Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Menanamkan Pendidikan Karakter Anak

Pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak.

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Menanamkan Pendidikan Karakter Anak

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak buang sampah (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Pendidikan karakter anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun juga orang tua. Sinergi sekolah dan orang tua akan menjadikan upaya membangun dan menanamkan karakter anak lebih optimal.

Sejumlah pakar menyebutkan kerja sama yang apik antara orang tua dan sekolah punya peran sentral dalam menanamkan karakter ke siswa. Sebagaimana dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud yang melansir dari cortland.edu disebutkan orang tua adalah guru pertama dan terpenting dalam mendidik karakter anak.

Sekolah harus melakukan apa saja untuk mendukung orang tua. Sebaliknya, orang tua juga harus mendukung upaya sekolah untuk mengajarkan nilai-nilai dan karakter yang baik.

Duet antara orang tua dan sekolah yang kemudian akan memudahkan dalam membangun karakter anak. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh orang tua dan sekolah dalam bekerja sama dalam pendidikan karakter anak.

Misalnya melakukan pertemuan di awal tahun ajaran atau bahkan sebelum tahun ajaran berlangsung. Dalam pertemuan tersebut, tanamkan kesadaran pentingnya peran orang tua dalam penumbuhan karakter anak.

Sekolah bisa mengingatkan orang tua, bahwa karakter anak terbentuk melalui apa yang dilihat, didengar dan dilakukan secara berulang-ulang oleh anak setiap harinya.

Baca Juga: Begini Cara Adopsi Anak Seperti Ruben Onsu & Betrand Peto

Kemudian untuk memperkuat pemahaman orang tua, guru bisa memaparkan beberapa penelitian tentang pengaruh kuat orang tua dalam penumbuhan pendidikan karakter anak.

Bisa juga digelar seminar atau lokakarya tentang pengasuhan anak atau parenting. Sekolah bisa meminta ide dan masukan dari orang tua mengenai topik parenting yang menarik.

”Penting juga untuk mengintegrasikan para orang tua dalam komunitas sekolah. Dalam hal ini, perlu dibentuk semacam komite orang tua untuk perencanaan pendidikan karakter anak.”

Kemudian guru perlu berkomunikasi langsung secara pribadi dengan orang tua. Dalam pertemuan pribadi itu, guru bisa menanyakan mengenai karakter, kebiasaan sehari-hari anak dan perilakunya yang bisa dijadikan pertimbangan guru dalam mendidik anak di kelas.

Sebelum hari pertama sekolah perlu mengundang orang tua bersama anak-anak untuk mengunjungi ruang kelas. Guru juga bisa mengirimkan kalender kegiatan bulanan sekolah.

Pertumbuhan Karakter Anak

Tidak hanya itu, guru perlu mengomunikasikan dengan jelas inti kebijakan sekolah dan rencana pendidikan karakter kepada semua orang tua.

Dalam membuat kebijakan itu, sekolah bisa melakukan survei pada para orang tua dan mengundang komentar, pandangan, masukan dan kritikan para orangtua.

Baca Juga: Mengenal Organic Parenting Ala Finlandia, Apakah Itu?

Orang tua harus diajak untuk memahami dan mendukung kebijakan sekolah dalam penumbuhan karakter anak. Termasuk pula mengajak orang tua berpartisipasi langsung dalam pendidikan karakter anak-anak mereka melalui aktivitas berbasis sekolah.

”Seperti nonton bareng film keluarga, family gathering, dan sebagainya. Bisa juga mengajak orang tua melakukan kegiatan penumbuhan karakter berbasis rumah, seperti makam malam bersama, mendongeng sebelum tidur.”

Menurut penulis buku, pembicara, dan pakar pendidikan karakter, Doni Koesoema, pendidikan karakter hanya akan menjadi sekadar wacana jika tidak dipahami secara lebih utuh dan menyeluruh dalam konteks pendidikan nasional.

Menurut Doni di laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, pendidikan karakter yang dipahami secara parsial dan tidak tepat sasaran justru malah bersifat kontraproduktif bagi pembentukan karakter anak.

Dalam bukunya berjudul Pendidikan Karakter Integral, Doni memberikan formula pendidikan karakter akan efektif dan utuh harus lewat tiga basis desain.

Baca Juga: Begini Tanda Infeksi Covid-19 pada Wanita Hamil

Pertama berbasis kelas. Desain ini berbasis pada relasi guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pembelajar di dalam kelas. Dalam hubungan guru dan siswa, proses pembelajaran tidak secara monolog.

Harus terjadi dialog antara guru dengan siswa. Memberikan pemahaman dan pengertian akan keutamaan yang benar terjadi dalam konteks pengajaran ini. Termasuk manajemen kelas, konsensus kelas, yang membantu terciptanya suasana belajar yang nyaman.

Kemudian berbasis kultur sekolah. Membangun kultur sekolah yang mampu membentuk karakter anak dengan bantuan pranata sosial sekolah agar nilai tertentu terbentuk dan terbatinkan dalam diri siswa.

Misalnya menanamkan nilai kejujuran tidak cukup hanya dengan memberikan pesan-pesan moral kepada anak didik. Pesan moral ini mesti diperkuat dengan penciptaan kultur kejujuran melalui pembuatan tata peraturan sekolah yang tegas dan konsisten terhadap setiap perilaku ketidakjujuran.

Terakhir berbasis komunitas. Dalam mendidik, komunitas sekolah tidak berjuang sendirian. Masyarakat di luar lembaga pendidikan, seperti keluarga, masyarakat umum, dan negara, juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengintegrasikanpendidikan karakter anak.

Berita Terkait

Berita Terkini

Hoaks, Suara Azan Dapat Kecilkan Ukuran Virus

Muncul klaim suara azan bisa mengecilkan ukuran virus corona SARS-CoV-2. Klaim ini lantas merekomendasikan masjid-masjid tetap buka selama Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hoaks Ambulans Kosong dan Teror pada Pekerja Kemanusiaan

Belakangan terjadi peristiwa yang memprihatinkan, yaitu warga melempari ambulans dengan batu. Pemicunya kemungkinan hoaks di media sosial.

SPBU Tutup Sementara Selama Sepekan? Pertamina: Hoaks!

Pertamina memastikan penutupan sementara SPBU pada pekan depan adalah hoaks. Pasokan BBM dan gas diklaim aman.

Minuman Panas Tak Sembuhkan Covid-19

Sebuah video yang beredar di Whatsapp memperlihatkan di Tiongkok muncul kasus Covid-19 baru. Meski demikian, kasus ini tidak memiliki korban jiwa lantaran warga Tiongkok rajin meminum air panas. Video tersebut masuk kategori hoaks.

Hoaks Obat Covid Bebas Dikonsumsi dan Konsekuensinya

Sebuah pesan beredar melalui aplikasi Whatsapp. Pesan itu menyebutkan sebuah resep obat bagi pasien Covid-19. Ada anjuran obat ini dikonsumsi mereka yang sakit tidak terlalu parah sehingga hanya memerlukan perawatan di rumah.

Jangan Gunakan Air Lemon untuk Obati Covid-19

Setelah kemunculan hoaks meminum bahan-bahan seperti bawang merah, garam, dan lemon dapat menyembuhkan Covid-19, kali ini muncul hoaks lain, yaitu memasukkan air perasan lemon ke hidung sebagai obat.

Pesan Berantai di WA Soal Ledakan Kasus Covid-19 Klaten, Polisi Tegaskan Itu Hoaks!

Pesan berantai itu menyebutkan kasus Covid-19 di Jateng meledak pekan ini. Kota Klaten menempati peringkat I, yakni mencapai 11.876 orang pasien Covid-19.

Hoaks Seputar Covid-19, dari Minyak Kayu Putih hingga Kapur Barus

Sebuah pesan beredar mengklaim bahwa menghirup kapur barus, cengkeh, biji kanom, dan minyak kayu putih bisa meredakan sesak napas yang timbul akibat infeksi Covid-19.

Muncul Hoaks Vaksin Picu Mutasi Gen hingga Sebabkan Kematian

Infodemi terkait vaksin masih terjadi. Salah satunya klaim vaksin Covid-19 merupakan terapi gen yang memicu mutasi gen dan menyebabkan kematian pada pada 5-10 tahun sesudahnya.

Uap Jambu, Jahe, hingga Cuka Obat Covid-19? Cek Faktanya!

Sebuah unggahan di Facebook mengklaim menghirup uap daun jambu, bawang putih, lemon hingga cuka bisa mengobati Covid-19.

Hoax! Pesan Berantai "Agenda Komunis Internasional RRC" Catut Berita Solopos.com

Pesan berantai yang memuat narasi "Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional" tak berhubungan dengan berita yang diterbitkan Solopos.com.

Cek Fakta: Virus Inaktif Vaksin Sinovac Bisa Hidup Kembali Adalah Hoax

Klaim virus inaktif di vaksin Sinovac dapat hidup kembali adalah informasi yang salah alias disinformasi.

Cek Fakta: Hoax Pemimpin Dunia Divaksin Pakai Jarum Suntik Palsu

Klaim yang menyebut pemimpin dunia menggunakan jarum palsu saat suntik vaksin Covid-19 adalah klaim yang keliru.

Cek Fakta: Alat Tes PCR Bikin Kasus Covid-19 Makin Banyak?

Rapid test maupun PCR tidak menyebabkan infeksi virus Corona penyebab Covid-19, begitu pun dengan klaim Tanzania yang bebas Covid-19, dibantah oleh laporan WHO.

Foto Bayi Selamat Dari Kecelakaan Sriwijaya Air yang Viral Dipastikan Hoaks

Foto bayi selamat dari kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 beredar luas di media sosial, namun dipastikan hoaks.

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Klaim bahwa ruqyah bisa mengobati Covid-19 merupakan klaim sesat.

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Informasi itu mencantumkan pula batasan waktu penukaran yaitu hingga akhir tahun.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

WHO mengeluarkan rekomendasi baru yakni penggunaan masker bagi semua orang dan memperpanjang jarak minimal protokol kesehatan menjadi 6 kaki atau sekitar 1,8 meter.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Pencegahan Covid-19 bisa dilakukan melalui disiplin melaksanakan 3M.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan hajatan seperti kabar yang viral di Facebook.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Pernyataan menyesatkan lainnya juga ada dalam klaim bahwa virus corona tidak menyebar melalui udara.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Pernyataan Yahya merupakan tafsir keliru atas pernyataan Jokowi.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Unggahan Gibran bercita-cita membebaskan Palestina adalah hoax.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Sebagian besar isi konten unggahan Big Video tersebut berasal dari video dan foto-foto yang beredar liar di Instagram.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Pesan itu ditutup dengan, “Jangan simpan informasi ini hanya untuk diri sendiri. Sampaikan kepada semua anggota keluarga, sahabt dan teman Anda.”

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Dikutip dari akun Twitter resminya, Younus merupakan Chief of Infectious Diseases, University of Maryland Upper Chesapeake Health (UM UCH).

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Klaim Rocky Gerung telah menjadi mualaf adalah salah.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Pemerintah tidak pernah mengadakan pendaftara melalui formulir untuk KIP.

Cek Fakta: Tidak Benar Ustaz Yusuf Mansur Meninggal Dunia

Kabar yang beredar Ustaz Yusuf Mansur meninggal dunia adalah hoax.

Cek Fakta: Kode Ini Tampilkan Kedaluwarsa Tabung LPG?

Informasi kode kedawularsa di tabung gas elpiji adalah hoax.

Cek Fakta: Pesawat N250 BJ Habibie Jatuh di Tol Banyumanik? Ini Faktanya

Beredar informasi hoax soal pesawat bikinan BJ Habibie jatuh di Semarang.

Cek Fakta: Gedung Kejaksaan Terbakar, Luhut Minta Pemutihan Kasus Korupsi [Hoax]

Kabar Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan pemutihan kasus korupsi adalah Hoax.

Viral, Driver Ojol Kehilangan Motor Usai Ngemut Payudara Penumpang? Cek Faktanya

Kabar driver ojol di Surabaya kehilangan motor gara-gara ngemut payudara penumpang adalah disinformasi diduga daur ulang anekdot yang telah lama beredar.

