Ombudsman Jateng Tindak Lanjuti 2 Siswa Dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang

Ombudsman Jateng Tindak Lanjuti 2 Siswa Dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang

SOLOPOS.COM - Ombudsman RI Perwakilan Jateng dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo (kedua dari kiri). (Facebook.com)

Ombudsman Jateng berkomitmen menindaklanjuti pengaduan terkait dikeluarkannya dua siswa SMAN 1 Kota Semarang gara-gara tuduhan bullying atau perundungan.

Solopos.com, SEMARANG — Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Jawa Tengah berkomitmen menindaklanjuti kasus dikeluarkannya dua siswa SMAN 1 Kota Semarang gara-gara dituduh menganiaya adik kelas mereka. Siswa yang telah difasilitasi Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah untuk pindah ke SMA negeri terdekat tetap tak terima dengan tuduhan tersebut.

Plt. Kepala ORI Jateng, Sabarudin Hulu, di Kota Semarang, Senin (26/2/2018), mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima pengaduan resmi dari kedua siswa tersebut. Kedua siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kota Semarang yang dituduh melakukan bullying atau perundungan terhadap junior mereka lalu dikeluarkan dari sekolah itu adalah Anindya Puspita Helga Nur Fadhil dan Muhammad Afif Ashor.

Keduanya divonis manajemen SMAN 1 Semarang telah melakukan penganiayaan. Kedua orang tua mereka pun dipanggil untuk memilih dua opsi yang keduanya tidak mereka kehendaki, yakni mengundurkan diri dengan janji penganiayaan yang mereka lakukan tidak akan dilanjutkan ke polisi, atau dikeluarkan dari sekolah dengan konsekuensi harus menjalani proses hukum lewat kepolisian.

Nyatanya, siswa yang divonis manajemen sekolah telah melakukan penganiayaan itu membela diri. Mereka bahkan tak terima disebut telah melakukan bullying atau perundungan dalam kegiatan resmi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) berupa Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), November 2017 lalu itu. Lazimnya kegiatan OSIS, tentunya ada pembina yang dilibatkan oleh pihak sekolah.

[Baca juga Dikeluarkan Gara-Gara Tuduhan Bullying, Siswi SMAN 1 ke Ombudsman]

Sabarudin menyatakan kedua siswa akan dimintai keterangan berkaitan dengan musyawarah yang berujung pada keputusan sekolah untuk mengembalikan keduanya kepada orangtua masing-masing. "Apakah aturan yang dilaksanakan itu sudah dibahas bersama kedua pihak atau hanya keputusan sepihak," katanya.

Selain itu, imbuh Sabarudin, ORI Perwakilan Jateng juga akan meminta keterangan pihak SMAN 1 Kota Semarang serta Dinas Pendidikan jateng berkaitan dengan penerbitan surat keputusan untuk mengeluarkan kedua siswa. "Anak yang nakal sekalipun diusahakan tidak dikeluarkan dari sekolah," tegasnya.

KLIK DI SINI untuk Penjelasan Kepala SMAN 1
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Motor Sport Kecelakaan di Jl. Slamet Riyadi Solo, 1 ABG Luka Parah

Kecelakaan lalu lintas melibatkan 2 sepeda motor dan 1 mobil terjadi di Jl. Slamet Riyadi di timur Simpang Ngarsopuro, pada Selasa (11/5/2021) malam.

Batik Qur'an di Kota Solo yang Bikin Takjub Santri Maroko

Batik Qur'an di Laweyan, Kota Solo yang Bikin Takjub Santri Maroko

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.