Optimistis di Tahun Baru, Begini Prediksi Ekonomi Solo dan Sekitarnya
Ilustrasi Pasar Klewer Solo yang menjadi salah satu pusat ekonomi Solo dan sekitarnya. (Solopos-Sunaryo Haryo Baru)

Solopos.com, SOLO -- Pertumbuhan ekonomi Solo dan sekitarnya atau Soloraya diprediksi akan membaik pada 2021. Pandemi yang kemungkinan masih berlangsung pada 2021 tak membuat kondisi ekonomi melempem.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi ini sejalan dengan kondisi ekonomi nasional maupun Jawa Tengah yang melaju ke arah perbaikan.

Seperti diketahui, perekonomian nasional pada 2021 diperkirakan membaik seiring digulirkannya stimulus fiskal termasuk berupa bantuan sosial, meningkatnya mobilitas masyarakat, dan membaiknya permintaan dunia.

Siap-Siap, Pemerintah Ingin Tambah Utang Rp1.177 Triliun Pada 2021

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan dari sisi lapangan usaha, peningkatan pertumbuhan ekonomi Solo dan sekitarnya didorong oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi.

Sementara kinerja sektor konstruksi cenderung melambat. Secara umum industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi penopang utama ekonomi Solo.

“Pertumbuhan ekonomi Solo memiliki kontribusi terbesar terhadap perekonomian Soloraya, yakni sebesar 18,37%. Keempat sektor utama penopang perekonomian Solo adalah industri pengolahan [29,04%], perdagangan [17,95%], pertanian [12,07%], dan konstruksi [10,27%],” ujar dia, saat ditemui wartawan di Solo, Rabu (30/12/2020).

Lokasi Tes Swab di Solo, Biayanya Ada yang di Bawah Rp900.000

Survei Konsumen

Optimisme pada 2021 juga berdasar survei yang dilakukan BI. Joko menjelaskan hasil survei konsumen dan survei penjualan eceran menunjukkan ada peningkatan geliat perekonomian di Solo yang lebih baik pada triwulan IV-2020 dibandingkan dengan triwulan III-2020.

Berdasarkan survei konsumen, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi di Solo meningkat pada triwulan IV-2020, tapi Indeks Penjualan Eceran Riil (IPR) masih menunjukkan sedikit pelemahan.

Sementara, dari survei kegiatan dunia usaha menunjukkan ada perbaikan kegiatan dunia usaha pada triwulan III-2020. Namun perlu dicermati, secara sektoral peningkatan kegiatan dunia usaha hanya terjadi pada sektor pertanian.

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bagi Peserta Kelas III Mulai Berlaku, Ini Angkanya

Sedangkan untuk industri pengolahan, prompt manufacturing index (PMI) masih minus sebesar 46,58%.  PMI adalah indeks komposit yang diperoleh dari lima indeks yaitu volume pesanan barang input, volume produksi (output), ketenagakerjaan, waktu pengiriman dari pemasok, dan inventori.

Kendati demikian, dia yakin pada 2021 kinerja industri pengolahan yang mencerminkan ekonomi Solo akan membaik.

“Kinerja industri pengolahan akan mengalami pertumbuhan yang positif, tapi perdagangan, hotel, dan restoran masih akan kontraksi meski tidak sedalam triwulan sebelumnya,” imbuh dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom