Offroader Uji Skill di Trek Berlumpur Tepi Rawa Jombor Klaten
Offroader melintasi trek berlumpur di lahan milik Pemprov Jateng, Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Minggu (23/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Ratusan penggemar olahraga offroad (offroader) meramaikan kegiatan bertajuk Adventure Offroad Klaten Keren 2020 di kawasan Rawa Jombor, Kalikotes.

Deru mesin jip mereka meraung-raung dari tengah lahan yang bersebelahan dengan Bukit Sidoguro dan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Minggu (23/2/2020) siang.

Jip-jip bergiliran meliuk-liuk, menerbangkan lumpur, hingga roda kekarnya meninggalkan jejak lubang di trek.

Seluruh Korban Susur Sungai Sempor Ketemu, Total 10 Siswa SMPN 1 Turi Sleman Meninggal

Semakin banyak jip yang melintas semakin dalam lubang yang terbentuk. Tak jarang, jip terjebak di tengah trek saking dalamnya lubang.

Alhasil, jip-jip yang terjebak harus dibantu dengan ditarik mobil lainnya. Aksi jip-jip melintasi trek offroad di Jimbung selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/2/2020). menjadi tontonan warga.

Viral Pernyataan Perempuan Bisa Hamil karena Berenang, Ini Klarifikasi KPAI

Salah satu anggota panitia kegiatan, Heri Wibawa, mengatakan agenda itu diawali Sabtu dengan konvoi 400 jip dari berbagai daerah mengelilingi kawasan sekitar Rawa Jombor dan Bukit Sidoguro.

Peserta ada yang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Tulungagung, Kediri, serta Soloraya. Kegiatan dilanjutkan dengan kejuaraan offroad yang diikuti sekitar 100 offroader.

Remaja Klaten Curi Pakaian Dalam Wanita, Alasannya Untuk Onani

Mereka dibagi dalam tiga kelas yakni standar, 1.000 cc, dan bebas. Lokasi kejuaraan tersebut di lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Secara administratif, lahan berada di Desa Jimbung, Kalikotes. Selama ini, lahan itu menganggur dan sebagian dimanfaatkan warga untuk bertanam jagung, kangkung, hingga pisang.

Cerita Siswi SMPN 1 Turi Sleman Hanyut di Sungai Sempor: Tenggelam hingga Nyangkut di Bebatuan

Untuk menata lahan agar menjadi trek offroad sepanjang 500 meter, panitia butuh waktu satu pekan dan mengerahkan ekskavator.

“Kami koordinasi dengan desa untuk memberikan kompensasi kepada warga yang memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam,” kata Heri saat ditemui Solopos.com.

Heri mengatakan kegiatan itu digulirkan untuk mewadahi komunitas jip untuk latihan bersama.

Yakin Menang Pilkada Solo, Achmad Purnomo Nasihati Calon Independen

“Peserta tidak dipungut biaya alias gratis untuk ikut kegiatan ini dan diberikan kesempatan untuk menguji kemampuan dan teknis mobil melintasi trek,” jelas Heri.

Anggota DPRD Klaten itu berharap Klaten bisa memiliki trek offroad serta kejuaraan rutin hingga mengundang offroader dari berbagai daerah serta mendongkrak pariwisata di Kabupaten Bersinar.

“Potensi Klaten sangat banyak untuk dibuat sirkuit. Perlu perhatian sampai ke arah sana [memiliki trek offroad sendiri]. Memang butuh biaya tinggi untuk membuat trek,” kata Heri.

Kisah Pemancing Selamatkan Puluhan Peserta Susur Sungai Sempor: Banyak Suara Tangis

Salah satu peserta asal Solo, Hasan, 42, mengatakan itu menjadi pengalaman keduanya menguji kemampuan mengendalikan jip melintasi trek offroad.

“Pertama ikut lomba di Wonogiri. Untuk trek di Klaten ini bagus karena berlumpur dan itu tantangannya lebih besar,” tutur dia.

Dia berharap kegiatan semacam ini bisa diagendakan setiap tahun. Selama ini, menurut dia, kejuaraan offroad di wilayah Soloraya masih jarang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho