Ustaz Abdul Somad (Youtube)

Solopos.com, SOLO – Salah satu rekaman video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) viral di media sosial. Dalam video viral itu, UAS menegaskan tidak pernah dan enggan melakukan salat istisqa untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya mengganggu banyak orang.

Bukan tanpa alasan, UAS menilai karhutla itu bukan bencana yang diturunkan Allah dari langit. Melainkan bencana akibat ulah manusia yang jahat. Dia amat prihatin melihat dampak buruk karhutla berupa kabut asap yang mengganggu pernapasan.

“Saya seumur hidup tak pernah salat istisqa. Tak pernah, sekalipun tak pernah. Berbuih mulut orang minta saya salat istisqa, enggak. Karena saya tahu ini bukan kebakaran, tapi dibakar. Ini kejahatan. Orang jahat kok didoakan,” kata UAS dalam video viral yang salah satunya diunggah pengelola akun Twitter @Predator_009, Sabtu (21/9/2019).

UAS sangat prihatin dengan karhutla yang membuat kehidupan jutaan orang Indonesia terganggu. Dia pun heran melihat si biang kerok karhutla tersebut ikut melaksanakan salat meminta hujan (istisqa).

“Gara-gara rahmat dicabut, sanggup orang membakar hutan. Sekitar 6,7 juta orang menghirup udara kotor. Gara-gara rahmat dicabut dari dalam hati. Aneh bin ajaib, orang yang membakar hutan ikut salat istisqa,” imbuh UAS.

UAS menegaskan orang yang membakar hutan semestinya mendapat balasan yang setimpal. Menurutnya, mereka yang bertanggung jawab atas karhutla harus dihukum mati. “Pembakar-pembakar ini mesti digantung di Monas. Ditembak,” sambung dia.

Bagi UAS, pembakar hutan lebih berbahaya ketimbang pengedar sabu-sabu. Itulah sebabnya dia menuntut hukuman berat kepada mereka yang membakar hutan. Sebab, kebakaran hutan merenggut banyak nyawa makhluk hidup.

UAS merupakan salah satu orang yang terkena dampak kabut asap. Dia tidak bisa terbang dari Batam ke Anambas karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Sampai saat ini, kabut asap akibat karhutla masih terus menyebar bahkan sampai mencemari negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: