Ilustrasi nyeri punggung. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Rasa nyeri di punggung yang muncul akibat duduk terlalu lama atau setelah rebahan tidak boleh dianggap remeh. Krim atau minyak oles pereda nyeri memang bisa menghilangkan sakit, namun hanya sementara waktu.

Obat pereda nyeri itu tidak mampu menghilangkan sumber munculnya rasa sakit. Jadi, nyeri akan kembali terasa ketika efek krim tersebut hilang.

Jika nyeri kembali muncul, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab, hal itu bisa menjadi pertanda awal penyakit osteoporosis.

Dokter di RSUD Dr. Moewardi Solo, Yulyani Werdiningsih, mengatakan, osteoporosis adalah penyakit tulang yang sistemik yang berakibat pada penurunan kepadatan tulang. Penurunan kepadatan tulang ini biasanya akan berlangsung secara bertahap dan tidak bergejala.

“Penyakit osteoporosis pada waktu awal tidak ada gejala, sehingga sering disebut silent desease jadi perlu diwaspadai. Karena silent desease sehingga pada umumnya pasien osteoporosis datang dalam kondisi sudah patah tulang, seperti patah tulang belakang sehingga pasein sudah bungkuk, patah pergelangan tangan, atau patah pada pinggul,” terang Yulyani Werdiningsih, kepada Solopos.com, Rabu (6/11/2019).

Salah satu tanda awal osteoporosis adalah nyeri tulang belakang setelah duduk, kemudian membaik seusai berbaring. Osteoporosis juga ditandai dengan penurunan tinggi badan.

“Apabila ada nyeri tulang belakang [punggung] setelah duduk lama kemudian membaik setelah berbaring, memang harus diwaspadai bisa jadi itu tanda awal adanya osteoporosis. Di samping tanda lainnya seperti penurunan tinggi badan,” sambung dia.

Osteoporosis bisa menyerang siapa saja. Sehingga, siapapun perlu mewaspadai kondisi kepadatan tulangnya. Caranya bisa dengan melakukan pemeriksaan kepadatan tulang dengan cara Bone Mineral Density (BMD).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten