OP Belum Signifikan Turunkan Harga Telur di Madiun
Penjual barang kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun, Ny. Mul, membungkus telur ayam untuk pembeli di kiosnya, Senin (7/5/2018). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Operasi pasar (OP) yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun belum menurunkan harga komoditas telur ke harga normal. Saat ini harga telur di Kota Madiun masih stabil tinggi yakni Rp23.000-Rp24.000 per kg.

Operasi pasar ini digelar TPID Kota Madiun untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. OP ini mulai digelar pada 5 Desember hingga akhir Desember 2018 di lima titik yaitu Pasar Besar, Pasar Sleko, Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Kartoharjo, dan Kecamatan Taman.

Dalam OP Nataru ini, telur menjadi salah satu komoditas yang dijual karena harganya mengalami kenaikan cukup tinggi. Selain telur ada gula, beras, dan minyak goreng.

Wakil Kepala Bulog Sub Drive IV Madiun, Andromeda, mengklaim OP yang digelar ini sudah menunjukkan hasil dalam pengendalian harga di Kota Madiun. Sejak OP digelar, secara berlahan harga telur mulai turun. Saat ini, ia menyebut harga telur senilai Rp23.000/kg, padahal sebelumnya harga telur mencapai Rp24.000/kg.

Meda menyampaikan harga telur saat ini memang belum menunjukkan penurunan harga yang signifikan. Bahkan belum mampu menurunkan harga telur di angka normal yaitu Rp20.000-Rp21.000 per kg.

"Dari OP ini harga telur sudah kami redam Rp1.000 per kg. Ini menurut kami sudah penurunan harga yang sudah besar," jelas dia saat berbincang dengan Madiunpos.com, Rabu (19/12/2018).

Menurut dia, harga telur saat ini stabil tinggi karena faktor pasokan dari peternak memang berkurang. Kondisi ini membuat harga telur sulit dikerek turun.

"Kalau kemarin peternak ayam kan kesulitan pakan ternak. Sekarang pakan ternak sudah disediakan Bulog. Kami optimistis harga telur bisa turun, tapi itu secara bertahap," jelasnya.

Sedangkan gula pasir, minyak goreng, dan beras menjelang Nataru memang tidak menimbulkan gejolak. Harga gula pasir justru turun karena pasokannya melimpah. Saat ini sudah masa panen dan musim giling.

Selama dua pekan menggelar OP di lima lokasi, lanjut Meda, Bulog telah menyalurkan 1,5 ton telur, 580 ton beras, 4 ton gula pasir, dan minyak goreng 2.000 liter. Jumlah ini akan terus meningkat sampai akhir pelaksanaan operasi pasar.

Dengan harga kebutuhan pokok yang tidak bergejolak, ia berharap masyarakat untuk tenang dan tidak panik karena stok barang kebutuhan pokok aman. Jangan sampai ada penimbunan barang kebutuhan pokom secara besar-besaran demi keuntungan pribadi. Penimbunan justru akan membuat harga barang di pasar tidak terkendali.

Seorang pedagang telur di Pasar Besar Madiun, Mulyono, mengatakan harga telur menjelang perayaan Natal ini masih stabil tinggi yaitu Rp24.000/kg. Harga ini memang mengalami penurunan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp24.500/kg.

"Telur saat ini harganya masih tinggi Rp24.000/kg. Tapi belum tahu harganya besuk naik apa turun. Kalau mendekati Natal memang harga terus naik," ujar dia.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom