Objek Wisata Klaten Tetap Tutup Saat Lebaran
Salah satu wisata air di Klaten. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Seluruh objek wisata dipastikan tetap tutup selama Lebaran. Meski ada pengelola objek wisata serta wahana hiburan yang mengajukan izin beroperasi, pemkab menegaskan pengajuan tersebut ditolak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, mengatakan hingga kini belum ada kepastian kapan objek wisata kembali dibuka. Selain objek wisata milik pemkab, hal itu berlaku untuk objek wisata dikelola desa serta swasta yang juga hingga kini tutup.

Kabar Gembira! Dinyatakan Sembuh, 7 Pasien Covid-19 di Sragen Bisa Lebaran di Rumah

Penutupan objek wisata dilakukan pemkab sejak 16 Maret lalu. “Sementara ini kegiatan-kegiatan masih lockdown termasuk objek wsiata. Kami masih menunggu kapan diperbolehkan seluruh objek wisata dibuka,” jelas Nugroho saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/5/2020).

Nugroho mengatakan ada satu pengelola desa wisata serta satu pengelola wahana permainan yang sempat mengajukan izin untuk membuka kembali usaha mereka. Hal itu dilakukan untuk meraup pendapatan di momen Lebaran tahun ini. Namun, permintaan tersebut tak dikabulkan.

“Ada dua yang mengajukan izin untuk beroperasi dari desa wisata serta wahana permainan. Inginnya buka untuk mendapatkan penghasilan. Namun, setelah kami berikan pemahaman karena masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, para pengelola menyadari kondisi tersebut,” kata dia.

Pekan Syawalan

Disinggung kegiatan pekan syawalan, Nugroho juga memastikan untuk tahun ini ditiadakan. Pekan syawalan merupakan acara tradisi dengan puncak acara berupa kirab gunungan ketupat di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, kecamatan Bayat. Saban puncak acara, kegiatan itu didatangi ribuan orang dari berbagai daerah.

Video Viral! Banyak Pesepeda Asyik Nongkrong di Bawah Flyover Manahan Solo

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito,menegaskan seluruh objek wisata tetap tutup selama Lebaran. “Ada pengelola objek wisata yang punya desa mengajukan izin untuk beroperasi. Alasannya untuk pemasukan. Tetapi, karena masih berisiko [persebaran Covid-19], kami tidak izinkan. Karena itu kan menyebabkan kerumunan. Itu yang tidak boleh,” jelas Ronny.

Ronny menuturkan untuk memastikan seluruh pengelola objek wisata mematuhi larangan beroperasi sementara waktu, petugas Satpol PP bakal rutin memantau satu per satu objek wisata. Pemantauan juga melibatkan pemerintah kecamatan.

Terupdate! Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 1 dari Sidorejo Bendosari

Terkait kegiatan tradisi yang biasa digelar untuk merayakan Lebaran seperti pekan syawalan, Ronny juga menegaskan untuk tahun ini ditiadakan. “Pokoknya acara yang mengumpulkan orang untuk sementara ditiadakan,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho