Nyai Ontosoroh Si Wanita Tangguh di Film Bumi Manusia

Nyai Ontosoroh di film terbaru Bumi Manusia menjadi karakter yang sangat kuat. Sha Ine Febriyanti sukses menghidupkan tokoh Nyai Ontosoroh sebagai wanita tangguh dan pemberani.

Nyai Ontosoroh Si Wanita Tangguh di Film Bumi Manusia

SOLOPOS.COM - Nyai Ontosoroh (kiri) dan Annelies Mellema di film Bumi Manusia (Instagram)

Solopos.com, SOLO – Nyai Ontosoroh di film terbaru Bumi Manusia menjadi karakter yang sangat kuat. Sha Ine Febriyanti sukses menghidupkan tokoh Nyai Ontosoroh sebagai wanita tangguh dan pemberani. Tak seperti nyai pada umumnya, Nyai Ontosoroh di film terbaru Bumi Manusia berhasil membuka mata Minke si tokoh utama.

Memerankan tokoh Nyai Ontosoroh menjadi impian Sha Ine Febriyanti. Itulah sebabnya, dia berusaha tampil maksimal dan sangat menjiwai perannya sebagai ibu dari dua anak Indo—blasteran antara Indonesia dan Belanda—Robert dan Annelies Mellema. Apalagi ini merupakan film layar lebar pertamanya.

Beruntung saya mendapat kesempatan terlibat dalam karya ini dan memerankan karakter impian, Nyai Ontosoroh yang sudah saya rindukan sejak 1996 saat pertama kali membaca kara fenomenal Pramoedya. Bumi Manusia menjadi pengalaman pertama saya terlibat dalam dilm industri Indonesia,” terang Sha Ine Febriyanti lewat akun Instagram-nya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (20/8/2019).

Nyai Ontosoroh tampil beda, meski statusnya sama dengan nyai lainnya, sebagai istri simpanan pria Belanda. Pada film terbaru Bumi Manusia yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer, Nyai Ontosoroh diceritakan sebagai istri pengusaha kaya asal Belanda, Herman Mellema.

Nyai Ontosoroh yang bernama Sanikem hidup dengan berbagai derita. Dia dijual oleh sang ayah kepada Herman Mellema saat berusia 14 tahun. Beruntung, Herman Mellema adalah sosok pria penyayang. Nyai Ontosoroh diberikan kedudukan tinggi dan diajari cara mengelola perusahaan susu, ladang, serta peternakan.

Nyai Ontosoroh bukanlah wanita Jawa kebanyakan. Dia fasih berbahasa Belanda dan tidak buta aksara seperti sebagian kaumnya. Nyai Ontosoroh juga tampil berwibawa di hadapan para pekerja, anak, bahkan suaminya. Dia adalah gambaran wanita penyayang, cerdas, sekaligus mandiri.

Perjuangan Nyai Ontosoroh melawan diskriminasi dan penindasan diperlihatkan dengan apik di film Indonesia terbaru, Bumi Manusia. Selama 181 menit, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaduk emosi penonton melihat adegan dramatis yang dilakoni Sha Ine Febriyanti.

Akting atris kelahiran Semarang, 18 Februari 1943 di film terbaru Bumi Manusia begitu memesona. Dia menjadikan karakter Nyai Ontosoroh begitu kuat. Bahkan, jauh lebih kuat dari Minke, si tokoh utama yang diperankan Iqbaal Ramadhan.

Sha Ine Febriyanti menunjukkan kekuatan Nyai Ontosoroh sebagai wanita berstatus istri simpanan di hadapan peserta pengadilan pribumi. Pengadilan itu berusaha menguak siapa dalang di balik kematian suaminya. Kala itu, hakim yang merupakan bangsa Belanda menudingnya sebagai orang paling diuntungkan dari kematian Herman Mellema.

Tudingan itu membuat darah Nyai Ontosoroh mendidih. Dia tidak terima dan berteriak dengan suara lantang menyanggah tudingan hakim. Sidang kasus pembunuhan Herman Mellema menjadi buah bibir di Surabaya. Sejak saat itu, Nyai Ontosoroh dicaci dan dipuji. Ada yang memandangnya rendah karena statusnya sebagai istri simpanan. Namun, tak sedikit pula yang bersimpati dengan nasib tragisnya.

Pahitnya kehidupan menempa Nyai Ontosoroh menjadi sosok yang tangguh. Dia berjuang mati-matian mempertahankan hak asuh anaknya, Annelies Mellema, yang direbut pihak Belanda. Nyai Ontosoroh berjuang sampai titik darah penghabisan melawan keputusan pemerintah Belanda. Sayang, perjuangan Nyai Ontosoroh menemui jalan buntu.

Status Nyai Ontosoroh sebagai pribumi dan istri simpanan Herman Mellema membuatnya harus menyerah pada keputusan hukum. Namun, Nyai Ontosoroh berhasil memberikan contoh dan mendidik Annelies Mellema menjadi wanita tangguh. Meski hatinya perih, Annelies Mellema berusaha menyembunyikan duka.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kawasan Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo Bisa Jadi Simpul Ekonomi dan Pusat Bisnis Baru

Kawasan perbatasan Wonogiri-Sukoharjo yang terletak di Selogiri diyakini bisa menjadi simpul baru perekonomian dan pusat bisnis baru.

Kapolda Sumsel dalam Pusaran Kasus Akidi Tio, Dicerca dan Dibela

Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman menilai Irjen Eko tidak bisa disalahkan.

Kabar Gembira, Bantuan Kuota Internet Berlanjut hingga November 2021

Bantuan kuota Kemendikbud 2021 diberikan kepada pelajar, guru, mahasiswa hingga dosen tiap tanggal 11-15 setiap bulan.

Kunjungi Solo, Anggota DPR ini Soroti Kesenjangan Capaian Vaksinasi Covid-19 Antardaerah

Kesenjangan capaian vaksinasi Covid-19 yang cukup lebar antara perkotaan seperti Solo dengan daerah penyangga menjadi sorotan anggota DPR.

Ada PPKM Level 4, Suroan dan Suran Agung di Madiun Kembali Ditiadakan

Forkopimda Kota Madiun telah menjalin kesepakatan dengan PSHT dan PSHW terkait peniadaan kegiatan Suroan dan Suran Agung.

Pesawat Presiden Indonesia Bersalin Warna, Seperti Apa Penampilan Pesawat Pemerintah Negara Lain?

Pesawat para pemimpin negara memang menarik sebagai bahan pengamatan. Bagaimana pun, pesawat itu menjadi simbol kewibawaan negara, sekaligus menjadi wahana promosi pula.

Jangan Lengah, Angka Positif Harian Covid-19 Masih Tinggi

Masih ada lima provinsi yang terjadi peningkatan kasus di atas 50 persen.

Lampu Penerangan 8 Ruas Jalan Sukoharjo Dipadamkan, Catat Lokasinya

Lampu penerangan delapan ruas jalan di Kabupaten Sukoharjo dipadamkan selama masa perpanjangan PPKM level 4 hingga 9 Agustus mendatang.

Stok Obat Covid-19 di Bantul Aman Hingga Pertengahan Agustus

Dinas Kesehatan Bantul memastikan stok obat untuk pasien Covid-19 aman hingga pertengahan Agustus kendati demikian tetap ajukan ke Kemenkes.

FOTO : Ganjar Pranowo Kunjungi Pasien Isolasi di GOR Klaten

Gubernur Jawa Tengah meninjau warga di lokasi karantina GOR Gelarsena Klaten

Kena PHK saat Covid-19, Warga Karanganyar Ini Bertahan dengan Kacang Ndelik

Awal Brehita membangun usaha camilan kacang ndelik berawal dari iseng.

Kesal Tak Dibawa Berobat ke RSJ, ODGJ Sragen Nekat Bakar Rumah Sendiri

Orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ asal Sragen nekat bakar rumah sendiri lantaran kesal tak dibawa berobat ke rumah sakit jiwa