      Asal usul kenapa wilayah kaki Gunung Lawu di Karanganyar dinamakan Tawangmangu tak lepas dari sejarah tentang Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa.

      Ditetapkan, Ini 2 Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo

      Polresta Solo menetapkan dua orang berinisial S dan G sebagai tersangka dalam kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

      Produksi Sorgum di Wonogiri Menurun, Kini Tak Sampai 1.000 Ton/Tahun

      Produksi tanaman sorgum di Wonogiri cenderung turun dari tahun ke tahun.

      Diduga Karena PKH Mau Cair, Harga Telur di Karanganyar Naik Lagi

      Harga telur di Pasar Jungke, Karanganyar, naik terus dalam sepekan ini. Diduga hal ini ada kaitannya dengan rencana pemerintah mencairkan bantuan program keluarga harapan (PKH).

      Wah! 86 Lokasi Dibor untuk Fondasi Pilar Jembatan Rel Layang Joglo Solo

      Pembangunan rel layang di Simpang Joglo, Solo, memasuki tahap II di mana pelaksana mulai mengebor 86 lokasi untuk fondasi pilar jembatan.

      Air Umbul Manten Klaten untuk Budi Daya Ikan, Hasilnya Mengejutkan

      Umbul Manten terletak di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.