Pimpinan PT Nusantara Sakti Sragen memberi penjelasan kepada perwakilan konsumen motor saat mediasi di Mapolres Sragen, Rabu (12/2/2020) sore. (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Cabang Diler Motor PT Nusantara Sakti Sragen, Hanif Nur Izza, mengaku juga menjadi korban penipuan oleh oknum karyawan diler tersebut yang berinisial M. Sebelumnya, M diduga menipu seratusan pembeli motor di diler tersebut.

Modusnya, M menawarkan pembelian motor dengan harga lebih murah dibanding harga diler. Para pembeli membayar secara tunai sesuai harga yang ditawarkan tapi oleh M sepeda motor itu dikreditkan melalui perusahaan leasing (pembiayaan).

Hanif yang diwawancarai wartawan, Rabu (12/2/2020), menduga tanda tangannya juga dipalsukan untuk transaksi investasi yang nilainya ratusan juta rupiah oleh M. Hanif menunjukkan bukti transaksi tertulis bermeterai Rp6.000 dalam foto di ponselnya kepada wartawan

Tanah Ambles Wonogiri Tersebar di 13 Dusun, Warga Harus Lakukan Ini

Sementara itu Brand Manager NCS Finance Sragen, Edi Setyawan, saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu, mengaku masih mengidentifikasi dan menginventarisasi jumlah korban atas transaksi yang dilakukan oknum karyawan diler PT Nusantara Sakti Sragen berinisial M.

Edi mengaku baru mengetahui belakangan ini ternyata transaksi M ke konsumen dan ke diler berbeda. “M ini memang karyawan diler PT Nusantara Sakti Sragen sejak 2012. Sejak awal kami tahunya kredit karena ada proses verifikasi, survei, sampai pengiriman barang. Konsumen beli cash tetapi ternyata dikreditkan. Konsumen dapat kuitansi tetapi kuitansi tidak resmi atau abal-abal,” ujar Edi.

Edi mengaku baru tahu setelah ada kredit macet. Setelah dicek ternyata banyak aduan ke diler. Edi belum mengetahui kerugian konsumen dan diler juga dirugikan secara nonmaterial karena nama baik PT Nusantara Sakti jadi korban.

Jatuh Saat Nyalip dari Sisi Kiri, Pembonceng Motor Terlindas Truk di Jatinom Klaten

Soal informasi adanya 240 unit motor yang dijual M untuk modus penipuan, Edi belum bisa memastikannya. “Transaksinya oknum M ini tidak lewat kasir sehingga kuitansinya tidak resmi. M ini pada Sabtu [8/2/2020] masih ada tetapi sejak Senin [10/2/2020] menghilang. Katanya kabur bersama keluarganya,” tuturnya.

Edi mengatakan prinsipnya dari diler terbuka atau welcome terhadap konsumen. Edi siap memberi penjelasan kepada mereka dan mencari solusi bersama. Upaya itu sudah dilakukan pada Selasa lalu tetapi belum ada kesepakatan.

“Kami persilakan mereka ke polisi. Kami ikuti prosedurnya. Kami juga akan tempuh jalur hukum terhadap M yang merugikan nama baik kami,” kata Edi.

Berlaku di Solo, Ini Bocoran Tes Psikologi Pemohon SIM

Sebagaimana diinformasikan, seratusan warga Sragen menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oknum pegawai diler sepeda motor PT Nusantara Sakti Sragen (NSS) sejak 2014 lalu. Mereka dirugikan oleh oknum berinisial M tersebut.

Para pembeli yang membeli motor secara tunai atau cash ternyata belakangan diketahui kredit. Diler juga dirugikan karena nama baiknya dicemarkan.

Seratusan warga itu sempat mengadukan perkara tersebut ke Mapolsek Sragen Kota pada Selasa (11/2/2020) lalu. Dari Polsek Sragen Kota mereka diarahkan ke Polres Sragen.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten