Operasi Zebra Saat Libur Panjang Demi Tekan Persebaran Covid-19
Sejumlah anggota Polri mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2017 di Mapolres Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (1/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, SOLO -- Untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 saat libur panjang, Polri melakukan operasi zebra yang dimulai pada 26 Oktober 2020 hingga 8 November 2020.

Dalam operasi zebra selama kurang lebih dua pekan ini, Polri menerjukan 160.916 personel serta menyiapkan 645 pos pengamanan dan pelayanan.

Beli Honda Mobilio Pakai Odading, Promonya Bikin Kamu Merinding

Selama operasi zebra ini petugas akan terus menyampaikan teguran terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Hal ini dilakukan demi meminimalisir persebaran dengan melakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk lokasi wisata.

Meskipun ada operasi zebra, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono berpesan untuk tetap menghindari kerumunan selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.

Upah Minimum 2021 Tidak Naik, Ini Penjelasan Menaker

"Bagi umat muslim selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan jangan sampai terkena operasi yustisi dan tetap tertib berlalu lintas. Seyogyanya kalau tidak ada agenda liburan lebih baik tetap di rumah untuk menekan rantai penyebaran Covid-19. Kalau memang berlibur jauhi kerumunan karena kita tidak bisa memastikan di situ ada Covid-19 atau tidak.” urai Awi dalam rilis yang diterima Solopos.com pada Rabu (28/10/2020).

Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, Dirga Sakti Rambe. Ia mengatakan penularan Covid-19 juga berkaitan dengan mobilitas.

Operasi Zebra Candi 2020, Tidak Ada Cegatan Besar di Klaten, Tapi...

Wisata Terbuka

Apalagi di momen libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW ini ditakutkan bisa terjadi persebaran Covid-19 yang semakin masif.

"Penularan Covid-19 ini terkait dengan mobilitas. Kalau memang terpaksa untuk melakukan perjalanan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, bukan dengan keluarga jauh apalagi dengan orang asing. Serta mematuhi protokol 3M di manapun kita berada, agar kita aman dan tidak terkena penyakit. Paling ideal memang liburan di rumah saja.” " terang Dirga.

Tegakkan Protokol Kesehatan, Paguyuban Alun-Alun Wonogiri Bentuk Satgas

Apabila masyarakat tetap memanfaatkan libur panjang ini untuk berekrasi, Dirga meminta masyarakat untuk selektif dalam memilih destinasi wisata.

Salah satu destinasi yang bisa dituju adalah tempat-tempat yang menawarkan kegiatan terbuka daripada yang tertutup.

Epidemiolog UI Sedih Tiap Libur Panjang saat Pandemi, Ini Sebabnya...

"Pastikan juga agar mendapat istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi terutama memperbanyak sayur dan buah, menghentikan kebiasaan merokok juga menjaga kesehatan mental," beber Dirga.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom