Tutup Iklan
Ilustrasi caleg. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dua dari tiga kepala desa (kades) yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif melalui PDIP pada https://soloraya.solopos.com/read/20190427/492/988277/pemilih-nyoblos-di-psu-winong-boyolali-diperkirakan-tak-sebanyak-pemilu-17-april" title="Pemilih Nyoblos di PSU Winong Boyolali Diperkirakan Tak Sebanyak Pemilu 17 April">Pemilu 2019 diprediksi lolos menjadi anggota DPRD Boyolali.

Ketiga kades yang nyaleg itu sebelumnya sudah mengundurkan diri dari jabatan kades. Kedua kades yang diprediksi jadi legislator adalah Tri Ismiyati (sebelumnya Kades Keposong, Kecamatan Musuk) dan Joko Santoso (sebelumnya Kades Kauman, Kecamatan Kemusu).

Sedangkan satu eks kades lainnya adalah Sungkono yang sebelumnya menjabat Kades Gondanglegi, Kecamatan Klego, tidak lolos ke parlemen. Ketua DPC PDIP Boyolali S. Paryanto, mengonfirmasi kedua mantan kades itu diprediksi lolos ke DPRD Boyolali.

“Iya. Dari tiga kades yang mengundurkan diri dan nyaleg lewat PDIP ini, dua yang lolos yaitu Kades Keposong di daerah pemilihan [dapil] II dan Kades Kauman dari dapil III,” ujarnya, Senin (29/4/2019).

Sedangkan Kades Gondanglegi yang nyaleg di dapil IV terpaksa kandas karena kalah dalam perolehan jumlah suara dengan caleg-caleg lainnya. Namun, menurutnya, kekalahan eks Kades Gondanglegi ini tidak akan mempengaruhi konstelasi politik di dapil IV.

“Menang dan kalah itu biasa. Harapannya tentu semuanya menang, tetapi kursi https://soloraya.solopos.com/read/20190427/492/988198/ini-satu-satunya-caleg-gerindra-yang-diprediksi-dapat-kursi-di-dprd-boyolali" title="Ini Satu-satunya Caleg Gerindra yang Diprediksi Dapat Kursi di DPRD Boyolali">DPRD kan hanya 45 sedangkan calegnya banyak. Tentu semuanya siap jadi dan juga siap tidak jadi,” imbuhnya.

Paryanto berharap tokoh masyarakat desa tersebut yang nantinya menjadi tokoh masyarakat yang lebih luas bisa mengemban aspirasi khususnya di dapil mereka masing-masing serta aspirasi masyarakat Boyolali secara umum.

“Selain itu tokoh-tokoh ini nantinya bersama-sama menjadi mitra Pemkab meningkatkan pelayanan pembangunan di Boyolali yang semakin terbuka dan transparan,” imbuhnya.

Sementara itu, Tri Ismiyati mengatakan hingga saat ini dirinya masih masuk dalam perkiraan caleg yang lolos kehttps://soloraya.solopos.com/read/20190426/492/987901/caleg-pks-dapil-viii-berpeluang-melenggang-ke-dprd-jateng" title="Caleg PKS Dapil VIII Berpeluang Melenggang ke DPRD Jateng"> DPRD Boyolali. Berdasarkan hitungan internal, dia mengantongi 13.702 suara dari sekitar 9.000 suara yang dibutuhkan sebagai caleg terpilih. “Dapat segitu alhamdulilah dan bersyukur sekali,” ujarnya.

Jika dia benar-benar menjadi anggota DPRD, Tri berharap bisa menjembatani aspirasi masyarakat dan tidak mementingkan diri sendiri. Tri adalah kades yang sudah menjabat dua periode sejak 2007.

Sejak Agustus 2018, Tri mengundurkan diri dari jabatan kades karena diusung PDIP menjadi celeg. “Seharusnya masa jabatan saya berakhir 16 April 2019 ini,” imbuhnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten