Vandalisme di salah satu dinding flyover Manahan, Solo, Minggu (23/6/2019). (Solopos-M.Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Aparat Satlantas Polresta Solo mulai serius mengungkap kasus kecelakaan maut di flyover Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) yang terjadi pada Senin (1/7/2019). Demi mengungkap kasus tabrak lari yang terjadi hampir dua pekan lalu itu, polisi kini tengah menyelidiki rekaman dari 12 kamera CCTV.

Berdasarkan laporan wartawan Solopos, Ichsan Kholif Rahman, aparat Satlantas Polresta Solo tengah bekerja sama dengan aparat Satreskrim Polresta Solo dalam mengungkap kasus tabrak lari di flyover Manahan, Solo itu.

"Kami berkoordinasi dengan Reskrim Polresta yang memiliki Laboratorium teknologi canggih terkait CCTV ," ungkap Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni.

Busroni mengatakan 12 rekaman yang diperiksa itu berasal dari kamera CCTV sepanjang jalan antara wilayah Gendengan hingga Gapura Makutho. Namun, kamera yang terpasang di flyover Manahan, Solo memang hanya ada satu.

Berdasarkan keterangan Busroni, mobil yang menabrak pengendara sepeda motor di flyover Manahan kemudian melaju ke arah barat. Mobil tersebut diperkirakan melaju dengan kecepatan 80 km per jam.

Busroni mengaku sudah mengantongi pelat nomor mobil tersebut. Sayang, ia masih merahasiakannya dari awak media.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, tabrak lari di flyover Manahan itu menewaskan Retnoningtri, 54, warga Slembaran RT 003/RW 003 Serengan, Solo. Retnoningtri sebenarnya melaju pelan dan berada di jalur kiri. Namun tiba-tiba, ia ditabrak mobil dari arah berlawanan yang sedikit keluar dari jalurnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten