Nyam-Nyam! Ternyata Begini Rasa Kuliner Enthung Ulat Johar Wonogiri
Pemilik Warung Bu Mo, Sri Mulyani, saat menunjukkan enthung johar goreng di warungnya, area Sekretariat Daerah Wonogiri, Rabu (23/9/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Kabupaten Wonogiri memiliki sejumlah kuliner khas yang diolah dari bahan baku tak biasa, salah satunya enthung ulat johar alias kepompong ulat yang ditemukan di pohon johar.

Meski belum memasuki musim penghujan, sebagian warung makan di Wonogiri mulai menjual makanan atau kuliner enthung johar.

Biasanya, enthung mulai bermunculan saat memasuki awal musim penghujan, satu pekan atau dua pekan setelah mulai musim penghujan.

Begini Kata Tim Pemenangan Gibran dan Teguh Soal Penundaan Pilkada 2020

Bagi sebagian warga Wonogiri, enthung dijadikan hidangan lauk makanan yang lezat. Enthung yang biasa dimasak yakni enthung johar, enthung jati, dan enthung jambu mete.

Salah satu warung makan yang sudah mulai menjual kuliner enthung meski belum musim penghujan, yakni Warung Makan Bu Mo, yang berlokasi di area Sekretariat Daerah Wonogiri. Di warung makan ini, enthung digoreng.

Penampilan olahan kuliner berbahan baku unik ini masih seperti kepompong dan berwarna kuning. Sebelum diolah, enthung berwarna hijau. Tambahan bumbu membuat kuliner ini cocok untuk kawan menyantap nasi.

Bejat, Pemuda Buruh Tani di Sragen Perkosa 3 Gadis ABG di Kuburan

Harganya Rp60.000 per Kilogram

Pemilik warung Bu Mo, Sri Mulyani, menuturkan dia membeli enthung johar di pasar tradisional di Wonogiri. Saat ini harga satu kilogram enthung senilai Rp60.000.

Menurut dia, harga enthung untuk saat ini tergolong sedang. Jika sedang musim, satu kilogram bahan makanan ini hanya dijual Rp40.000. Sedangkan jika sudah mulai langka bisa mencapai Rp120.000 setiap kilogram.

"Untuk saat ini enthung sudah mulai bisa didapatkan, tapi belum banyak. Biasanya muncul saat awal musim penghujan. Ini kan baru hujan dua kali dan ternyata sudah bermunculan. Ini daun yang dimakan baru sedikit. Kalau pas musim daun johar atau jati bisa habis," kata dia saat ditemui Solopos.com di warungnya, Rabu (23/9).

Waduh! Tukang Becak Positif Covid-19 di Tegal Nekat Cari Penumpang, Tetangga Ngungsi

Menurut dia, dari berbagai jenis enthung yang biasa diolah jadi makanan di Wonogiri, enthung johar merupakan yang paling nikmat dan sedap dimasak.

Walaupun bahan bakunya kepompong ulat, orang-orang yang pernah memakannya mengaku rasa kuliner ini enak. "Dibanding enthung jati, enak enthung johar. Kalau dimasak dan dijual juga laku enthung johar," ungkap dia.

Warga Karanganyar Boleh Gelar Hajatan, Kecuali di Dusun dengan Kasus Covid-19 Aktif

Ia mengatakan setiap kali musim enthung, ia selalu menjual masakan tersebut di warungnya. Bahkan ia dan karyawannya sampai menyetok enthung dan dimasukkan ke kulkas terlebih dahulu.

Cara pengolahan atau memasak enthung bervariasi. "Bisa digoreng, dibuat oseng, bothok, maupun tumis. Hampir semua jenis masakan bisa diolah dengan enthung," ujar dia. Pada Rabu, Sri Mulyani memasak enthung dengan cara di goreng.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom