Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (tengah), menunjukkan barang bukti kasus narkoba di Aula Mapolres Wonogiri, Kamis (22/8/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Operasi Antinarkotika (Antik) 2019 yang digelar aparat Polres Wonogiri, 1-20 Agustus lalu, berhasil menangkap tujuh tersangka peredaran obat keras, tembakau gorila, dan sabu-sabu.

Barang bukti yang disita polisi dari tangan para tersangka itu meliputi 1.732 butir obat yang masuk daftar G (obat keras tak boleh dijual bebas) serta lebih dari 8 gram tembakau gorila dan sabu-sabu.

Saat gelar tersangka dan barang bukti di Aula Mapolres, kawasan kota Wonogiri, Kamis (22/8/2019), Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, menyatakan Operasi Antik bukan akhir dari penindakan petugas.

Dia memastikan petugas akan terus menindak tegas pelaku peredaran obat atau zat terlarang di Wonogiri. Langkah itu sebagai upaya menyelamatkan generasi muda Indonesia.

Narkoba harus diperangi bersama. Kapolres berharap semua pihak turut berpartisipasi, terutama dalam mencegah peredaran narkoba. “Pengungkapan kasus tidak berhenti sampai di sini,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kasatres Narkoba Polres Wonogiri, AKP Suharjo, menginformasikan dua dari tujuh tersangka merupakan target operasi (TO). Mereka meliputi Muslimin, 34, warga Kepulen, Sawah Joho, Warungasem, Batang dan Helmi Pranata Aziz, 22, warga Jl. Wisanggeni II No. 5, Wonokarto, Kecamatan Wonogiri.

Muslimin merupakan pengguna yang sudah beberapa bulan dicari polisi. Dia ditangkap saat berkaraoke di salah satu tempat karaoke di Sendang, Kecamatan Wonogiri, Senin (5/8/2019) lalu.

Saat menggeledah tubuh Muslimin, polisi menemukan satu paket sabu seberat 1,32 gram yang diletakkan dalam bungkus rokok. Selain itu polisi menyita barang bukti berupa bong atau alat isap sabu-sabu, satu pipet kaca, dan satu gunting.

"Dia [Muslimin] dijerat dua pasal, yakni Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35/2009 tentang Narkotika,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Jebres, Solo, itu.

Sementara itu, Helmi diduga pengedar tembakau gorila. Dia ditangkap di Sanggrahan, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Senin (12/8/2019) lalu berdasar informasi dari yang diperoleh satuan petugas (satgas).

Polisi menyita barang bukti berupa satu klip plastik berisi 7,21 gram tembakau gorila yang termasuk ganja sintetis.

“Kami juga menangkap tersangka non-TO, yakni Muhammad Ibnu Ridho, 24, warga Yamansari, Lebaksiu, Tegal. Dia ditangkap di tepi jalan raya Ngadirojo-Jatipuro, Karanganyar, tepatnya di Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Minggu, 4 Agustus lalu. Petugas menyita satu paket sabu seberat 0,65 gram,” imbuh Suharjo.

Pada hari pertama operasi, polisi membekuk empat tersangka pengguna dan pengedar obat keras. Mereka meliputi Raynaldo Pratama, 21, warga Giritirto, Kecamatan Wonogiri; Intan Peggy Nurtanti, 25, perempuan warga Ngulu Wetan, Pracimantoro; Bayu Edi Setiawan, 25, warga Sidowayah, Weru, Sukoharjo; dan Angga Eka Saputra, 25, warga Tegalsari, Weru.

Mereka ditangkap di tempat berbeda di Wonogiri dan Sukoharjo dalam kurun waktu lima jam. Polisi menyita 1.732 butir obat keras dari tangan mereka. Barang bukti paling banyak didapat dari Angga, yakni 1.000 butir obat keras.

Angga merupakan pengedar yang memperoleh obat keras dengan cara membeli secara online.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten