Dua gadis Gantiwarno, Klaten, Winda (kiri) dan Larasati (kanan) yang hilang selama sepekan terakhir. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN — Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten mengaku belum mendapatkan laporan terkait dua gadis yang hilang dari rumah sejak sepekan lalu. Rencananya, Disdik meminta keterangan dari sekolah tempat kedua siswa menuntut ilmu untuk membantu penelusuran.

Dua gadis yang hilang tersebut adalah Winda Aprilia, 7 dan Larasati, 17. Winda adalah siswa kelas I yang menuntut ilmu di SDN 1 Muruh, Gantiwarno. Sedangkan, Larasati adalah siswa SMAN 1 Prambanan. Kedua gadis yang bertetangga itu adalah warga Dusun Tambongan RT 005/002, Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Klaten, Wahono, mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan laporan resmi dari sekolah tempat kedua siswa tersebut menuntut ilmu. “Kami belum mendapatkan laporan resmi dari sekolah, sehingga kami belum bisa memberikan keterangan,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (5/2/2014).

Pekan ini, pihaknya berencana mengklarifikasi sekolah tempat kedua siswa tersebut menuntut ilmu. “Rencananya, pekan ini kami mencoba mengklarifikasi sekolah dua siswa itu. Hal itu dilakukan untuk memastikan apa benar  kedua siswa itu belajar di sekolah itu ataukah bukan,” imbuhnya.

Jika memang benar, pihaknya siap membantu dengan berkoordinasi ke beberapa institusi pendidikan di sejumlah daerah. Selain itu, pihaknya juga siap membantu aparat untuk mempercepat proses pencarian korban.

Sementara itu, Kepala UPTD Disdik Prambanan, Wahyu Sugiharja, juga belum mendapatkan laporan resmi dari SMAN 1 Prambanan. “Kami malah baru tahu setelah ada berita di koran, ternyata ada siswa dari SMAN 1 Prambanan yang hilang sepekan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan langsung meminta keterangan SMAN 1 Prambanan untuk memastikan kebenaran siswa yang hilang tersebut. Sementara, Kepala SMAN 1 Prambanan, Suwito, belum bisa dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut. Solopos.com sudah berusaha menelepon dan mengirimkan pesan singkat kepada Suwito, namun tak kunjung direspons.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua gadis asal Gantiwarno tersebut tak pulang ke rumah setelah Winda diajak Larasati ke warnet untuk nge-print tugas. Keluarga sudah melacak keberadaan korban dan menemukan sepeda onthel yang digunakan oleh Larasati memboncengkan Winda ditinggal di salah satu warung mi Pak Yanto, sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum Pandansimping.

Larasati yang membawa dua ponsel dan satu laptop kemudian meminta tukang ojek untuk mengantar mereka menjual salah satu ponselnya. Menurut seorang tukang ojek, Larasari akan menggunakan uang tersebut untuk membayar ojek ke Terminal Giwangan Yogya. Namun, saat dilacak lewat CCTV di lokasi, kedua anak perempuan tersebut tidak terlihat memasuki terminal.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten