Solopos.com, SOLO — Kementerian Perhubungan menggagas sistem transportasi massal bernama O-Bahn Busway, gabungan antara light rapid transit (LRT) dan bus rapid transit (BRT). Namun, Soloraya akan menerapkan BRT dengan bus berlantai rendah dan normal.

Program BRT dengan konsep pembelian layanan atau buy the service akan diterapkan di Solo-Soloraya, dan lima kota lain yakni Medan, Palembang, Jogja, Surabaya dan Denpasar. Anggaran untuk program tersebut juga sudah disiapkan.

Konsultan Kemenhub, Djoko Setijowarno, mengatakan bus low deck (lantai rendah) atau normal deck (lantai normal) diusulkan untuk mengaspal di jalanan Solo dan sekitarnya.

“Dengan low atau normal deck, tidak perlu membangun prasarana khusus, cukup dengan jaringan jalan yang sudah ada. Tidak perlu ada bangunan halte, jika belum punya anggaran, cukup diberikan rambu pemberhentian bus,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (24/6/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten