Ortu Meninggal karena Covid-19, Bocah Yatim Piatu di Kaltim akan Dibantu Dinsos Sragen

Dinsos Sragen menindaklanjuti informasi adanya bocah berumur 10 tahun, Alviano Dafa Raharjo, yang menjadi yatim piatu karena ortu meninggal karena Covid-19.

 Petugas Dinsos Sragen berfoto bersama dengan keluarga Vino yang ada di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Jumat (23/7/2021).(Istimewa/Dinsos Sragen)

SOLOPOS.COM - Petugas Dinsos Sragen berfoto bersama dengan keluarga Vino yang ada di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Jumat (23/7/2021).(Istimewa/Dinsos Sragen)

Solopos.com, SRAGEN—Dinas Sosial (Dinsos) Sragen menindaklanjuti informasi adanya bocah berumur 10 tahun, Alviano Dafa Raharjo, yang menjadi yatim piatu karena ibunya meninggal pada Senin (19/7/2021) dan ayahnya menyusul meninggal dunia pada Selasa (20/7/2021).

Bocah yang baru duduk di kursi Kelas IV SD tersebut tinggal di Kampung Linggang Purworejo RT 004, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kasi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Dinas Sosial Sragen Urbaniyah Eko Sakti berkunjung ke keluarga bocah yang biasa disapa Vino atau Alvin itu di dua alamat simbahnya di wilayah Kecamatan Sambirejo dan Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jumat (23/7/2021) lalu.

Baca Juga: Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Tidak Seheboh yang Dikabarkan

Urba, sapaannya, mengunjungi pasangan Yatin-Suparti, orang tuanya ibunya Vino, almarhumah Lina Safitri , yang tinggal di Dukuh Kedungnolo RT 019, Desa Gringging, Sambungmacan. Selain itu, Urba juga mendatangi kedaiaman orang tua Kino Raharjo almarhum yang tidak lain ayah Vino, yakni Mitro Kiman-Panikem, yang tinggal di Dukuh Bayanan RT 014, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen.

“Dari hasil kunjungan ke rumah simbah-simbah dari Vino ternyata kondisinya tidak seheboh yang diberitakan. Vino memang melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Kutai Barat setelah kedua orang tuanya meninggal. Vino tinggal di rumah yang bersebelahan dengan rumah pakdenya. Ada tiga orang pakde/bude di sana yang menjaga Vino dan menghidupi Vino,” ujar Urba saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (24/7/2021).

Orang tua Vino, yakni pasangan Kino-Lina memang asli Sragen. Urba mengatakan mereka merantau ke Kutai Barat dengan membawa anak laki-lakinya, Vino. Urba mengatakan kedua orang tua Vino dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit setempat hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Permohonan Bansos Sembako Untuk Warga Isoman Meroket, Pemkab Karanganyar Kewalahan

“Sebelum meninggal, almarhum Kino sempat menghubungi kakak kandungnya di Jambeyan, Sambirejo, dan berpesan titip Vino supaya diasuh. Kakak kandung Kino siap mengasuh dan mendidik Vino. Demikian pula dari keluarga ibunya Vino di Sambungmacan juga siap mengasuh dan mendidik. Siapa yang mengasuh Vino biar si anak sendiri yang memilih karena itu urusan keluarga,” katanya.

Urba mengatakan untuk penjemputan Vino pulang ke Sragen harus menunggu masa isolasi mandiri selesai, yakni sampai 25 Juli 2021 mendatang. Dia mengatakan untuk penjemputan Vino ke Kutai Barat akan dilakukan setelah selesai isolasi mandiri dan akan dikoordinasikan dengan pihak keluarga. Urba saat berkunjung ke Sambirejo dan Sambungmacan sudah berkoordinasi dengan kecamatan setempat.

