Okupansi Lesu Akibat Corona, Hotel Boyolali Tawarkan Isolasi Mandiri
Ilustrasi kamar hotel. (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI — Di tengah lesunya okupansi hotel karena dampak persebaran virus corona (Covid-19), hotel pun berupaya untuk menawarkan berbagai program menarik.

Salah satunya yang dilakukan Ataya Hotel di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) yang menawarkan program isolasi mandiri.

Hari Ini Dari Sejarah: 28 Maret 1854, Inggris-Prancis Perang Lawan Rusia

Diskon

Sales Marketing Manager Ataya Hotel, Massaputra, mengatakan program isolasi mandiri tersebut juga untuk mendukung anjuran pemerintah dalam mengantisipasi persebaran virus corona. Pihak hotel pun menawarkan program tersubut dengan diskon hingga 73,5%.

"Kami menawarkan fasilitas untuk isolasi diri dengan rasa nyaman, damai, tenang serta fasilitas relaksasi yang cukup. Bisa berjemur matahari pada pagi hari di area kolam renang," ujarnya.

Ia menjelaskan hotelnya juga memberikan penawaran harga kamar mulai dari Rp185.000 per malam dengan syarat dan ketentuan berlaku. "Harga yang kami tawarkan ini memang jauh dari harga publish kami dengan diskon mencapai 73,5% dari Rp700.000 net per malam di tipe superior room," katanya.

Pelayanan Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Solo Dihentikan, Sampai Kapan?

Dia mengatakan program kamar tersebut akan diberlakukan selama masa melawan corona. Massaputra juga menjelaskan Ataya Hotel juga mengikuti prosedur kesehatan seperti tes suhu tubuh serta menaruh hand sanitizer di lobi kedatangan tamu.

Selain itu, petugas yang berjaga juga dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti kaos tangan, masker dan hand sanitizer.

"Dengan isolasi diri di Ataya Hotel ini bisa membantu kami dalam upaya mempertahankan okupansi dari lesunya bisnis penginapan saat ini," kata Massaputra.

ODP Corona Klaten 800 Merata di 26 Kecamatan, Prambanan Paling Banyak

Kepada Solopos.com, dia mengatakan okupansi hotel mengalami penurunan drastis di tengah wabah virus corona. Jika biasanya okupansi bisa mencapai 50% hingga 70%, mulai pertenghan Maret turun menjadi 10% hingga 12% saja.

Setelah ditetapkannya status kejadian luar biasa (KLB) virus corona di Solo, semua event yang direncanakan digelar hingga April pun ditunda.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho