Omzet Turun Drastis, PKL Madiun Berharap PPKM Darurat Tak Diperpanjang

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Madiun berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak diperpanjang.

 Pedagang makanan di Jl. Diponegoro, Kota Madiun, menutup warungnya, Minggu (18/7/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

SOLOPOS.COM - Pedagang makanan di Jl. Diponegoro, Kota Madiun, menutup warungnya, Minggu (18/7/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Madiun berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak diperpanjang. Mereka mengaku setiap hari merugi selama masa PPKM Darurat.

Seperti diketahui PPKM Darurat diberlakukan pemerintah mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Seorang PKL di Jl Diponegoro, Madiun, Lasmi, mengatakan selama kebijakan PPKM Darurat, dirinya hanya bisa berjualan tiga jam. Pendeknya jam buka itu membuat dagangannya kerap sisa banyak.

Baca Juga: Tradisi Apitan, Peninggalan Wali Sanga yang Masih Digelar Turun Temurun di Demak

“Saya bukanya pukul 17.00 WIB dan harus tutup pukul 20.00 WIB. Saya jualannya satai tahu dan soto. Sejak ada pembatasan itu sering tidak habisa dagangannya,” kata dia, Minggu (18/7/2021) malam.

Lasmi menuturkan sejak PPKM Darurat, pembeli juga menurun drastis. Bahkan omzetnya hanya Rp50.000 per hari. Padahal untuk modalnya mencapai Rp100.000 per hari. “Ya, rugi. Tapi mau bagaimana lagi,” kata dia.

Lasmi berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi karena benar-benar berdampak pada kondisi perekonomiannya. Harapannya waktu berjualan diperpanjang. “Ya kalau ada pengetatan tidak apa-apa, tetapi waktu jualannya diperpanjang,” ujarnya.

Baca Juga: Sapi Limosin, Si Primadona Hari Raya Kurban Sumbangan Presiden dari Boyolali

Hal sedana juga dikatakan pedagang pecel lele di Jl. Diponegoro, Suhadi. Dia berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi. Pendapatannya menurun hingga 50% selama masa PPKM Darurat. “Tak usah diperpanjang lah. Ekonomi lagi sulit seperti ini,” ujar dia.

Pantauan Madiunpos.com Minggu malam, petugas dari tim gabungan melakukan operasi di sejumlah titik. Saat ada PKL yang masih buka, petugas kemudian mendatangi dan meminta pedagang untuk menutup warungnya.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Kebutuhan Kotoran Naik saat Tanam Porang, Petani Berburu ke Luar Desa

Kebutuhan kotoran ternak di Kabupaten Madiun meningkat tajam saat musim tanam umbi porang tahun ini bahkan harus berburu ke luar desa untuk mendapatkannya.

Ingat ya Lur, Mulai 26 Oktober 2021 Beli Tiket Kereta Wajib Pakai NIK

PT KAI mengumumkan bahwa calon penumpang yang akan membeli tiket KA jarak jauh wajib menggunakan NIK mulai pekan depan.

Dapur Rumah di Ponorogo Terbakar, Nenek Wiji Terluka

Nenek Wiji, 70, di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo terluka setelah dapur rumahnya terbakar, Selasa (19/10/2021) sekitar pukul 22.15 WIB.

Ditelantarkan, Istri Siri Laporkan Pejabat Pemkab Madiun

VE, 37, mengadu ke BKD dan Kantor Inspektorat Kabupaten Madiun karena merasa ditelantarkan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Madiun setelah menikah secara siri.

Solar Bersubsidi di Madiun Langka Sudah Dua Pekan

Solar bersubsidi di Madiun mulai langka sejak dua pekan lalu. Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan solar bersubsidi di SPBU.

Jembatan Kaca Sepanjang 120 Meter di Kawasan Bromo, Bisa Uji Nyali Nih

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mulai membangun jembatan kaca di kawasan Seruni Point Bromo Tengger Semeru.

Kampung Ini Cetak Youtuber Berpenghasilan hingga Rp250 Juta/Bulan

Kisah inspiratif kali ini tentang pemuda di Kampung Youtuber yang meraup penghasilan hingga Rp250 juta per bulan.

Solar Bersubsidi Langka, Kendaraan Mengular di SPBU Madiun

Antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU Jl. Madiun-Ponorogo, Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa (19/10/2021) pagi.

Meski Lulusan SMP, Pria di Tuban Ini Bisa Bikin Situs Judi Online

Seorang pria lulusan SMP di Tuban, Jawa Timur (Jatim) membuat situs web judi online dengan nama pamantogel.com

Hujan Disertai Angin Landa Ponorogo, 1 Rumah Roboh & 1 Warga Terluka

Sebuah rumah roboh dan satu orang mengalami luka-luka akibat hujan deras yang disertai angin kencang di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim)

Kasus Covid-19 di Madiun Turun, Guru TK Tunggu Izin PTM dari Disdik

Pembelajaran tatap muka untuk jenjang TK di Kota Madiun belum akan digelar bulan ini meskipun kasus Covid-19 turun.

Sambut Maulid Nabi, Toko Roti di Madiun Bagikan Ribuan Roti Gratis

Toko roti di Madiun membagi-bagikan seluruh produksi secara gratis dan tanpa syarat apapun, Senin (18/10/2021), untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 2021.

Guru TK di Kota Madiun Berlatih Mengembangkan Kreativitas Mengajar

Pemkot Madiun memberikan pelatihan kepada guru TK untuk mengembangkan kreativitas mengajar supaya menjadi inspirasi anak-anak.

Nah Ini, Pemkot Madiun Beri Pekerjaan Bagi Atlet Berprestasi

Selain memberikan penghargaan berupa uang, Pemkot Madiun juga menjanjikan pekerjaan bagi atlet Kota Madiun yang berprestasi.

Geliat 600 Perajin Tempe di Malang Lewat Festival Kuliner Tempe Sanan

Sebanyak 600 perajin tempe menyelenggarakan Festival Kuliner Tempe Sanan untuk menguatkan branding Kampung Sanan sebagai pusat oleh-oleh tempe di Kota Malang.