Objek Wisata Lain Sudah Buka, Apa Kabar Candi Plaosan dan Sojiwan Klaten?

Candi Plaosan dan Candi Sojiwan di Kecamatan Prambanan, Klaten, masih tertutup, padahal objek wisata lain sudah buka. Kenapa?

Selasa, 1 September 2020 - 14:11 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Tika Sekar Arum | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Kompleks Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamata Prambanan masih tertutup untuk kunjungan wisata, Senin (31/8/2020). Pembukaan kembali kawasan situs cagar budaya itu untuk umum dilakukan setelah ada simulasi. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Candi Plaosan dan Candi Sojiwan di Kecamatan Prambanan, Klaten, masih tertutup untuk umum, padahal objek wisata di kabupaten lain sudah mulai dibuka.

Rupanya, pembukaan kembali dua situs cagar budaya itu untuk wisata masih menunggu simulasi pembukaan objek wisata.

Sebagai informasi, Candi Plaosan berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan. Sementara, Candi Sojiwan berada di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan.

Dianggap Berbahaya, Ternyata Kulit Ayam Juga Punya Manfaat Lho

Sejak awal 2020, pengelolaan pariwisata di Candi Plaosan dan Sojiwan dilakukan melalui kerja sama antara Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten.

Lantaran ada pandemi Covid-19, dua candi di Kabupaten Klaten itu ditutup terhitung sejak pertengahan Maret 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan pembukaan kembali Candi Plaosan dan Sojiwan masih mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di Klaten. Apalagi, kasus Covid-19 di Klaten belakangan menunjukkan tren peningkatan.

Sukoharjo Perpanjang Lagi KLB Sampai 30 September, Ini Alasannya

Simulasi Digelar Pekan Ini

Di sisi lain, persiapan untuk pembukaan kembali dua candi itu terus dilakukan. Dalam pekan ini, Disparbudpora Klaten bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) menggelar simulasi sebelum pembukaan kembali Candi Plaosan dan Sojiwan dilakukan.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Klaten, Ety Pusparini, mengatakan sesuai surat edaran (SE) bupati, wisata alam, dan situs cagar budaya sudah diperbolehkan buka, namun tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hanya, untuk pembukaan kembali wisata tersebut harus melalui proses simulasi termasuk pembukaan kembali Candi Plaosan dan Sojiwan. “Simulasi ini hanya internal saja dari petugas dinas dan BPCB seolah-olah menjadi pengunjung,” kata Rini kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Perhutani Pasang Portal Gegara Viral Motor Serbu Bukit Mongkrang Karanganyar

Kepala BPCB Jateng, Sukronedi, mengatakan pembukaan kembali Candi Plaosan dan Sojiwan untuk umum masih menunggu koordinasi dengan Disparbudpora Klaten. Sebelum ada pembukaan, perlu dilakukan simulasi.

“Simulasi ini perlu dilakukan untuk melihat kesiapan ketika nanti ada pengunjung yang datang dan protokol apa saja yang diterapkan. Sehingga orang yang berkunjung ke cagar budaya tetap aman dari Covid-19,” kata dia.

Perawatan Pasien Paru di Tengah Kondisi Covid

Jumlah pengunjung hingga waktu kunjungan setiap wisatawan di kedua candi juga dibatasi. Di Candi Plaosan, jumlah pengunjung di dalam lokasi candi dibatasi 50 orang dan waktu pengunjung di candi maksimal 30 menit.

Sementara, di Sojiwan jumlah pengunjung dalam satu waktu dibatasi maksimal 30 orang dengan waktu kunjungan maksimal 30 menit. “Ketika nanti ada rombongan dan jumlah maksimal yang bisa masuk sudah terpenuhi, lainnya menunggu dulu untuk giliran selanjutnya,” tutur dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 4 Desember 2022, Ada Hujan Lebat 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Awas! Sukoharjo Hujan Lebat Sore Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Boyolali Hujan Lebat Pukul 16.00 WIB, Ini Prakiraan Cuaca Lengkap Menurut BMKG 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 4 Desember 2022, Waspada Hujan 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Terus Bertambah, Jumlah Pengangguran di Boyolali Capai 30.000-an Orang 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300% 9 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya 12 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju 13 jam yang lalu

HEADLINE soloraya All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu 14 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sempat Digeruduk Massa, Tahap Awal Pilkades Kembangkuning Boyolali Dipindah 14 jam yang lalu