Cek Fakta: Hoax Satu Kontainer Sabu Disita Polisi Beredar di Grup Facebook Boyolali kota

Video itu merupakan video lawas yang diunggah kembali ke media sosial.

Cek Fakta: Jokowi Serahkan Jabatan Presiden ke Prabowo [HOAX]

Informasi “Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo” adalah misleading content atau konten yang menyesatkan.

Abu Janda Jadi Tumbal Uji Coba Vaksin Covid-19

Saat ditelusuri tim Cek Fakta Solopos.com, gambar yang diunggah adalah hasil rekayasa dari berita yang diunggah situs Viva.co.id.

Cek Fakta: Dokter Mahfoudz Ungkap Konspirasi Vaksin Amerika [Hoax]

Gambar pria botak di meme tersebut adalah Steve Wolfe atau Johnny Sins, yang diketahui adalah bintang seorang porno.

Cek Fakta: [Hoaks] Kaesang Calon Wali Kota Solo: Daging Babi Enak

Selain memuat konten yang dimanipulasi, akun @fadlannuuwaar juga menulis informasi yang keliru. Pasalnya, Kaesang bukan Wali Kota Solo.

Cek Fakta: Menguji Klaim Hadi Pranoto "Profesor" di Video Anji Manji

Hadi menyebutkan rapid test dan uji swab polymerase chain reaction (PCR) tidak bisa menjadi rujukan untuk vonis Covid-19.

Cek Fakta: Siti Fadilah Supari Membocorkan Vaksin dari Amerika?

Video Siti Fadilah Supari yang beredar di media sosial itu merupakan video lama.

Cek Fakta: Benarkah PDIP Solo Makzulkan Gibran Putra Jokowi?

Muatan video mengandung disinformasi dengan keterkaitan yang salah lantaran rekaman asli tidak mendukung konten yang disampaikan.

Cek Fakta: Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Covid-19 Beredar di China?

Sebagian besar infeksi virus SFTS terjadi melalui kutu Haemaphysalis Longicornis.

Cek Fakta: Kenapa di Wisma Atlet Tak Ada Pasien Covid-19 Kejang-Kejang?

Pemandangan di Wisma Atlet yang tak mengerikan dipertanyakan netizen di Instagram.

Cek Fakta: Drama Corona, Kenapa di Indonesia Tak Ada Pasien Bergelimpangan?

Unggahan provokatif akun Instagram @teluuur menggabungkan narasi dan sebuah video soal virus corona di China.

Cek Fakta: Klaim Klepon Tidak Islami False Flag & Siapa Abu Ikhwan Aziz?

Meme "Klepon Tidak Islami" diunggah dengan menyamarkan sumber tanggung jawab yang sebenarnya.

Cek Fakta: Termometer Tembak Sebabkan Kerusakan Otak? Cek Faktanya

Termometer tembak ada beberapa jenis disesuaikan dengan fungsinya.

Cek Fakta: Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Covid-19 Mewabah di China?

Kabar virus SFTS adalah virus baru dari China adalah missinformasi.

Cek Fakta: Tak Pakai Masker di Jateng Bakal Ditilang Rp150.000 Hoaks

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, membantah telah mengeluarkan instruksi soal denda bagi warga yang tak pakai masker.

Cek Fakta: Triliunan Manusia Panjat Dinding Gedung DPR dan Monas?

Foto yang disebar adalah hasil rekayasa diambil dari gambar yang diunggah beberapa tahun lalu.

Cek Fakta: Hana Hanifah Joget di Kantor BIN? Ini Faktanya

Video Hanah Hanifah berjoget di kantor BIN adalah disinformasi.

Pesan Berantai Denda Tilang Warga Tak Bermasker di Jateng Hoaks!

Pemberlakuan denda minimal ada produk hukum yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda)

Heboh Kentut Member Twice Dijual Rp300.000? Cek Faktanya

Kabar kentut member Twice dijual Rp300.000 adalah hoax yang disebarkan secara viral lewat media sosial.

