ilustrasi penusukan. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SURABAYA -- Bripka Imam Sutrisno terbaring kritis di RS Bhayangkara, Pamekasan, Rabu (11/12/2019) siang. Ia ditolong warga yang menemukannya pingsan di jalan dengan luka tusukan diperut pada Selasa (10/12/2019).

Rupanya, anggota Polres Pamekasan itu menjadi korban penusukan yang dilakukan oknum anggota TNI. Polres Pamekasan masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Sementara oknum TNI yang menusuk korban kini tegah diinterogasi Puspom.

Kapolres Pamekasan, AKBP Joko Lestari, mengatakan pihaknya belum mengetahui motif pelaku. Terlebih, kondisi korban masih kritis dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan.

"Modusnya belum tahu, karena kami [belum] meminta keterangan kepada korban. Kondisinya kritis dan masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara," kata Joko, seperti dilansir detik.com, Rabu.

Joko menyebut motif pelaku melakukan penusukan diduga masalah pribadi. Namun, hingga kini, pemeriksaan masih berlangsung. Ia tak mau menyebutkan identitas oknum TNI yang menusuk anggotanya, termasuk dari satuan apa. Yang jelas, pelaku masih diperiksa Puspom.

Penusukan ini terjadi pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Imam bersama ibunya sedang mengunjungi kediaman pelaku. Mereka berdua mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Sekeluar dari rumah pelaku, Bripka Imam terlihat memegangi perutnya yang bersimbah darah. Dia langsung melajukan motor. Tak berselang lama, warga pun menemukan penyidik Reskrim Polres Pamekasan ini pingsan di pinggir jalan dengan luka tusukan.

"Selang beberapa menit, Bripka Imam keluar dengan bersimbah darah, kemudian meminjam sepeda motor menuju ke arah timur sambil memegang perut. Setelah sampai di depan Bank SPM Syari'ah Sumekar, Bripka Imam tidak sadar dan jatuh di pinggir jalan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, menambahkan.

 

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten