Tutup Iklan

Objek Wisata di Wonogiri Masih Tutup, Pengunjung Nekat

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengaku tak berani berspekulasi dengan membuka objek wisata di Wonogiri.

 Suasana Pantai Gading Purba, WGM Wonogiri. (Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Suasana Pantai Gading Purba, WGM Wonogiri. (Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Objek wisata di Wonogiri belum diperbolehkan buka selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Namun demikian, sejumlah masyarakat nekat untuk mengunjungi objek wisata dengan berbagai alasan.

Plt Camat Paranggupito, Warno, mengatakan di wilayahnya setidaknya ada beberapa pantai yang menjadi objek wisata. Pantai-pantai tersebut lebih banyak digunakan sebagai objek wisata religi.

“Kami sebenarnya sudah menutup portal arah ke pantai. Akan tetapi, orang yang hendak ritual ya tetap masuk. Jadi, mereka bersepeda lalu ditaruh di dekat portal yang ditutup kemudian jalan kaki,” ujar dia, kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Menolak Lupa, 67.157 Warga Tergusur Demi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Biasanya, mereka menggelar ritual selama 30 menit hingga 2 jam.
Warno menjelaskan pantai di Paranggupito yang kerap dipakai untuk ritual atau wisata religi adalah Pantai Sembukan.

Adanya pandemi jumlah kunjungan ke pantai ini tidak terlalu terdampak karena warga datang untuk kepentingan religi, bukan wisata. Mereka biasa datang pada waktu-waktu tertentu, seperti malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon.

Sejumlah ritual juga tetap berlangsung di Pantai Sembukan, tapi dengan peserta terbatas. Misalnya, larungan dan ritual malam 1 Sura.
Sedangkan pantai lain yang kerap dikunjungi wisatawan adalah Pantai Nampu.

Baca Juga: Tak Cuma Hajatan, Objek Wisata Wonogiri Juga Dilarang Beroperasi

Pantai tersebut acapkali dimanfaatkan untuk wisata yang bersifat refreshing. Hingga kini, objek wisata ini masih ditutup.

“Yang nekat [wisatawan] itu persentasenya enggak banyak. Kami berlakukan patroli rutin, khususnya Sabtu-Minggu,” imbuh dia.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengaku tak berani berspekulasi dengan membuka objek wisata di Wonogiri. Kebetulan, objek wisata utama Waduk Gajah Mungkur sedang direvitalisasi sehingga ditutup untuk wisatawan.

Baca Juga: Pemulihan Sektor Pariwisata Wonogiri Butuh Waktu Lama

“Saya pastikan dan kejar dulu vaksinasinya, baru yang lain [pendidikan dan wisata],” ungkap dia.

Bupati yang akrab disapa Jekek ini menargetkan vaksinasi bisa kelar tiga pekan ini. Target tersebut telah diperhitungkan matang sesuai dengan kondisi SDM vaksinator, data yang valid dan stok vaksin.

Terkait kebijakan untuk objek wisata, dia belum memberi lampu hijau. Hal ini juga berlaku pada pembelajaran tatap muka (PTM) yang menunggu rampungnya vaksinasi.

Baca Juga: PTM di Wonogiri Tunggu Vaksinasi Siswa dan Guru Rampung

“PTM dibuka nanti dikhawatirkan ada klaster baru [karena belum vaksin. Kami tidak mau itu terjadi. Kami fokus saja pada panduan yang ada dulu sesuai rencana,” jelas dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Seleksi Duta Antikorupsi, Puluhan Pelajar Klaten Bikin Makalah Soal Ini

Seleksi terhadap puluhan pelajar kali ini merupakan rangkaian pemilihan duta pelajar antikorupsi yang diselenggarakan IPPK Klaten dan Exclusive Kingdom Klaten.

BMKG: Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jateng

BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun di sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu.

Geger Pria Asal Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia di Masjid Laweyan Solo

Pihak kepolisian menyatakan berdasarkan dugaan sementara, almarhum Sukirman meninggal karena sakit.

Minat Baca Memuaskan, Solo Butuh Rumah Baca Berbasis RW

Hasil survei Disarpus Kota Solo menunjukkan indeks minat baca dan indeks kegemaran membaca warga Kota Solo 74,54 dan 79,37.

Solo Optimalkan Medsos untuk Promosi Wisata

Promosi pariwisata Solo berbasis sosial media akan dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.

Kini, Jajan Jenang dan Gorengan Lebih Mudah dengan Bank Digital

Pemkot Solo mendorong digitalisasi Pasar Tradisional sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Sejarah Pola Situasional dalam Suksesi KGPAA Mangkunagoro Solo

Penerus kepemimpinan di Pura Mangkunegaran bisa berasal dari putra Mangkunagoro sebelumnya, atau keponakan, dan adik.

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Jadi Habitat Pelestarian Flora-Fauna

Kebun Raya Indrokilo bisa menjadi habitat atau pusat perlindungan dan pelestarian flora dan fauna di daerah.

Minim, Capaian Pajak Pengangkutan Galian C di Klaten

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan hingga pertengahan November 2021, nilai pajak yang diterima baru sekitar Rp584 juta.

Kisah Guru Honorer Ikut Tes PPPK, Ada yang Lega Ada yang Masih Berjuang

Krisnowati memilih tak banyak mengeluh dan tetap menekuni profesinya sebagai guru meski berstatus sebagai tenaga honorer selama belasan tahun terakhir.

Ratusan Honorer Non K2 Masih Harus Berjuang agar Lolos PPPK

Ketua Forum Honorer Non Kategori 2 (K2) Klaten, Slamet Riyadi, memperkirakan masih banyak honorer non K2 yang tidak lolos tes PPPK.

Ribuan Guru dan Pegawai  Honorer Klaten Diguyur Rp15 Miliar

Para penerima merupakan guru dan pegawai honorer yang masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

Pasoepati Ganti Pot Jalan Solo-Jogja, Kapolsek Ceper: Jangan Terulang

Polisi berharap kejadian perusakan pot bunga serupa tak terulang di waktu mendatang.

Rudy Adiyanto, Guru Matematika Tapi Seperti Intel

Heri yang kini dikenal sebagai sejarawan muda Kota Solo mengaku sering berurusan dengan Rudy karena ulah nakalnya.

Liburan Gitu-Gitu Aja? Berkebun ke Nava Hotel Tawangmangu Yuk!

Nava Hotel di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menawarkan sensasi berkebun sampai menanam sayur langsung untuk para tamu.

Diusulkan 2019, Wacana Perda Produk Halal Terpental di DPRD Solo

Usulan FPKS soal Perda produk halal mental di pembahasan Bapemperda lantaran tidak mendapat dukungan dari fraksi lainnya.