Cek Fakta: 1.000 Santri Kudus Tak Sadarkan Diri Usai Rapid Test dengan RS Swasta dari China

Klaim 1.000 santri Kudus tak sadarkan diri setelah ikut rapid test adalah salah atau disinformasi.

Hoaks Mantan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi Meninggal Dunia, Cek Faktanya

Hoaks mantan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi dikabarkan meninggal dunia.

Beredar Hoaks Warga Klaten Tak Bermasker Didenda Rp250.000, Ini Faktanya

Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten memastikan kabar pemberlakuan denda Rp250.000 bagi warga yang tak bermasker tidak benar alias hoaks.

Info Denda Rp250.000 Jika Tak Pakai Masker di Sragen Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Informasi soal denda Rp250.000 kepada orang yang tidak memakai masker di Sragen dipastikan hoaks.

Video Pocong Gentayangan di Purbalingga Ternyata Hoaks, Penyebarnya Gadis ABG

Video pocong gentayangan di Purbalingga ternyata hoaks.

Heboh Sepatu Berlogo PKI Dijual di Jalan Kramat Jaya, Cek Faktanya

Foto yang diunggah pengguna Facebook Akhwat DiRantau juga ditemukan dalam unggahan akun Instagram @hytrape.sneakers.

Beredar Hoaks Corona Bukan Virus Melainkan Bakteri, Ini Faktanya

Sebuah pesan hoaks mencatut Kementerian Kesehatan Italia yang menyatakan virus corona ternyata bakteri beredar luas di grup-grup whatsapp.

Beredar Kabar Sidak & Tes Covid-19 di Mal Paragon Solo, Ini Faktanya!

Beredar pesan berantai di tengah masyarakat Solo yang menyebutkan terjadi sidak dan tes kesehatan Covid-19 di Mal Solo Paragon.

Email Kemenkes Terkait Pemeriksaan Covid-19 Dipastikan Hoaks, Ini Faktanya!

Beredar email yang dikirim kepada masyarakat dan tertulis dari Kementerian Kesehatan Kemenkes untuk meminta penerima agar melakukan pemeriksaan Covid-19.

Video Viral Sitkom Bajaj Bajuri 2002 Bahas Virus Corona, Cek Faktanya!

Video Sitkom Bajaj Bajuri membahas virus corona viral di media sosial.

Hoaks Didi Kempot Dimakamkan Pakai Jas, Ini Faktanya

Banyak kabar hoaks yang bermunculan seputar Didi Kempot. Di antaranya adalah soal pemakaman dan nama asli sang maestro campursari tersebut.

Kabar Penjahat Turun Serentak dan Gerilya di Solo Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Kabar penjahat turun serentak dan beraksi di Solo dipastikan hoaks, ini faktanya.

Beredar Info Begal Beraksi saat Sahur di Manahan Solo, Polisi Pastikan Hoaks

Polisi memastikan informasi ada begal yang beraksi saat sahur di Jl. Sam Ratulangi Manahan, Solo, Selasa (28/4/2020), tidak benar alias hoaks.

Beredar Kabar Korban Perampokan Rp45 Juta di Baki Sukoharjo, Cek Faktanya

Sebuah pesan berisi cerita korban perampokan di Baki, Sukoharjo beredar di grup-grup aplikasi perpesanan Whatsapp.

Beredar Video Perampokan di Alfamart Baluwarti Solo? Cek Faktanya!

Video perampokan yang beredar dengan keterangan lokasi di Alfamart Baluwarti Solo meresahkan masyarakat.

Beredar Pesan Berantai Pencurian di Mojolaban Sukoharjo, Ini Faktanya!

Ramai di media sosial dan pesan berantai WhatssApp yang menyebutkan ada tujuh kasus pencurian di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ada Video Ariel Noah Jadi Sukarelawan Tenaga Medis Corona, Ini Faktanya!

Beredar video dan foto Ariel Noah jadi sukarelawan medis corona di media sosial. Ternyata ini fakta yang sebenarnya setelah ditelusuri.

Tak Pakai Masker Kena Tilang, Polresta Solo: Itu Hoaks

Beredar kabar pengguna jalan bakal kena tilang jika tak memakai masker.

Video Warga Italia Sujud Berjamaah Gara-Gara Corona Hoax! Ini Faktanya

Video yang diperlihatkan adalah aksi unjuk rasa di Plaza San Martin Kota Lima, Peru.

Bukan di Purworejo, Foto Viral Pocong Jaga Kampung Diambil di Nguter Sukoharjo

Foto viral pocong menjaga kampung yang disebut-sebut berada di Purworejo kenyataannya diambil di Sukoharjo.

Beredar Hoaks Kampung Krapyak Sragen Lockdown Gegara PP Dijemput Ambulans, Cek Faktanya!

Lockdown ala warga Kampung Krapyak Sragen viral akibat dibumbui hoaks.

Corona Menggila, Menkes Belgia Larang Warga Seks Threesome? Cek Faktanya

Belgia sendiri telah mencatat 7.284 kasus warga terinfeksi virus corona dan 289 orang meninggal dunia serta 858 telah sembuh.

Kabar Pasar Tradisional di Solo Tutup 3 Hari Akibat Corona Dipastikan Hoaks

Kabar pasar tradisional Solo tutup selama tiga hari dipastikan hoaks

Kabar 1 Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Karanganyar Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Kabar satu pasien Covid-19 meninggal di RSUD Karanganyar dipastikan hoaks.

Cek Fakta: Heboh Berita Warga Jl. Panda Sukoharjo Meninggal Karena Corona Dipastikan Hoaks

Banyak beredar berita hoaks mengenai virus corona, termasuk di Sukoharjo.

Video Penjemputan Paksa ODP Corona Diduga di Colomadu Karanganyar Hoaks

Warga Solo dan sekitarnya dihebohkan dengan video penjemputan paksa ODP dari rumahnya, Minggu (22/3/2020). Disebutkan video itu di kawasan Colomadu.

Putin Lepas 800 Singa Isolasi Warga Rusia dari Corona? Cek Faktanya

Kabar pemerintah Rusia melepas 800 singa mengisolasi warga adalah hoax.

Cek Fakta Virus Corona: 10 Informasi Sesat yang Sering Dipercaya

Inilah 10 tanya jawab informasi sesat soal corona yang banyak beredar dan dipercaya masyarakat.

Kabar Paus Fransiskus Terinfeksi Corona Dipastikan Hoaks, Cek Faktanya!

Beredar kabar bohong tentang Paus Fransiskus terinveksi corona.

Viral di Whatsapp, Info Bikin SIM Tanpa Tes di Samsat Solo Dipastikan Hoaks

Kabar pembuatan SIM kolektif tanpa tes di Kantor Samsat Solo, Minggu dan Senin (1-2/3/2020) viral di Whatsaapp dipastikan hoaks.

Beredar Pesan Berantai Urus SIM Tanpa Tes di Samsat, Satlantas Karanganyar: Itu Hoaks!

Satlantas Polres Karanganyar memastikan informasi soal pengurusan SIM tanpa ujian di Samsat hoaks.

Orang China Salat Menghadap Sembarangan Karena Takut Virus Corona? Cek Faktanya

Faktanya, isi video tersebut nyata namun diberi narasi yang menyesatkan.

Foto Viral Korban Virus Corona Bergelimpangan di Jalanan China Hoaks, Cek Faktanya!

Foto viral penampakan mayat bergelimpangan yang disebut sebagai korban virus corona menggegerkan jagat maya, begini faktanya.

Narasi Foto Jokowi Ajak Makan Tikus Bakar? Cek Faktanya

Unggahan ini dibumbui narasi yang berbunyi “Ayo makan tikus bakar gaes”.

Beredar Video Viral Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Cek Faktanya!

Cek fakta soal video viral Habib Rizieq Shihab.

Pesan Berantai di WA Soal Cuaca Panas Indonesia Capai 45 Derajat Dipastikan Hoaks

Masyarakat dibuat heboh dengan informasi soal cuaca panas ekstrem di sebagian wilayah Indonesia yang tersebar melalui Whatsapp, Rabu (23/10/2019).

Viral Kuda Terbang di Langit Surabaya Jadi Tanda Kiamat, Cek Faktanya

Video viral kuda terbang diunggah dan menjadi viral di media sosial.