Nyaris Meneteskan Air Mata, Bupati Karanganyar Ngaku Tak Tega Lihat Kondisi Masyarakat Saat PPKM Darurat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tidak tega melihat kondisi masyarakat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.

 Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Solopos.com/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono. (Solopos.com/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengingatkan Satgas Penanganan Covid-19 agar menertibkan masyarakat dengan luwes selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat.

Bahkan, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu menyampaikan rasa empatinya kepada masyarakat Karanganyar yang terdampak PPKM Darurat. Matanya berkaca-kaca saat ditanya evaluasi PPKM Darurat yang telah diberlakukan sejak Sabtu (3/7/2021). PPKM Darurat akan berakhir pada Selasa (20/7/2021).

“Saya melihat terharu, saya. [berhenti berbicara sejenak]. Ora tega saya sebetulnya. Melihat kompetisi [masyarakat] untuk survive. Di tengah kompetisi harus melakukan dan mengikuti kegiatan PPKM Darurat seperti ini. Ora tega,” kata Bupati sembari berkaca-kaca saat berbincang dengan wartawan, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Jangan Tertipu Lur, Tak Ada Pos Polisi Bukan Berarti Tak ada Penyekatan di Wonogiri

Bupati menyebut masyarakat Karanganyar memiliki ketaatan tinggi melaksanakan PPKM Darurat. Oleh karena itu, dia menyampaikan apresiasi. Tetapi, Bupati juga tidak menutup mata sejumlah orang masih belum mau tertib selama PPKM Darurat.

Dia berharap tim penegak disiplin Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dapat mendekati sebagian orang itu dengan pendekatan lebih luwes.

“Semalam saya rapat memastikan Pak Kades dengan posko di desa supaya aktif mengedukasi dengan sentuhan simpati. Harus luwes. Ya, kalau sudah di rumah, jualan, take away, saya kira perlu disemangati. Misal sampaikan ‘seperti ini, bagus Pak’. Yang belum ya diingatkan agar protokol kesehatan. Pakai kearifan lokal lah,” tutur Bupati.

Dia menyerahkan kepada masing-masing desa perihal penanganan Covid-19 menggunakan pendekatan kearifan lokal. Pendekatan kearifan lokal juga bisa digunakan saat melakukan tracing, testing, dan treatment (3T).

“Substansi PPKM Darurat itu hulu ditertibkan agar tidak ada sumber penularan. Ini membutuhkan kearifan kades, posko desa. Perlu teknik berbeda di masing-masing desa. Tidak bisa disamakan. Aturan sama tapi pelaksanaan bisa didekati dengan sistem berbeda,” ujar Bupati.

Politikus Partai Golkar itu juga mendorong masyarakat membeli dan menggunakan produk bikinan warga di lingkungan sekitar. Dia meyakini langkah itu mampu sedikit menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah PPKM Darurat.

Baca Juga: Ini 4 Lokasi Penyekatan di Wonogiri Selama PPKM Darurat

Untuk itu, Bupati mengaku berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar. Dia berusaha menggerakkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga harian lepas (THL) di Karanganyar.

“Saya minta mereka [ASN dan THL di lingkungan Pemkab Karanganyar] tahu lingkungan. Dimulai dari melapor apabila ada orang isolasi mandiri di satu [rukun warga] RW. Bantu asupan, semangati, beri motivasi. Itu yang saya lakukan di lingkungan rumah [Dukuh Pokoh, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu]. Saya minta laporan itu per hari ini,” tuturnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.