Tutup Iklan
Plh. Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol Jateng, Ibnu Kuncoro (kedua dari kiri), saat menghadiri acara Diskusi Bersama Parlemen di Gets Hotel Semarang, Kamis (29/8/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Perkembangan organisasi masyarakat (ormas) di Jawa Tengah (Jateng) terbilang cukup pesat dalam satu tahun belakangan ini.

Pelaksana harian (Plh.) Kepala Bidang Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Ibnu Kuncoro, mengatakan hingga 2019 jumlah ormas di Jateng mencapai 143 organisasi. Jumlah itu naik atau lebih banyak sekitar 10% dibanding tahun lalu.

"Saat ini jumlah ormas yang ada di Jateng mencapai 143. Paling banyak ormas yang bergerak di bidang kesejahteraan masyarakat," terang Ibnu saat dijumpai wartawan seusai acara Diskusi Bersama Parlemen di Gets Hotel, Kota Semarang, Kamis (29/8/2019).

Ibnu menambahkan seluruh ormas itu selama ini dalam pengawasan Badan Kesbangpol Jateng. Selama pengawasan itu, Badan Kesbangpol Jateng tak pernah menemukan ada ormas yang bermasalah atau berideologi radikal.

"Semua ormas terus kita rangkul. Kita berikan pembinaan dan selalu kita gandeng dalam berbagai kegiatan. Sejauh ini enggak ada yang bermasalah, kalau pun ada itu personalnya bukan organisasi," terang Ibnu.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jateng, Amir Darmanto, meminta ormas-ormas yang ada di Jateng bisa saling bersinergi untuk menjaga persatuan dan merawat kebhinnekaan.

Pihak legislatif, lanjut Amir selalu mendukung langkah pemerintah dalam melakukan pembinaan, maupun mencegah masuknya paham radikalisme.

"Selama ini kan dari DPRD juga sudah memberikan anggaran dari APBD untuk pembinaan ormas. Jadi kami harapkan ormas juga mendukung program pemerintah dalam menjaga persatuan dan kesatuan," tutur politikus PKS itu.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten