Sembilan tiang menyangga kuda-kuda atap ruang tunggu Terminal Pilangsari, Sragen, karena struktur atapnya nyaris ambruk, Selasa (21/5/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Sembilan batang bambu jenis petung yang sudah kering berdiri di lantai hingga menembus plafon atap ruang tunggu Terminal Pilangsari, Sragen. Pemandangan itu tentu mengganggu para calon penumpang bus di terminal tersebut.

Belum lagi bahaya yang mengancam jika tiang bambu itu tersenggol dan jatuh. Atap ruang tunggu itu bisa jadi ambruk menimpa orang-orang di bawahnya.

Atap ruang tunggu Terminal Pilangsari itu memang sudah hampir ambruk dan sembilan bambu itu dipasang sebagai penyangga. Kondisi itu sudah terjadi sejak setahun lalu.

Aktivitas di ruang tunggu itu sepi saat Solopos.com menyambangi pada Selasa (21/5/2019). Hanya terlihat beberapa sopir angkutan perkotaan (angkuta) yang duduk-duduk di tempat pemberangkatan angkutan sekitar 50 meter dari lobi terminal itu.

“Tahun lalu hanya satu tiang untuk menyangga kuda-kuda. Belakangan semakin parah dan tiang penyangganya bertambah sejak dua bulan lalu karena kondisinya semakin parah. Terminal ini dibangun pada 1994. Untuk imbauan, kami pasang MMT agar pengunjung berhati-hati dengan kondisi bangunan itu,” ujar Rita, seorang anggota staf Terminal Pilangsari, Sragen, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

MMT itu dipasang di dinding ruang tunggu. MMT itu bertuliskan "Mengingat kondisi bangunan bagian atas sangat membahayakan, dimohon pengguna ruang tunggu terminal lebih waspada dan hati-hati. Hindari duduk atau istirahat di bawahnya".

Kepala Terminal Pilangsari, Sabarmanto, mengatakan kondisi ruang tunggu yang rusak belum diperbaiki sampai sekarang. Dia mengaku sudah mengambil langkah preventif untuk semata-mata menjaga keselamatan bersama, khususnya pengguna fasilitas terminal.

“Perlu diketahui sebenarnya terminal ini sudah menjadi prioritas utama dalam pembenahan fisik di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Dengan banyak pertimbangan, untuk pembangunannya kalau tidak ada perubahan setelah Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Sabar mengaku belum tahu nilai anggarannya karena berada di Dishub. Sabar yang bertugas di terminal merasa bersyukur ada pembangunan terminal. Untuk persiapan mudik Lebaran, Sabar segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dishub Sragen, Dinas Kesehatan Sragen, dan unsur kepolisian Sragen.

“Koordinasi itu dilakukan untuk pengecekan kendaraan di dalam terminal,” ujarnya.

Kabid Angkutan Dishub Sragen, Bintoro Setiyadi, menyampaikan rencananya ada kegiatan di Terminal Pilangsari dengan menggandeng Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (23/5/2019) besok.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten