Orang Tua Meninggal Positif Covid-19, Sekeluarga di Sragen Ikut Positif
Lima warga Sragen yang sembuh dari Covid-19 dibolehkan pulang setelah menjalani karantina di kompleks Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Minggu (28/6/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Jumlah warga Sragen yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah tiga orang per Sabtu (8/8/2020) yang merupakan satu keluarga. Ketiganya merupakan satu keluarga asal Sukodono yakni S, perempuan 42 tahun; NS, wanita berusia 20 tahun; dan DNA, siswi berusia 16 tahun.

Tiga pasien positif baru itu merupakan satu keluarga pasien terkonfirmasi Covid-19 berinisial P yang sudah meninggal dunia.

“Ketiganya merupakan kontak erat dengan P, pria asal Sukodono yang meninggal dunia dengan hasil swab terkonfirmasi [positif Covid-19],” terang Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Sri Subekti kepada Solopos.com, Sabtu.

Tragis! Remaja di Bantul Meninggal Dikeroyok Teman Gara-Gara Duit Rp100.000

Subekti menjelaskan tambahan tiga warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen tersebut berstatus tanpa gejala alias asymtomatik.

Mereka kemudian dijemput petugas dari DKK Sragen untuk menjalani isolasi di kompleks Technopark Ganesha Sukowati.

Sementara itu, pada hari yang sama, terdapat dua warga yang sembuh dari Covid-19. Keduanya adalah AS, pria 33 tahun asal Masaran dan UZ, wanita 46 tahun asal Tanon. Keduanya dipulangkan dari Technopark Ganesha Sukowati pada Sabtu setelah menjalani isolasi dengan status asymtomatik.

Pasien Covid-19 Pertama di Karangpandan Karanganyar Tertular di RS Solo

Total 103 Warga Sragen Positif Covid-19

Hingga Sabtu, jumlah warga Sragen yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 103 orang. Sebanyak 81 orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Masih ada dua warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan status symtomatik. Sementara jumlah warga yang positif Covid-19 tanpa gejala atau asymtomatik ada 15 orang. Selebihnya, lima warga Sragen meninggal dunia dengan hasil tes swab terkonfirmasi positif Covid-19.

Konsumen Soloraya Yakin Ekonomi Membaik 6 Bulan ke Depan, Kok Bisa?

Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menilai pandemi Covid-19 di Sragen sudah terkendali. Untuk itu, Pemkab Sragen akan mencoba pembelajaran tatap muka untuk siswa setingkat SD dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai Oktober.

Model pembelajarannya tidak penuh satu pekan, tetapi cukup tiga hari dalam sepekan. Siswa yang masuk dibatasi 50 persen dari jumlah rombongan belajar (rombel). Penjelasan itu disampaikan Yuni, sapaan Bupati, saat ditemui Solopos.com di Sragen, Jumat (7/8/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom