Suasana objek wisata Siblarak di Dusun Jatirejo, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jateng, Kamis (6/6/2019). (Solopos-Taufik Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Kawasan wisata air Siblarak di Dusun Jatirejo, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) terbilang merupakan objek wisata yang baru. Di lokasi tersebut, ada beragam wahana air.

Pengelola Siblarak, Alwan, 26, mengatakan kawasan wisata itu memiliki beragam wahana dengan kondisi alam yang masih asri dikelilingi persawahan. Di Siblarak, terdapat dua kolam renang dengan kedalaman maksimal 150 cm. Wahana lain yakni outbond serta flying byur.

"Untuk flying byur itu berbeda dengan flying fox. Biasanya kan mendarat di tanah. Kalau di sini mendaratnya di air. Wahana lainnya ada camping ground. Ada juga penyewaan ATV dan mini trail yang rencananya akan melintasi pematang sawah di sekitar kawasan," jelas Alwan saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (6/6/2019).

Tarif tiket masuk ke kawasan wisata tersebut dipatok Rp5.000/orang dengan tarif parkir sepeda motor Rp2.000/unit dan mobil Rp5.000/unit. Sementara itu, tarif wahana flying byur dibanderol Rp10.000, persewaan ATV Rp25.000, serta mini trail Rp15.000.

Selain wahana-wahana tersebut, Siblarak menawarkan persewaan tempat berupa pendopo yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan. Tarif sewa pendopo tersebut Rp300.000.

Alwan mengatakan meski belum lama buka, Siblarak mulai dibanjiri pengunjung. Ia mencontohkan seperti pada libur Lebaran 2019 ini, pendopo sudah dipesan sejumlah kelompok warga hingga Sabtu (15/6/2019) mendatang untuk menggelar berbagai acara pertemuan keluarga hingga reuni. "Mulai besok [Jumat (7/6)], sudah ada yang booking tempat," jelas dia.

Salah satu pengunjung, Susi, mengatakan ia tertarik mengunjungi Siblarak lantaran suasana kawasan tersebut asri. Wanita asal Solo itu sudah kali kedua mengunjungi Siblarak. "Suka dengan lokasinya yang masih natural. Selain itu, kondisi objek wisata di sini relatif masih sepi dibandingkan lainnya sehingga bagi saya nyaman," ungkapnya.

Kawasan wisata itu merupakan unit usaha baru BUM Desa Sinergi selain mengelola Umbul Manten serta Kampung Dolanan Sidowayah. Siblarak dibangun pemerintah desa setempat pada 2017 silam dilanjutkan pembentukan manajemen pengelola Siblarak pada 2018 dan mulai beroperasi pada awal 2019.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten