ODP Corona Colomadu Bantah Dijemput Paksa Setelah Heboh Video di Singosaren
Tangkapan layar video klarifikasi perempuan ODP corona yang sempat bikin heboh karena jalan-jalan di Singosaren Plasa, Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Selain memberikan klarifikasi terkait video jalan-jalan di Singosaren Plasa Solo yang bikin heboh, perempuan ODP corona asal Colomadu, Karanganyar, berinisial VN juga membahas soal isu dirinya dijemput paksa polisi dan petugas medis di rumahnya.

VN merekan video klarifikasi itu pada Minggu (22/3/2020) sore dan menyebarkannya lewat Whatsapp. Orang dalam pemantauan atau ODP corona yang tinggal di salah satu perumahan di Colomadu, Karanganyar, tersebut membantah dirinya dijemput paksa.

Cek Fakta: Heboh Berita Warga Jl. Panda Sukoharjo Meninggal Karena Corona Dipastikan Hoaks

Dia mengakui setelah video di Singosaren Plasa Solo itu beredar, rumahnya didatangi polisi dan petugas medis. Namun, kedatangan mereka bukan untuk menjemputnya melainkan untuk menanyakan riwayat perjalanannya.

Sebelumnya, VN sempat pergi ke Singapura. Saat itu lah ia bertemu pedagang di Plasa Singosaren Solo yang meminjam powerbank dan tanpa sengaja membawanya pulang ke Solo.

Ingin Bantu Tugimin, Korban Kecelakaan Berkostum Persis Solo? Begini Caranya

Kedatangan VN ke Singosaren Plasa Solo pada Jumat (20/3/2020) itu untuk mengambil powerbank tersebut.

Polisi dan Petugas Medis Datangi Rumah VN

"Semalam polisi dan tim medis datang ke sini tapi hanya untuk tanya trek saya sudah ke mana saja dan tidak ada penjemputan paksa," kata VN lewat video direkamnya sendiri itu.

Pernah ke Solo Lalu Batuk, Demam, dan Sesak Napas Bisa Status ODP Corona

Dia meminta video di Singosaren dan dijemput paksa tidak perlu dilebih-lebihkan. Menurutnya, sejauh tidak ada yang menyatakan dirinya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) atau pun positif corona.

Sebagaimana diberitakan, setelah videonya viral dan membuat heboh karena jalan-jalan di Singosaren Plasa Solo seusai periksa ke RSUD dr Moewardi dan dinyatakan ODP, VN dikaitkan dengan video ODP corona dijemput paksa oleh petugas medis.

Update! Ada 64 Kasus Baru, Pasien Positif Corona Indonesia 514 Orang

Video ODP corona dijemput paksa petugas medis itu beredar luas lewat aplikasi Whatsapp dan membikin resah warga Solo. Otoritas Pemerintah Kecamatan Colomadu, Karanganyar, langsung mengecek ke lokasi dan memastikan itu informasi itu tidak benar.

Penjemputan paksa itu dipastikan tidak terjadi di lingkungan tempat tinggal VN melainkan di tempat lain.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho