Beberapa produk perlengkapan mahar pernikahan terpajang di kios Hendro Priyanto di kawasan Sriwedari, Solo, Kamis (7/9/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Pesanan pembuatan perlengkapan mahar pernikahan di Solo meningkat sejak Lebaran usai.

Solopos.com, SOLO -- Pesanan pembuatan perlengkapan mahar untuk pernikahan di Solo meningkat dua kali lipat sejak Lebaran. Pesanan itu sebagian besar dari Solo. Sementara harga produk tidak mengalami peningkatan.

Pengrajin perlengkapan mahar pernikahan di kawasan Sriwedari, Hendro Priyanto, sibuk menyelesaikan pesanan mahar di kiosnya saat disambangi Solopos.com, Kamis (7/9/2017). Meski sudah ada beberapa produk yang jadi dan dipajang di depan kiosnya, masih banyak nota pemesanan tertempel di papan samping meja kerjanya.

Dia mengatakan awal bulan ini mendapatkan 36 pesanan. Pada Kamis siang, baru 14 pesanan yang sudah jadi. Dia mengatakan sejak Lebaran lalu pemesanan perlengkapan mahar meningkat sekitar dua kali lipat.

Sebelumnya dalam sehari rata-rata ada satu pesanan atau 30 pesanan dalam sebulan. “Saat ini ada 36 pesanan. Sedangkan bulan sebelumnya lebih banyak, ada sekitar 80 pesanan. Itu pesanan paling banyak selama ini,” kata dia.

Desain perlengkapan mahar di tempatnya cukup beragam. Meski memiliki konsep yang sama, namun antara satu produk dengan produk lainnya memiliki bentuk berbeda. Produk tersebut dibuat secara manual. Namun justru ini yang dipertahankannya.

“Kalau sama persis, saya tidak nyaman dengan pelanggan, sebab maharnya sama dengan milik orang lain,” kata dia.

Selain desain yang sudah ada, dia juga sering mendapat permintaan desain khusus kdari pelanggannya. Dia menceritakan permintaan desain tersebut biasanya disesuaikan kenangan masing-masing calon pasangan pengantin yang memesan perlengkapan mahar.

“Dulu ada yang pesan bentuk gerobak hik. Katanya pasangan itu dulu awalnya kenal dan dekat di warung hik,” kata dia sambil menunjukkan foto mahar berbahan uang kertas berbentuk gerobak hik dari kameranya.

Selain itu ada juga yang memesan bentuk ekskavator beserta truknya. “Calon pengantinya bekerja sebagai sopir dump truck di luar Jawa,” kata dia.

Mahar merupakan pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai laki-laki yang diberikan kepada mempelai perempuan ketika akad nikah. Di tempat Hendro, mahar berupa uang, baik uang kertas maupun uang koin dikemas menjadi berbagai bentuk. Ada yang berbentuk masjid, kapal, wayang, tokoh kartun, dan sebagainya.

Untuk perlengkapan mahar berbentuk tempat ibadah dapat dipesan dengan harga sekitar Rp450.000. Untuk gambar logo antara Rp350.000-Rp400.000. Siluet dari koin dapat dipesan dengan harga Rp300.000-Rp550.000.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten