Tutup Iklan

Nyam-Nyam! Warga Wonogiri Bikin Mi Ayam Instan, Tanpa Bahan Pengawet Lho

Warga Wonogiri mengembangkan kuliner mi ayam instan yang diberi nama Mie Ayam Instan Wonogiren.

 MIe Ayam Instan Wonogiren (Istimewa)

SOLOPOS.COM - MIe Ayam Instan Wonogiren (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Warga Wonogiri mengembangkan kuliner mi ayam instan. Sesuai namanya, produk yang diberi nama Mie Ayam Instan Wonogiren ini menawarkan olahan mi yang bisa dimasak secara instan.

Meski tak semasyhur bakso Wonogiri, mi ayam khas Wonogiri cukup dikenal di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu tak lepas dari cita rasa khas yang dimiliki mi ayam Wonogiri.

Yang menarik, Mie Ayam Instan bermerek Wonogiren tersebut dikembangkan oleh empat orang aparatur sipil negara di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Kementerian Perhubungan.

Direnovasi, Batu Nisan Makam Mbah Jonambang di Baturetno Wonogiri Kok Terbalik?

Mereka berkolaborasi untuk menciptakan produk mi ayam instan tersebut. Empat orang itu adalah Andhi Prasetyo sebagai marketing dan Tri Kuncoro sebagai penanggung jawab peralatan atau permesinan.

Selanjutnya, Heri Setyawan sebagai pengelola keuangan dan Tri Susandi sebagi peracik atau chef pembuatan mi dan bumbu.

Andhi mengatakan produk mi ayam instan bikinan mereka berbeda dibandingkan mi instan pada umumnya. Mi tersebut tidak memakai campuran bahan pengawet berupa borak atau formalin. Konsep yang ditawarkan yakni mi sehat.

Wali Kota Solo Ancam Seret Panitia Pasar Rakyat Alkid Ke Polisi

Sudah Mengantongi Izin PIRT

Satu bulan lalu, produk tersebut sudah mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Wonogiri. Perizinan dimaksud berupa izin pangan industri rumah tangga (PIRT).

Ia menjelaskan ide pembuatan mi ayam instan sudah terlintas sejak Desember 2019. Setelah melakukan uji coba produk dan pemasaran, pada Juni 2020 barulah mereka memasarkan mi ke beberapa daerah.

"Mi kami pasarkan setelah mendapatkan izin dari lembaga yang berwenang," kata Andhi saat ditemui Solopos.com di Wonogiri, Kamis (9/7/2020).

Bayi Perempuan Ditemukan di TPU Kahuman Tonggalan Klaten, Sempat Dikira Jadi-Jadian

Peracik bumbu, Tri, mengatakan mi ini terbuat dari tepung terigu, tepung tapioka, minyak nabati, garam, dan antioksidan. Sementara itu, bumbu mi terbuat dari gula, garam, penyedap rasa, bawang putih, bawang merah, serai, daun jeruk, kunyit, jahe, merica, dan daging ayam.

"Tidak ada bahan pengawet apapun, bahan dasarnya rempah. Mi ini bertahan hingga dua bulan saja. Kalau mi instan pada umumnya kan sampai delapan bulan," kata dia.

Tri Kuncoro mengatakan usaha yang ia rintis bersama tiga kawannya tersebut tidak menggangu pekerjaannya sebagai ASN. Karena saat ini mereka sudah mempunyai delapan karyawan yang bertugas membuat mi ayam instan. "Jadi kami tinggal memantau saja setelah pulang karja," kata dia, Kamis.


Berita Terkait

Berita Terkini

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

Pakar Pengupahan UNS Solo: Penetapan UMK 2022 Untungkan Pengusaha

Pakar pengupahan yang juga akademisi UNS Solo menilai penetapan UMK 2022 yang berdasarkan PP No 36 lebih berpihak pada kalangan pengusaha ketimbang pekerja.

Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

SE Wali Kota Solo tentang PPKM yang terbit pada Selasa (30/11/2021) mengatur sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat sebagai antisipasi libur Nataru.

Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Pelaku berinisial F, 31, warga Kecamatan Klaten Tengah, ditangkap di rumahnya, Selasa (30/11/2021) pagi.

Keseruan Berebut Ayam dalam Tradisi Mondosio Pancot Tawangmangu

Pelepasan ayam menjadi ciri khas yang hanya ada dalam tradisi Mondosio yang digelar di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar.

PLN bakal Bangun Stasiun Pengisi Daya Kendaraan Listrik di Solo Baru

PLN menargetkan ekosistem kendaraan listrik di Soloraya terbentuk pada 2026, salah satu upayanya dengan membangun stasiun pengisi daya di Solo Baru, Sukoharjo.