Anggota TNI mengusung peti jenazah mantan Bupati Boyolali Sri Moeljanto, Sabtu (25/1/2020). (Solopos-Tamara Geraldine)

Solopos.com, BOYOLALI -- Isak tangis mengiringi pemakaman mantan Bupati Boyolali periode 2005–2010, Sri Moeljanto, Sabtu (25/1/2020). Almarhum dimakamkan secara militer di Astono Pasekan Desa Mudal, Boyolali, Boyolali, pukul 11.20 WIB.

Ratusan warga berbaju putih dan hitam keluar dari rumah halaman rumah Sri Moeljanto. Tak hanya dari Boyolali, para pelayat berdatangan berasal dari berbagai daerah di Soloraya. Sejumlah tokoh turut menghadiri upacara pemakaman Sri Moeljanto, di antaranya Bupati Boyolali, Seno Samodro, Wakil Bupati Boyolali, M.Said Hidayat, Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto.

Duka mendalam dirasakan seluruh warga di Kabupaten Boyolali, atas meninggalnya Sri Moeljanto pada usia 78 tahun. Sri Moeljanto yang dikenal luas oleh masyarakat Boyolali sebagai sosok yang jujur dan pribadi yang ramah.

Sri Moeljanto meninggal dunia pada Jumat (24/1/2020) pukul 11.00 WIB siang di Tegal, Jawa Tengah, setelah menderita sakit. Almarhum Sri Moeljanto meninggalkan seorang istri, anak, dan cucunya.

Kepergian Sri Moeljanto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan sejawatnya. Salah satunya rekan terdekatnya, Priyanto mantan Kepala BPN Boyolali. Pada Jumat siang hari dia mendapat kabar meninggalnya Sri Moeljanto.

Priyanto menilai Sri Moeljanto merupakan pribadi yang jujur dan selalu menyemangati generasi muda. “Saya sangat kehilangan sosok Sri Moeljanto. Beliau dikenal selalu mengabdi pada pekerjaannya dengan sepenuh hati dan cara yang baik,” kata dia saat ditemui seusai pemakaman, Sabtu.

Karena sosok beliau yang dikenal masyarakat sebagai salah satu Bupati yang sederhana, ribuan pelayat mendatangi rumah duka.

“Beliau itu dikenal banyak masyarakat sebagai sosok yang sederhana. Semasa menjabat sebagai Bupati Boyolali para periode 2005–2010 beliau tidak membeda–bedakan perilaku dengan masyarakat. Buktinya walaupun sudah meninggal seperti ini, pelayat dari mana saja datang ke rumah duka. Kami dari keluarga hanya menerima kabar dari RS kalau Sri Moeljanto meninggal karena sakit. Kami tidak mengetahui sakitnya apa,” kata dia.

Hal ini juga dikatakan, Bupati Boyolali, Seno Samodro. Seno Samodro sempat menjadi Wakil Bupati Boyolali pada periode 2005–2010 sebelum menjabat sebagai Bupati Boyolali.

“Banyak pembelajaran yang saya dapatkan dari beliau sewaktu saya masih menjabat sebagai Wakil Bupati Boyolali. Saya harap keluarga yang ditinggalkan tabah,” kata dia.

Di masa hidupnya, almarhum pernah menjabat Ketua DPD Golkar, Ketua DPRD Boyolali, Bupati Boyolali.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten