Okupansi Hotel di Karanganyar Bisa Terdongkrak Karena Ini
Karyawan di Nava Hotel, Tawangmangu, Karanganyar memeriksa suhu tubuh pengunjung yang masuk ke hotel menggunakan thermal gun, Kamis (4/6/2020). Okupansi hotel di Tawangmangu mulai meningkat seiring akan dipulihkannya kembali sektor wisata di kawasan tersebut. (Istimewa/ Nava Hotel)

Solopos.com, KARANGANYAR--Kalangan pengelola hotel di Kabupaten Karanganyar berharap okupansi hotel akan meningkat pada masa kenormalan baru. Hal ini seiring dengan rencana Pemkab Karanganyar memulihkan kembali sektor pariwisata.

Marketing Communication Nava Hotel Tawangmangu, Devi Susanti, mengatakan peningkatan okupansi hotel mencapai hampir 100 persen sejak Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, tren itu tetap bertahan hingga Rabu (3/6/2020), dengan okupansi kamar hingga 80 persen. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu dampak dari akan dibukanya kembali sektor pariwisata dan efek banyaknya hari libur.

“Di tempat kami sudah ada peningkatan okupansi pengunjung. Paling tinggi bisa hampir 100 persen. Kemarin kan sempat ramai sekali Tawangmangu sejak Lebaran. Itu mungkin menjadi penyebabnya,” ujar dia kepada Solopos.com, Kamis (4/6/2020).

Jokowi Minta Indonesia Bikin Vaksin Corona Sendiri, Target Produksi Akhir Tahun

Protokol Kesehatan

Meskipun ada peningkatan, menurut Devi, ada beberapa kebijakan protokol kesehatan yang diterapkan untuk menuju kenormalan baru. Salah satunya mengurangi kapasitas event-event yang diadakan. Pihaknya juga mengutamakan pembayaran non cash untuk transaksi di dalam hotel.

“Untuk kamar tidak ada pembatasan jumlahnya. Tapi kalau untuk MICE. Biasanya satu ruangan bisa 200 orang, kami batasi jadi 100 orang maksimal. Karena kebijakan kami pembatasan fisik setiap meja jaraknya dua meter. Kami juga masih menyusun kebijakan lanjutan untuk new normal,” imbuh dia.

Marketing Facade Hotel, Bhaskara Tungga Nugraha, mengatakan meskipun belum sepenuhnya normal, namun diakui sejak H-4 Lebaran okupansi hotel meningkat sampai di atas 90 persen. Namun, setelah Senin (1/6/2020), okupansi kembali menurun di angka 35 persen. Terkait persiapan kenormalan baru, pengelola hotel mengakui masih menyusun rencana terbaik untuk mengantisipasi Covid-19.

Wanita Solo Ini Sudah Rindu Makan Di Restoran Cepat Saji Dan Kafe, Kamu?

“Puncaknya itu Minggu (31/5/2020), okupansi kami lebih dari 90 persen. Setelah itu jadi 35 persen. Ini masih di bawah dibandingkan hari biasa. Okupansi hotel kami minimal 50 persen pada hari biasa. Itu sebelum pandemi,” beber dia.

Terpisah, Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karanganyar, Kawardi, mengatakan kebijakan PHRI pusat mengharuskan pengelola hotel dan restoran untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 saat menerima tamu.

“Kebijakannya boleh buka. Tapi tetap harus mematuhi protokol Covid-19. Tamu harus wajib cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho