Tutup Iklan

Nostalgia, Para Atlet Desa Bonyokan Klaten Serasa Nyarter Pesawat ke PON Kalimantan 2008

Warga Bonyokan pernah memenuhi pesawat Garuda Indonesia membela sejumlah daerah berbeda di Tanah Air di ajang PON Kalimantan 2008.

 Pengendara kendaraan roda dua melintas di gapura masuk di Dukuh Bonyokan RT 004/RW 002, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Sabtu (24/7/2021). Dukuh Bonyokan dikenal sebagai daerah pencetak atlet panahan yang memiliki segudang prestasi di tingkat nasional atau pun internasional. (Ponco Suseno/Solopos)

SOLOPOS.COM - Pengendara kendaraan roda dua melintas di gapura masuk di Dukuh Bonyokan RT 004/RW 002, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Sabtu (24/7/2021). Dukuh Bonyokan dikenal sebagai daerah pencetak atlet panahan yang memiliki segudang prestasi di tingkat nasional atau pun internasional. (Ponco Suseno/Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Dukuh Bonyokan RT 004/RW 002, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten ikut terangkat setelah salah satu warganya, Alvianto Bagas Prastyadi kini berada di Tokyo menjadi salah satu atlet panahan yang mewakili Indonesia.

Bagas merupakan anak dari pasangan Suyamto, 45 dan Kusmiyati, 39. Sehari-harinya, Suyamto bekerja sebagai penjaga malam di SDN 2 Bonyokan. Sejak lima tahun terakhir, Suyamto menderita sakit gula.

Sedangkan Kusmiyati merupakan mantan atlet panahan andalan Jateng. Kusmiyati pernah memperkuat tim panahan Jateng di ajang PON Kalimantan (2008) dan PON Riau (2012). Prestasi tertinggi ibunya di PON, yakni meraih medali perunggu. Bakat memahan Bagas turun dari ibunya.

“Anak saya itu mulai belajar memanah sejak kelas IV SDN2 Bonyokan. Dia dibimbing ibunya. Saya jarang bertemu langsung karena Bagas sering mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan. Sebagai bapaknya, saya turut berdoa setiap hari. Semoga sukses dan lancar. Pulang bawa prestasi yang baik,” kata Suyamto, saat ditemui wartawan di SDN 2 Bonyokan, Jatinom, Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga: Keren Pol! Pemuda Jatinom Anak Penjaga Sekolah Ini Wakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Ternyata tidak hanya Bagas, di Dukuh Bonyokan juga banyak atlet panahan profesional. Gara-gara kemahirannya dalam memanah, sejumlah orang di kampung itu pernah memenuhi kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia saat menghadapi ajang PON Kalimantan 2008.

Hal itu diungkapkan mantan atlet panahan tingkat nasional sekaligus pelatih klub panahan Smartku di Sribit, Jatinom, Esti Setyaningsih, 40.

Saking banyaknya prestasi yang dihasilkan warga di RT 004/RW 002, gapura masuk menuju kampung tersebut diberi simbol orang memanah dan papan sasaran memanah.

“Di sini banyak atlet panahan. Saya ini meski dari ndeso pernah ikut Pelatnas juga. Ada nama-nama yang lain, seperti Bambang Wisnu, Heri, dan lainnya. Ada juga Imam Marwanto yang menjadi ketua wasit panahan di Indonesia. Pokoknya banyak, kalau dikumpulkan ada 30-an orang. Hingga sekarang ini ada Alvianto Bagas Prastyadi,” kata Esti Setyaningsih, saat ditemui wartawan di Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Sabtu.

Baca Juga: Eko Yuli Irawan Persembahkan Medali Kedua Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Meraih Medali di Worldcup

Esti Setyaningsih mengatakan dirinya pernah ikut membela Jateng di ajang PON sebanyak lima kali. Hal tersebut termasuk saat berjuang di PON Kalimantan 2008 dan PON Riau 2012. “Saya pernah meraih medali di worldcup state di Thailand tahun 2013 [medali perunggu],” katanya.

Hal senada dijelaskan mantan atlet panahan asal Bonyokan lainnya, Kusmiyati, 39. Ibu dari Alvianto Bagas Prastyadi menceritakan warga Bonyokan pernah memenuhi pesawat Garuda Indonesia di tahun 2008.

Waktu itu, warga asli Bonyokan membela sejumlah daerah berbeda di Tanah Air di ajang PON Kalimantan 2008.

“Pas PON di Kalimantan, pesawat itu isinya orang Bonyokan semua. Jadi, orang Bonyokan serasa nyarter pesawat. Saat itu, kami membela daerah berbeda di Tanah Air. Begitu bertemu di lapangan, kami saling sapa dengan panggilan biasa, seperti halo pak lik, dan sapaan akrab lainnya,” katanya.

Baca Juga: Rio Waida Melaju ke 16 Besar Selancar Olimpiade Tokyo 2020

Kini giliran Bagas yang memegang estafet dari yang ibu untuk berlaga di arena panahan di kancah lebih tinggi, Olimpiade Tokyo 2020. Pria kelahiran Klaten, 18 Februari 2002 ini sedang berjuang mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020, 23 Juli 2021-8 Agustus 2021.

Rencananya, pria yang akrab disapa Bagas itu akan mulai tampil di nomor beregu recurve putra cabor panahan di Jepang, Senin (26/7/2021).

Di nomor tersebut, Bagas bakal bahu-membahu bersama dua rekannya, Riau Ega Agatha dan Arif Dwi Pangestu. Selanjutnya, Bagas juga dijadwalkan tampil di nomor individu di Olimpiade Tokyo Jepang 2020, Selasa (27/7/2021).

“Prestasi yang diraih Alvianto Bagas Prastyadi saat ini tergolong yang tertinggi diraih warga Bonyokan [di cabor panahan]. Pencapaian saat ini menjadi bonus bagi dia. Tujuan awal itu fokus di PON Papua, ternyata bisa melampui seperti ini,” kata Esti Setyaningsih yang juga dikenal sebagai pelatih Bagas tersebut.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.

Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

KPA Sragen Gelar Tes HIV di Gunung Kemukus Sasar Pekerja Hiburan

Pemkab Sragen kini punya alat khusus untuk memindai sidik jari warga jika menemui kelompok rentan HIV/AIDS yang tidak memiliki KTP.