Camat Sambungmacan, Y. David Supriyadi, mengatakan untuk penanganan bocah asal Sragen yang tinggal di Kutai Barat sudah ditangani Dinas Sosial. Dia mengatakan pihak Dinsos sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sambungmacan saat berkunjung ke rumah simbah bocah itu di Sambungmacan.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Ramai Banteng Vs Celeng di PDIP, Dencis: Jangan Sak Karepe Dewe!

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Denny Nurcahyanto alias Dencis mengomentari polemik banteng vs celeng yang belakangan memanas di internal parpol tersebut.

Minim, Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Sukoharjo Baru Terserap 15%

Serapan bantuan subsidi bunga pinjaman modal UMKM yang digulirkan Pemkab Sukoharjo untuk mendorong pemulihan ekonomi hingga Oktober ini baru mencapai 15%.

Rombongan Suporter asal Jogja Lintasi Colomadu, Sempat Bikin Macet

Rombongan konvoi suporter asal Jogja sempat bikin macet saat melintas di Colomadu, Karanganyar, dalam perjalanan pulang dari Solo.

Kisah Sukarelawan Klaten, Tak Panik Saat Tahu Terpapar Covid-19

Sukarelawan BPBD Klaten justru terang-terangan memberitahukan ke beberapa orang yang telah ditemuinya bahwa dirinya sedang terpapar virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

BPR BKK Wonogiri Laba Capai Rp8,5 Miliar

Dari hasil usaha 2021 ini diproyeksikan dapat memberikan deviden bagi dua pemegang saham, yakni Pemprov Jateng dan Pemkab Wonogiri pada 2022 mendatang total senilai Rp4,639 miliar.

Walah, Polemik Banteng Vs Celeng PDIP Disebut Hanya Setingan

Polemik di internal PDIP hingga memunculkan narasi banteng vs celeng belakangan ini disebut hanya setingan untuk menaikkan popularitas Ganjar dan PDIP.

BPS Kaji Dampak Pandemi Terhadap Pelaku Usaha

Survei ini menjadi sarana mendapatkan informasi kondisi kegiatan usaha terkini.

Terdampak Tol Solo-Jogja, Lahan Kas Desa di Klaten Malah Bertambah

Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi.

Siap-Siap Pedagang Boleh Berjualan Lagi di Alun-Alun Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pelonggaran ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Anggota Ormas Patriot Ganjar Pranowo Diklaim Tersebar di 4 Benua

Anggota ormas Patriot Ganjar Pranowo (Pagar) yang akan deklarasikan dukung Gubernur Jateng itu di Pilpres 2024 pada Sabtu (16/10/2021) ini tersebar di empat benua.

Mobil Listrik Klasik untuk Wisata Solo Segera Beroperasi, Ini Rutenya

Dinas Perhubungan Kota Solo merancang tujuh rute yang akan dilewati mobil listrik wisata bergaya klasik bantuan dari Tahir Foundation.

Punya Wilayah Rawan Longsor, Musuk Dijadikan Desa Tangguh Bencana

Satu dusun di Desa Musuk, Kecamatan Sambirejo, Sragen, merupakan kawasan bencana longsor. Dusun itu dihuni lebih dari 42 keluarga.

3 Pemanjat Tugu Triangulasi Terungkap, Dilarang Setahun Naik Merbabu

Tiga pendaki salah satunya dari Sukoharjo dikenai hukuman larangan mendaki Gunung Merbabu selama setahun karena memanjat Tugu Triangulasi di puncak Merbabu.

Ada Polemik Banteng Vs Celeng, DPC PDIP Klaten Adem Ayem

 Pengurus PDIP Klaten menilai masih terlalu dini untuk berbicara tentang sosok kader PDIP yang pantas maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Rubicon Hilang di Sukoharjo Ketemu? Polres: Kasusnya Ditangani Polda

Polres Sukoharjo mengatakan kasus mobil Jeep Wrangler Rubicon hilang di perumahan elite wilayah Gentan ditangani Polda Jateng.