Nyai Ontosoroh (kiri) dan Annelies Mellema di film Bumi Manusia (Instagram)

Solopos.com, SOLO – Nyai Ontosoroh di https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">film terbaru https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">Bumi Manusia menjadi karakter yang sangat kuat. Sha Ine Febriyanti sukses menghidupkan tokoh Nyai Ontosoroh sebagai wanita tangguh dan pemberani. Tak seperti nyai pada umumnya, Nyai Ontosoroh di film terbaru Bumi Manusia berhasil membuka mata Minke si tokoh utama.

Memerankan tokoh Nyai Ontosoroh menjadi impian Sha Ine Febriyanti. Itulah sebabnya, dia berusaha tampil maksimal dan sangat menjiwai perannya sebagai ibu dari dua anak Indo—blasteran antara Indonesia dan Belanda—Robert dan Annelies Mellema. Apalagi ini merupakan film layar lebar pertamanya.

Beruntung saya mendapat kesempatan terlibat dalam karya ini dan memerankan karakter impian, Nyai Ontosoroh yang sudah saya rindukan sejak 1996 saat pertama kali membaca kara fenomenal Pramoedya. https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">Bumi Manusia menjadi pengalaman pertama saya terlibat dalam dilm industri Indonesia,” terang Sha Ine Febriyanti lewat akun Instagram-nya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (20/8/2019).

Nyai Ontosoroh tampil beda, meski statusnya sama dengan nyai lainnya, sebagai istri simpanan pria Belanda. Pada https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">film terbaru Bumi Manusia yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer, Nyai Ontosoroh diceritakan sebagai istri pengusaha kaya asal Belanda, Herman Mellema.

Nyai Ontosoroh yang bernama Sanikem hidup dengan berbagai derita. Dia dijual oleh sang ayah kepada Herman Mellema saat berusia 14 tahun. Beruntung, Herman Mellema adalah sosok pria penyayang. Nyai Ontosoroh diberikan kedudukan tinggi dan diajari cara mengelola perusahaan susu, ladang, serta peternakan.

Nyai Ontosoroh bukanlah wanita Jawa kebanyakan. Dia fasih berbahasa Belanda dan tidak buta aksara seperti sebagian kaumnya. Nyai Ontosoroh juga tampil berwibawa di hadapan para pekerja, anak, bahkan suaminya. Dia adalah gambaran wanita penyayang, cerdas, sekaligus mandiri.

Perjuangan Nyai Ontosoroh melawan diskriminasi dan penindasan diperlihatkan dengan apik di film Indonesia terbaru, Bumi Manusia. Selama 181 menit, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaduk emosi penonton melihat adegan dramatis yang dilakoni Sha Ine Febriyanti.

Akting atris kelahiran Semarang, 18 Februari 1943 di https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">film terbaru https://entertainment.solopos.com/read/20190819/482/1013024/whani-darmawan-pemeran-darsam-yang-sangar-di-film-bumi-manusia">Bumi Manusia begitu memesona. Dia menjadikan karakter Nyai Ontosoroh begitu kuat. Bahkan, jauh lebih kuat dari Minke, si tokoh utama yang diperankan Iqbaal Ramadhan.

Sha Ine Febriyanti menunjukkan kekuatan Nyai Ontosoroh sebagai wanita berstatus istri simpanan di hadapan peserta pengadilan pribumi. Pengadilan itu berusaha menguak siapa dalang di balik kematian suaminya. Kala itu, hakim yang merupakan bangsa Belanda menudingnya sebagai orang paling diuntungkan dari kematian Herman Mellema.

Tudingan itu membuat darah Nyai Ontosoroh mendidih. Dia tidak terima dan berteriak dengan suara lantang menyanggah tudingan hakim. Sidang kasus pembunuhan Herman Mellema menjadi buah bibir di Surabaya. Sejak saat itu, Nyai Ontosoroh dicaci dan dipuji. Ada yang memandangnya rendah karena statusnya sebagai istri simpanan. Namun, tak sedikit pula yang bersimpati dengan nasib tragisnya.

Pahitnya kehidupan menempa Nyai Ontosoroh menjadi sosok yang tangguh. Dia berjuang mati-matian mempertahankan hak asuh anaknya, Annelies Mellema, yang direbut pihak Belanda. Nyai Ontosoroh berjuang sampai titik darah penghabisan melawan keputusan pemerintah Belanda. Sayang, perjuangan Nyai Ontosoroh menemui jalan buntu.

Status Nyai Ontosoroh sebagai pribumi dan istri simpanan Herman Mellema membuatnya harus menyerah pada keputusan hukum. Namun, Nyai Ontosoroh berhasil memberikan contoh dan mendidik Annelies Mellema menjadi wanita tangguh. Meski hatinya perih, Annelies Mellema berusaha menyembunyikan duka.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten