Tutup Iklan

OJK Nilai Ada Sektor Prioritas Jateng Belum Tergarap Optimal

Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan penilaian masih adanya sektor-sektor prioritas yang belum digarap secara optimal oleh industri jasa keuangan Jateng-DIY sepanjang 2018.

OJK Nilai Ada Sektor Prioritas Jateng Belum Tergarap Optimal

SOLOPOS.COM - Simpang Lima Semarang, pusat aktivitas ibu kota Jawa Tengah. (Bisnis.com)

Solopos.com, SEMARANG — Otoritas Jasa Keuangan Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan penilaian masih adanya sektor-sektor prioritas yang belum digarap secara optimal oleh industri jasa keuangan Jateng-DIY sepanjang 2018. Industri Jasa Keuangan juga dinilai masih memiliki ruang cukup besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jateng. 

Aman Santosa, Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) mengungkapkan sektor prioritas yang belum digarap secara optimal seperti sektor pertanian. “Terdapat sektor prioritas yang belum secara optimal digarap oleh industri jasa keuangan,” kata Aman di Semarang, Senin (28/1/2019) malam.

Dia menjelaskan sektor pertanian yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 10,67% belum mendapatkan penyaluran kredit yang memadai. Kondisi tersebut, lanjutnya terlihat dari pangsa pasar kredit sektor pertanian yang hanya sebesar 3,39% dari total kredit perbankan di Jateng.

Bukan hanya sektor pertanian, kredit di sektor pariwisata juga belum digarap oleh industri jasa keuangan mengingat persentase kreditnya baru mencapai 2,10% dari total kredit. “Dukungan industri jasa keuangan di sektor ini sangat diharapkan, khususnya untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) 2019, yaitu Borobudur, Sangiran, Karimunjawa, dan Dieng,” katanya.

Selain sektor prioritas yang belum tergarap secara optimal, lanjutnya terdapat beberapa daerah dengan potensi UMKM yang besar juga belum digarap secara optimal oleh industri jasa keuangan. Berdasarkan riset OJK, Kabupaten Demak, Jepara, Pekalongan, dan Wonogiri adalah daerah yang memiliki banyak UMKM. Akan tetapi, penyaluran kredit di daerah tersebut masih di bawah rata-rata Jawa Tengah.  

Penyaluran kredit industri jasa keuangan di Jawa Tengah sepanjang tahun lalu mencapai Rp302,8 triliun atau lebih tinggi 8,56% dibandingkan dengan kredit sepanjang 2017. Meskipun begitu, pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit nasional. Masih terdapat sektor prioritas dan daerah yang belum tergarap secara optimal, pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari pertumbuhan nasional merupakan indikator bahwa industri jasa keuangan masih memiliki ruang cukup besar untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jateng.

Indikator lainnya yang menunjukkan industri jasa keuangan masih memiliki ruang cukup besar untuk meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jateng adalah pertumbuhan total aset perbankan nasional yang juga masih di bawah pertumbuhan nasional. Sepanjang 2018, pertumbuhan total aset perbankan sebesar 8,47%. Akan tetapi, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 9,20%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Viral di Tiktok, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Meurindu - Rialdoni

Lirik dan terjemahan lagu meurindu milik penyanyi Aceh banyak dicari setelah viral di media sosial, yuk simak baik-baik di sini!

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.